Beranda blog Halaman 405

Benarkah Suku Melayu Kehabisan Figur Pemimpin?

0

Dominasi Birokrasi di Tubuh MABMI Labura: Benarkah Suku Melayu Kehabisan Figur Pemimpin?

LABURA – Penunjukan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis PPPA) H. Dedi Aksaris sebagai ketua Pengurus Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD MABMI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara memicu kritik pedas dari berbagai kalangan. Langkah ini dinilai memperkuat kesan adanya upaya “Birokratisasi” lembaga adat yang seharusnya menjadi benteng independen bagi marwah suku Melayu.

Penunjukan pejabat aktif di pucuk pimpinan MABMI memunculkan pertanyaan besar: Apakah etnis Melayu di Labura sedang mengalami krisis kader hingga harus menggantungkan kepemimpinan pada jabatan struktural pemerintahan?

Effendi Miraza: “Seolah Tidak Ada Orang Melayu Lain.” Kritik keras datang dari tokoh Melayu yang berdomisili di Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Effendi Miraza. Beliau menyatakan keberatan yang mendalam atas kebijakan pengangkatan tersebut. Menurutnya langkah ini seakan akan menegasikan keberadaan tokoh-tokoh Melayu lain yang mumpuni di luar lingkaran birokrasi.

“Pengangkatan Kepala Dinas PPPA sebagai ketua MABMI Labura ini sangat mengecewakan. Tindakan ini seolah-olah menunjukkan bahwa tidak ada lagi orang Melayu di Labura ini yang mampu memimpin selain dari kalangan kepala dinas,” Tegas Effendi Miraza dengan nada kecewa, kepada awak media, Minggu (28/12/2025).

Beliau menambahkan, “bahwa lembaga adat seperti MABMI seharusnya dipimpin oleh sosok yang memiliki waktu penuh dan dedikasi murni untuk mengurus persoalan adat dan budaya, bukan seseorang yang sudah terbebani oleh tanggung jawab di kedinasan.”

Ancaman Terhadap Independensi Adat

Lebih lanjut, Effendi Miraza mengkhawatirkan bahwa penempatan birokrat aktif akan membelenggu independensi MABMI. Sebagai lembaga yang seharusnya berdiri di atas semua golongan, MABMI beresiko terjebak dalam kepentingan politik praktis atau hanya menjadi instrumen pendukung kebijakan pemerintah tanpa daya kritis.

“Jika nakhodanya adalah seorang pejabat publik, bagaimana mungkin MABMI bisa bicara lantang membela hak-hak masyarakat Melayu jika suatu saat berbenturan dengan kebijakan pemerintah? Kita ingin MABMI yang berwibawa, bukan MABMI yang hanya menjadi pelengkap seremonial birokrasi.” Lanjutnya.

Kesan “Krisis Tokoh” yang timbul akibat keputusan ini dianggap merendahkan martabat intelektual dan tokoh tokoh Melayu lainnya yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari akademisi, pengusaha, hingga praktisi budaya.

Publik kini menuntut adanya transparansi dalam proses pemilihan dan mendesak agar marwah MABMI dikembalikan sebagai lembaga independen. Masyarakat Melayu Labura tetap menjadi penjaga identitas yang murni, sesuai dengan semangat “Takkan Melayu Hilang di Bumi”, tanpa harus terkooptasi oleh struktur kekuasaan formal.

(Tim-Red)

Wajah Baru Puskesmas Siantan Tengah Membantah Keraguan, Fakta Lapangan Menampar Asumsi

0

PONTIANAK UTARA, KALIMANTAN BARAT | Minggu, 28 Desember 2025 —
Pembangunan dan renovasi Puskesmas Siantan Tengah di Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, telah rampung dan kini dimanfaatkan penuh oleh masyarakat. Kondisi fisik bangunan yang berdiri kokoh, tertata, dan fungsional menjadi bantahan telak atas berbagai keraguan dan narasi negatif yang sempat digulirkan selama proyek berjalan.

