MUARA ENIM,kompas.sbs
Sebagai langkah konkret wujudkan ketahanan pangan dari desa.Kegiatan ini melibatkan personel Polsek Semende Darat Laut yang dipimpin Kapolsek AKP Rahman Edi, SH atas arahan Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K, bersama kelompok tani dan masyarakat Desa Pulau Panggung. Lahan yang digarap merupakan milik warga bernama Arifin.

Persiapan lahan dimulai pada Rabu (15/4/2026) dan saat ini masih dalam tahap pembukaan serta pengolahan tanah.
Lokasinya di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, yang selama ini dikenal sebagai wilayah pegunungan dengan potensi pertanian yang belum tergarap maksimal.
Kapolsek Semende AKP Rahman Edi, SH mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis ketahanan pangan Polri yang berkelanjutan. “Ini arahan langsung dari pimpinan untuk mendukung swasembada jagung nasional. Polisi tidak hanya menjaga kamtibmas, tapi juga harus jadi penggerak ekonomi warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Pantauan di lapangan, proses pembukaan lahan dilakukan menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mempercepat perataan tanah dan pembersihan semak belukar. Bhabinkamtibmas Polsek Semende bersama perangkat desa turut mendampingi warga, memastikan pengukuran lahan, pembuatan guludan, dan saluran air siap sebelum masuk masa tanam.
Lahan seluas 6 hektare yang sebelumnya merupakan lahan tidur, kini ditargetkan menjadi sentra jagung baru di wilayah Semende. Bibit jagung hibrida dan pupuk subsidi telah disiapkan melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim.
“Dengan gotong royong, yang dulunya lahan kosong sekarang jadi harapan. Hasil panennya nanti untuk warga, sebagian untuk stok pangan desa, dan mendukung program pemerintah,” tambah AKP Rahman Edi.
Langkah Polsek Semende ini mendapat apresiasi warga. Arifin, pemilik lahan, mengaku terbantu dengan kehadiran polisi. “Kalau kami sendiri buka lahan seluas ini berat di biaya. Dengan bantuan pak polisi, jadi ringan. Kami siap tanam dan rawat sampai panen,” katanya.
Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian di tengah sawah disebut warga bukan hanya memberi rasa aman, tapi juga memompa semangat bertani di tengah harga pupuk dan bibit yang mahal.
Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain di Kabupaten Muara Enim. Jika 1 desa bisa membuka 6 hektare, maka 20 desa saja sudah ada 120 hektare lahan produktif baru yang memperkuat ketahanan pangan dari tingkat tapak.
(SETHO kompas.sbs)

