Prof. Sutan Nasomal: Perang Meluas, Prabowo Perintahkan TNI-Polri Edukasi Keluarga RI!
Kompas.sbs | JAKARTA – Pemerhati masyarakat sekaligus Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak pemerintah segera menggelar edukasi masif kepada keluarga Indonesia. Imbauan itu ia sampaikan menyikapi situasi Timur Tengah dan potensi konflik perang di luar negeri yang melebar sebulan belakangan.
Pernyataan disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab materi pertanyaan para Pemimpin Redaksi dari Kantor Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, via sambungan telepon selulernya, Selasa 2/6/2026.

Prof. Sutan Nasomal berharap Yth. Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto sebaiknya memerintahkan Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota bersama TNI-Polri di seluruh Indonesia agar mengadakan edukasi bila perang di luar negeri meluas. Edukasi fokus pada bagaimana cara penyelamatan diri, terutama anak-anak atau lansia.
“Tidak ada salahnya pemerintah Indonesia berjaga-jaga terutama Yth Jendral Haji Prabowo Subianto ada baiknya memerintahkan menteri gubernur bupati walikota TNI Polri di seluruh Indonesia agar mengadakan Edukasi bila perang di luar negeri meluas bagaimana cara penyelamatan diri terutama anak atau lansia dalam penyelamatan diri. Situasi perang meluas di luar negeri sebulan belakangan ini perlu diwaspadai pemerintah hendaknya juga tidak ada salahnya berjaga jaga senantiasa mempersiapkan persenjataan melengkapi alat pengamanan negara di semua lini darat laut udara. Tidak salah berjaga jaga dari segala kemungkinan tidak akan sia-sia dia ada ruginya,” ujar Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Edukasi Keluarga Indonesia Hal Penting
Menurut pemerhati masyarakat Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., edukasi untuk keluarga Indonesia adalah hal penting yang tidak boleh diremehkan. Selalu terjadi dan menjadi krisis bila hal ini tidak dipersiapkan jauh-jauh hari.
Dimana dapat terlihat bahwa ada ratusan anak-anak di wilayah perang selalu terlantar dan terancam atau kelaparan serta sakit. Begitu pula para lansia. Maka kehadiran pemahaman dan edukasi di suasana konflik perang harus diberikan kepada masyarakat, mahasiswa, pelajar, pemuda, dan anak-anak.
Negara yang mengalami perang hari ini adalah sebuah fakta bahwa untuk menjaga kedamaian dan ketentraman dan kebahagiaan masyarakatnya. Bila terancam negara tersebut maka langkah ekstrem harus dilakukan negara itu untuk perang. Hal yang tidak bisa dihindari.
Masyarakat perkotaan dan perdesaan harus terlatih memahami sebuah situasi yang tidak terduga sehingga menjadi sebuah risiko bahaya. Maka mempersiapkan penanggulangan ancaman apapun dari perang antar negara harus selalu dilaksanakan melalui edukasi.
Peran Kopassus/TNI: Pakar Edukasi Gerilya
Kehadiran Kopassus atau TNI untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa menyelamatkan keluarga dan dirinya adalah hal utama.
Edukasi tersebut meliputi:
1. Membuat team kelompok yang menjaga masyarakat atau lansia dan anak-anak yang rentan terancam atau sakit.
2. Memilih wilayah yang mudah untuk berlindung serta terhindar dari pengawasan pihak yang memerangi.
3. Mempersiapkan perbekalan bila harus berpindah-pindah sampai benar-benar mendapatkan tempat aman untuk melindungi lansia dan anak-anak.
4. Wilayah yang mudah untuk mendapatkan air dan memasak serta membuat obat-obatan.
Kopassus atau TNI adalah pakarnya yang bisa memberikan edukasi tersebut agar mengecilkan korban risiko di masyarakat. Maka ruang edukasi ini harus dibangun dan disiapkan karena ini adalah salah satu bentuk KETAHAN NEGARA. Edukasi menyeluruh baik di semua kelurahan, pedesaan, dan perkampungan.
Prof. Dr. Sutan Nasomal berharap ilmu dalam gerilya dan membaca peta atau kompas dan posisi menghindari wilayah perang sangat penting diajarkan oleh TNI untuk masyarakat. Sehingga tidak banyak korban jiwa bila perang terjadi. Mengenalkan wilayah-wilayah yang mudah diserang oleh pihak yang memerangi juga sangat penting.
Dari 280 juta penduduk Indonesia adalah 30% anak-anak (usia di bawah 15 tahun) dan 25% lansia (usia di atas 58 tahun).
Urgensi Era Perang Teknologi
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan kepada media: Kesadaran masyarakat di situasi perang harus diasah dan cakap bagi para pemuda. Melihat era saat ini perang selalu menggunakan teknologi yang handal dan wilayah penduduk sering menjadi sasaran.
Maka ini sifatnya urgent agar masyarakat mendapatkan edukasi yang matang dari Pemerintah bersama TNI. Dengan adanya edukasi tersebut sebagian dari masyarakat bisa membantu pekerjaan penyelamatan masyarakat dan mendukung TNI mengamankan wilayah Indonesia.
NARASUMBER: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional | Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia | Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia | Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