Fakta di lapangan menunjukkan hasil pekerjaan yang nyata. Ruang pelayanan lebih layak, fasilitas lebih tertib, dan lingkungan puskesmas kini memberikan rasa aman serta nyaman bagi pasien. Penilaian ini datang langsung dari warga sebagai pengguna layanan, bukan dari opini sepihak yang tidak bersandar pada kondisi riil.

Ketua RW 18, Samsudi, menegaskan bahwa masyarakat tidak menilai pembangunan dari isu, melainkan dari hasil yang bisa disentuh dan dimanfaatkan.

> “Kami tidak bicara asumsi. Kami melihat dan merasakan langsung. Bangunannya sekarang jauh lebih baik dan benar-benar bisa dipakai untuk pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh tokoh lingkungan lainnya. Ketua RT 3 RW 18, Hendi, menyebut perubahan fisik puskesmas sangat mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya. Ketua RT 2 RW 19, Helmi, menilai fasilitas baru meningkatkan kenyamanan dan rasa aman bagi pasien.

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 18, Tarmidi, mengingatkan bahwa warga lebih membutuhkan pelayanan kesehatan yang berjalan optimal ketimbang kegaduhan yang tidak berdampak langsung pada layanan. Ketua RT 5 RW 15, Julkifli, menambahkan bahwa perhatian publik seharusnya diarahkan pada mutu pelayanan, bukan polemik yang berulang tanpa dasar lapangan.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Karena itu, hasil pembangunan yang kini dimanfaatkan secara nyata menjadi ukuran paling objektif atas sebuah proyek publik, bukan narasi yang dibangun dari kejauhan.

Renovasi Puskesmas Siantan Tengah sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan publik harus dinilai dari hasil, fungsi, dan manfaatnya bagi warga. Fakta lapangan hari ini berbicara tegas: fasilitas ada, bangunan berdiri, dan pelayanan berjalan—sementara keraguan gugur dengan sendirinya.

Tim: Liputan
Narasumber: Warga Kelurahan Siantan Tengah

Bupati Subang Dorong Subang Campus Expo Terintegrasi Subang Fest Siapkan SDM Lokal Isi Posisi Stegis Industri

0

*BUPATI SUBANG DORONG SUBANG CAMPUS EXPO TERINTEGRASI SUBANG FEST, SIAPKAN SDM LOKAL ISI POSISI STRATEGIS INDUSTRI*

*SUBANG* – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menerima silaturahmi Forum Keluarga Mahasiswa asal Subang yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) asal Subang (KOMPAS), bersama tiga paguyuban mahasiswa lainnya, yakni dari IPB, UPI, dan POLBAN,

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rencana pelaksanaan Subang Campus Expo, bertempat di Pendopo Abdul Wahyan, Rumah Dinas Bupati Subang, pada Minggu pagi (28/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan gagasan penyelenggaraan Campus Expo sebagai ruang temu informasi pendidikan, pengembangan minat dan bakat, serta penguatan jejaring mahasiswa asal Subang yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat dan Bakat Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Dr. Muhamad Nurzaman, S.Si., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Subang dalam pertemuan tersebut, seraya menyampaikan bahwa pihaknya turut diminta untuk mendampingi berbagai forum kemahasiswaan di perguruan tinggi yang berasal dari Kabupaten Subang.

“Alhamdulillah, kami diminta untuk mendampingi beberapa forum kenahasiswaan yang ada di perguruan tinggi yang asalnya dari Subang” jelasnya

Pendampingan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan kemahasiswaan, sekaligus menampung berbagai usulan kegiatan yang dihimpun oleh mahasiswa, khususnya rencana pelaksanaan Subang Campus Expo.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., yang akrab disapa Kang Rey, menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan arahan agar pelaksanaannya dikolaborasikan dengan agenda Subang Fest yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026.

Menurut Kang Rey, penggabungan Campus Expo dengan Subang Fest akan membuat kegiatan lebih efektif, meriah, dan berdampak luas, sekaligus memudahkan mahasiswa dalam penyediaan lokasi, hiburan, serta dukungan lintas perangkat daerah.

