Cuaca Ekstrem Hantam Medan, MAI Desak Pemko Audit Pohon Rawan Tumbang & Bentuk Crisis Center Terpadu
Kompas.sbs | MEDAN – Siklus cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan sejak Rabu 3/6 hingga Kamis 4/6 memicu keprihatinan DPC Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan. Hujan lebat disertai angin kencang merendam pemukiman dan menumbangkan pohon peneduh jalan. Salah satu insiden terparah menimpa rumah warga di Jalan Mahkamah, Medan Kota, yang rusak tertimpa batang pohon besar.
MAI meminta Pemko Medan segera audit total dan membenahi manajemen bencana daerah.
1. MAI Soroti Kerancuan Tata Kelola Risiko
Ketua DPD MAI Sumut, M. Khalil Prasetyo, menilai kebijakan mitigasi bencana Pemko belum terintegrasi dengan pemeliharaan drainase dan jaringan listrik. Buktinya: pemadaman listrik massal sekunder tiap kali hujan lebat.
“Kebijakan mitigasi bencana daerah saat ini belum terintegrasi dengan baik terhadap pemeliharaan utilitas vital seperti drainase dan jaringan kelistrikan. Pemko Medan wajib melakukan pencegahan risiko di hulu secara terukur, bukan sekadar datang mengevakuasi dahan atau menyedot air saat bencana sudah terjadi,” tegas Khalil Prasetyo, Jumat 5/6/2026.
2. Desakan Bentuk Crisis Center Terpadu
Sebagai solusi jangka panjang, MAI mendorong sistem komando tunggal darurat di tingkat hilir.
“Kami rekomendasikan pembentukan Crisis Center terpadu yang menyatukan DLH, Dinas SDABMBK, BPBD, hingga PLN. Tujuannya agar mitigasi dampak cuaca ekstrem dilakukan simultan dan sinkron jauh sebelum musim hujan, bukan jalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
3. Kelalaian Teknis Pohon Jalan Protokol
Ketua DPC MAI Medan, Suwarno SE MM, didampingi Sekretaris Zullifkar AB dan Bendahara Said Ilham, menyebut tumbangnya pohon bukan murni force majeure.
“Ada andil kelalaian manusia. Banyak dahan pohon di jalan protokol sudah terlalu rimbun melebihi kapasitas, tapi perantingan preventif rutin jarang dilakukan. Petugas baru sibuk motong dahan setelah badai rusak properti warga. Pola ‘pemadam kebakaran’ harus dihentikan,” ujar Suwarno.
4. BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Berlanjut
Berdasarkan BMKG, potensi hujan lebat sedang hingga tinggi di Medan masih membayangi hingga Sabtu 6/6. MAI mendesak DLH Medan segera eksekusi perantingan massal di zona rawan angin kencang sebelum akhir pekan.
“Rasa aman di ruang publik adalah hak konstitusional warga. Jangan sampai kelalaian berulang mengikis kepercayaan masyarakat ke Pemko Medan. Ruang publik harus aman, bukan ancaman,” pungkas Suwarno.
Narasumber: Ketua DPC MAI Medan, Suwarno SE., MM.,
