Purworejo, KOMPAS.SBS – Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan fasilitas dan sumber daya kesehatan.
Salah satu langkah tersebut ditandai dengan diresmikannya layanan radioterapi menggunakan teknologi Linear Accelerator (LINAC) di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Benyamin Paulus Octavianus bersama Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, Selasa (15/09/2026).

Peresmian yang berlangsung di depan Gedung Pelayanan Radioterapi RSUD dr Tjitrowardojo ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta dr Gregorius Anung Trihadi MPH, Kepala RSUP dr Hardjolukito Kolonel Kes dr Margono Gatot S, Forkopimda Kabupaten Purworejo dan instansi terkait.
Bupati Purworejo mengatakan, layanan radioterapi tersebut menjadi perkembangan penting bagi pelayanan kesehatan di Purworejo. Sebelumnya, pasien yang membutuhkan terapi radiasi harus mendapatkan pelayanan di Yogyakarta atau Semarang.

“Dengan hadirnya layanan di RSUD dr Tjitrowardojo, jarak dan waktu dapat kita pangkas. Masyarakat kini memiliki akses layanan yang lebih dekat sehingga diharapkan dapat meringankan beban pasien dan keluarga,” jelasnya.
Bupati berharap, keberadaan LINAC dapat memperkuat fungsi RSUD dr Tjitrowardojo dalam memberikan pelayanan rujukan kanker bagi masyarakat Purworejo maupun wilayah di sekitarnya.

Ia juga meminta fasilitas tersebut dikelola secara optimal dengan memastikan kesiapan tenaga kesehatan, pemeliharaan peralatan, serta penerapan standar keselamatan radiasi.
“Kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan pelayanan yang penuh empati, ramah, dan humanis. Pastikan pula sistem rujukan, khususnya bagi pasien BPJS Kesehatan, berjalan dengan lancar tanpa birokrasi yang rumit,” tegasnya.

Sementara itu, Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada penguatan rumah sakit, tetapi juga memperbaiki pelayanan kesehatan di tingkat pertama.
Pemerintah merencanakan pembangunan kembali 1.988 Puskesmas yang kondisinya sudah tidak memadai. Program tersebut akan menjadi bagian dari penguatan fasilitas kesehatan primer di berbagai daerah.
“Presiden dalam nota RAPBN 2027 di DPR menyampaikan, ini penting sekali, seluruh Puskesmas akan direnovasi. Jadi anggaran untuk Puskesmas, Labkesmas diperbaiki,” kata Benyamin.

Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, khususnya Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, guna menyiapkan data dan kebutuhan pembangunan.
Benyamin juga menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan terus diperluas. Pemerintah telah menjalankan pembangunan rumah sakit di 66 kabupaten yang sebelumnya belum memiliki fasilitas rumah sakit memadai. Sebagian besar telah selesai, sementara beberapa wilayah dengan kondisi geografis sulit masih dalam proses.
(SBE/PRKPM)