“Kalau saya lihat, ini bagus sekali. Daripada teman-teman bingung mikirin tempat, hiburan, dan teknis lain, lebih baik Campus Expo dikolaborasikan saja dengan Subang Fest bulan Januari. Tinggal koordinasi dengan Disparpora dan perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Ia juga menilai kolaborasi tersebut sebagai momentum untuk menghidupkan kembali tradisi kegiatan mahasiswa lintas kampus di Subang yang sempat vakum sejak beberapa tahun terakhir.

Lebih jauh, Kang Rey menegaskan bahwa Campus Expo bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia Subang agar mampu bersaing dan mengisi posisi strategis di tengah pesatnya masuk investasi dan industri ke Kabupaten Subang.

“Kita ingin anak-anak Subang punya mimpi besar. Jangan hanya lulus SMA, lalu ingin cepat kerja tanpa spesifikasi. Padahal hari ini Subang sudah ada BYD, ada Vinfast, dan banyak perusahaan besar masuk. Kalau spesifikasinya tidak sesuai, akhirnya orang Subang hanya jadi buruh dengan UMK. Itu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Daerah mendorong agar masyarakat Subang tidak hanya menjadi tenaga kerja level dasar, tetapi mampu menempati posisi manajerial dan strategis di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Subang.

“Kita ingin orang Subang itu bukan hanya jadi buruhnya, tapi ada yang jadi manajernya, GM-nya, supervisor-nya. Jangan ambil kuenya di bawah, ambil kuenya di atas. Tapi itu butuh persiapan, butuh pendidikan, dan butuh minat yang dibangun sejak awal,” lanjutnya.

Kang Rey juga menyampaikan rencana pengembangan sistem ketenagakerjaan terpusat yang tengah disiapkan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sistem ini akan menjadi semacam job portal daerah yang memetakan potensi tenaga kerja asli Subang berdasarkan latar belakang pendidikan dan keahlian.

“Ke depan, saya dan Pak Gubernur tidak ingin lagi perusahaan membuka lowongan sendiri-sendiri. Akan dibuat sistem terpusat. Perusahaan menyampaikan kebutuhannya, misalnya teknik elektro lima orang, engineering sepuluh orang. Dari situ langsung kita sambungkan dengan data orang Subang yang sesuai,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan calon lulusan diharapkan aktif memperbarui data akademik dan keahlian mereka sebelum lulus agar dapat masuk dalam sistem tersebut dan diarahkan sesuai kebutuhan industri.

“Nanti tidak ada lagi lulusan datang ke perusahaan satu per satu. Semua terpusat. Kita maksimalkan dulu potensi orang Subang. Kalau ada di Subang, pakai yang di Subang. Kalau tidak ada, baru kita buka ke luar,” ujarnya.

Kang Rey berharap, melalui Campus Expo, sistem ketenagakerjaan terintegrasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi, anak-anak Subang yang menempuh pendidikan di luar daerah dapat kembali dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Kreativitas, Minat, dan Bakat Mahasiswa Universitas Padjadjaran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Subang, serta para mahasiswa yang hadir(***).

Proyek Berantakan : Warga Minta Gubernur Panggil Kadis, Kabid Dan Kasi PUPR Propinsi

0
Oplus_16908288

Kalbar, Ketapang : Selaku pembayar pajak, belasan pengendara motor termasuk masyarakat sekitar kecewa berat terhadap pekerjaan jalan milik PUPR Propinsi yang berantakan, penuh can tepi dan tidak menggambarkan cerminan kualitas maupun kwantitas.

Paket daging empuk, pemeliharaan jalan Propinsi Kalimantan Barat Wilayah III sebesar Rp. 3M 800 Juta oleh CV Batu Perdana, realisasinya dituding asal – asalan, melanggar peraturan bestek dan banyak celah can tepi dikedua belah fihak.

” Bayangkan mas, baru saja selesai dikerjakan kontraktor papan atas dan katanya rutin melakukan pengawasan, ternyata kondisi fisiknya terkini, sudah mengalami kerusakan hebat. Mana Kadis, Kabid ataupun PPK yang setiap ditanya jawabannya sering kontrol lapangan, ” tanya pengendara motor Vario hitam yang kebetulan melintas di Jalan A. R. Hakim Ketapang.

Meskipun mesin motor masih hidup, dia sempat meminta agar Gubernur datang kelokasi bersama Dinas PUPR, sebagai bukti bahwa keluhan masyarakat itu benar adanya, tidak dibuat-buat seperti laporan bawahan ke atasan.

” Gubernur harus lihat dengan mata kepala sendiri. Jangan cuma terima laporan yang rutin bagus, jeleknya disembunyikan. Ini menyangkut tupoksi dan keselamatan jiwa pengendara yang melewati jalan tersebut, ” tekannya.

Dilapangan, tambah warga setempat, sejumlah titik tampak permukaan aspal mulai mengelupas, berlubang serta bergelombang. Padahal, ruas jalan ini merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan. Kerusakan tersebut tentu berpotensi terjadinya kecelakaan yang sangat membahayakan jiwa manusia.

“ Belum lama diperbaiki, rusak lagi. Anggaran jumbo hasilnya mini. Seharusnya dengan duit miliaran rupiah, badan jalan tersebut mantap, tegap, kuat dan tahan lama. Kenyataannya justru lemah gemulai, ” terang Ardi, penduduk Ketapang.

Kepala Daerah jangan mau dibohongi, kata Ardi, tanya Dinas PUPR, apakah pekerjaan mereka sudah sesuai spesifikasi tehnis atau tidak. Kalau meleset, langsung ganti Kadis, Kabid dan Kasi, agar berat badan mereka berkurang, bukan buncit.

Berikut pekerjaan pemeliharaan jalan yang jadi omongan negatif masyarakat. Ruas Jalan WR. Supratman, A. R. Hakim, Rahadi Ismail, Siduk Sukadana batas Kota Ketapang dan Nanga Tayap, Simpang Betenung, Tumbang Titi.(007/ Danil.A)

Wilson Lalengke Berikan Mandat kepada Hermanius Burunaung untuk Bentuk DPC

0

PPWI Perluas Jangkauan di Banggai: Wilson Lalengke Berikan Mandat kepada Hermanius Burunaung untuk Bentuk DPC

Medan – 28 Desember 2025 – Dalam upaya memperkuat eksistensinya di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Banggai, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengambil langkah strategis dengan membentuk Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Kabupaten Banggai. Momentum penting ini ditandai dengan penyampaian mandat oleh Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., kepada Hermanius Burunaung, salah satu anggota aktif PPWI di Luwuk-Banggai yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Media Berantastipikornews.

Penyampaian mandat tersebut berlangsung dalam suasana penuh khidmat di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, pada Minggu (28/12/2025). Pertemuan ini bukan ajang seremonial, tetapi menjadi ruang diskusi strategis yang membahas penguatan kerja jurnalistik serta peran vital pewarta warga dalam mendukung transparansi dan pembangunan daerah.

Kehadiran Wilson Lalengke bersama Ibu Ketua Umum di Luwuk-Banggai disambut hangat oleh Hermanius Burunaung. Pertemuan yang berlangsung di kantin bandara itu dipenuhi dengan semangat dan antusiasme. Dalam suasana yang akrab, keduanya berdiskusi mengenai masa depan dunia pers di Kabupaten Banggai, serta bagaimana PPWI dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

Sebagai simbol penyampaian mandat, Wilson Lalengke secara langsung menyematkan Pin Kebesaran PPWI di dada Hermanius Burunaung. Penyematan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepercayaan penuh dari PPWI pusat kepada Hermanius untuk memimpin konsolidasi dan membentuk struktur organisasi DPC PPWI Banggai.

Komitmen untuk Transformasi Jurnalistik

Dalam pernyataannya, Hermanius Burunaung menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa dirinya siap untuk segera bergerak cepat dalam merealisasikan pembentukan DPC PPWI Banggai. Menurutnya, kehadiran PPWI di daerah ini akan menjadi wadah penting bagi para pewarta warga untuk meningkatkan kualitas dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Ketua Umum dan Ibu atas sambutan hangat serta amanah besar ini. Kami akan segera menindaklanjuti mandat ini dengan membentuk struktur organisasi yang solid dan merekrut anggota yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia jurnalistik. Fokus kami adalah membangun komunitas pewarta yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Hermanius dengan penuh semangat.

Ia juga menambahkan bahwa DPC PPWI Banggai nantinya akan aktif mengadakan pelatihan, diskusi publik, serta kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pewarta warga dan memperkuat peran media sebagai pilar keempat demokrasi.

Harapan untuk Sinergi Lebih Luas

Sementara itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyampaikan harapannya agar terbentuknya DPC PPWI di Banggai dapat memperkuat sinergi antar pewarta di wilayah Banggai dan Sulawesi Tengah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam membangun jaringan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

“Media harus menjadi kontrol sosial yang konstruktif. Pewarta warga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang benar, mendidik masyarakat, serta mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan. Dengan terbentuknya DPC PPWI Banggai, saya berharap koordinasi antar pewarta di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai, semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tutur Wilson.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, pewarta warga harus mampu menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi yang dapat merusak tatanan sosial.

Komitmen Bersama untuk Kemerdekaan Pers

Pertemuan bersejarah ini ditutup dengan komitmen bersama antara Wilson Lalengke dan Hermanius Burunaung untuk terus memperjuangkan kemerdekaan pers di Indonesia. Keduanya sepakat bahwa pewarta warga harus diberdayakan dan dilindungi hak-haknya, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Langkah pembentukan DPC PPWI Banggai ini menjadi bagian dari strategi besar PPWI dalam memperluas jangkauan dan pengaruhnya di seluruh pelosok tanah air. Dengan semakin banyaknya DPC yang terbentuk, diharapkan suara masyarakat dapat tersalurkan dengan lebih baik melalui media yang independen dan bertanggung jawab.

Ke depan, PPWI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina para pewarta warga agar mampu menjalankan perannya secara profesional. Dengan semangat kolaborasi dan integritas, PPWI optimis dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun Indonesia yang lebih transparan, adil, dan demokratis.

Sumber: Ketum PPWI Wilson Lalengke 

 

Sekda Subang Menghadiri Wisuda Universitas Mandiri Subang Tahun Akademik 2025/ 2026

0

*Sekda Subang Hadiri Wisuda Universitas Mandiri Tahun Akademik 2025/2026*

Subang – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri Wisuda Universitas Mandiri Subang Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Mulia Sukamelang, Subang, Sabtu (27/12/2025). Kehadiran Sekda Subang mewakili Bupati Subang dalam momentum akademik yang diikuti oleh ratusan lulusan dari berbagai fakultas.

Sebanyak 295 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan pada wisuda kali ini. Rinciannya terdiri dari 93 lulusan Fakultas Teknik, 147 lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 10 lulusan Fakultas Sains, serta 45 lulusan Fakultas Ekonomi.

Dalam pidatonya, Rektor Universitas Mandiri Subang menyampaikan bahwa wisuda merupakan puncak dari proses akademik yang panjang dan penuh tantangan. Ia menegaskan bahwa capaian para lulusan merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dukungan orang tua, serta dedikasi civitas akademika dalam menjaga mutu pendidikan. Universitas Mandiri, menurutnya, akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Mewakili Bupati Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Mandiri Subang atas capaian akademik yang diraih.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, saya mengucapkan selamat kepada 295 wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi dikukuhkan. Ini merupakan capaian yang membanggakan, tidak hanya bagi keluarga dan Universitas Mandiri, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Subang,” ujar Sekda.

Sekda menegaskan bahwa keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, doa orang tua, serta bimbingan para dosen dan civitas akademika Universitas Mandiri Subang.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh civitas akademika Universitas Mandiri Subang yang telah berkontribusi mencetak sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing,” lanjutnya.

Lebih jauh, Sekda mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Ilmu pengetahuan harus dibarengi dengan integritas, etika, dan kepedulian sosial. Kami berharap para lulusan Universitas Mandiri Subang dapat menjadi agen perubahan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” tegas Sekda.

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, lanjut Sekda, terus berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang dalam mewujudkan Subang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri unsur pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah, unsur Forkopimda, mitra perbankan, civitas akademika, serta orang tua dan keluarga wisudawan (***).

“Klarifikasi Bupati Labura Sebab Tidak Menjawab Konfirmasi Wartawan”

0

Klarifikasi Bupati Labura, Sebab Tidak Menjawab Konfirmasi Wartawan Beserta Tanggapannya Terkait Sikap PPK Dinas Pendidikan 

Medan – Menjawab pemberitaan media pada sebelumnya yang telah terbit pada tanggal 27 Desember 2025 sekira pukul 16.56 WIB dengan Judul berita,-

“Bupati Labura Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait PPK Dinas Pendidikan, Pegiat Sosial MZ Tanjung Kecam Atas Tidak Keterbukaan,”

Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, S. E., M.M. Memberikan Klarifikasinya atas sebab tidak menjawab konfirmasi wartawan. Beserta memberikan tanggapannya terkait sikap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (LABURA) Irwan, S.Pd, M.Pd.

Hendri Yanto Sitorus kepada awak media mengatakan alasan ia tidak menjawab konfirmasi wartawan, di karenakan dirinya sedang di perjalanan pulang dari daerah Tapanuli Tengah menuju LABURA. Hendri Yanto Sitorus mengaku walau sedang di perjalanan tetap berupaya bisa menjawab konfirmasi wartawan.

Terkait Sikap PPK dinas Pendidikan LABURA Irwan, S.Pd, M.Pd, dalam menjawab surat media aspirasinasional.com, Hendri Yanto Sitorus menganggap sikap Irwan S.Pd, M.Pd, sudah sesuai dengan kewenangannya sebagai kepala dinas.

Berikut selengkapnya jawaban Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, S. E., M.M, menjawab konfirmasi wartawan via WhatsApp.

“Waalaikumsalam bg Maaf dalam perjalanan plg bg dari tapteng.

1. Pemerintah Kabupaten menghargai peran serta LSM sebagai bagian dari masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Terkait permintaan dokumen RAB, perlu kami sampaikan bahwa tidak seluruh dokumen pengadaan dapat dibuka secara utuh kepada pihak luar, karena sebagian informasi di dalam RAB termasuk kategori informasi yang dikecualikan, khususnya yang berkaitan dengan:

• rincian teknis harga satuan,

• strategi pengadaan,

• serta data lain yang berpotensi mengganggu persaingan usaha yang sehat dan proses pengadaan barang/jasa.

3. Pembatasan tersebut bukan dimaksudkan untuk menutup akses informasi publik, melainkan merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang:

• keterbukaan informasi publik, dan

• pengadaan barang/jasa pemerintah

4. Sehubungan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan telah bertindak sesuai kewenangannya dengan tetap membuka informasi yang bersifat umum, seperti:

• nama kegiatan,

• nilai pagu anggaran,

• sumber pendanaan,

• serta tahapan pelaksanaan kegiatan, sebagaimana dapat diakses melalui dokumen perencanaan dan sistem informasi resmi pemerintah.

5. Apabila Saudara memerlukan informasi tambahan yang bersifat terbuka, Saudara dapat mengajukan permohonan secara tertulis melalui mekanisme permohonan informasi publik sesuai ketentuan yang berlaku.,

Mhn maaf kurang2 bg hehe Soalnya lg di jalan bg,” Tulis Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, S. E., M.M, menjawab konfirmasi wartawan via WhatsApp.

Terkait jawaban Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, S. E., M.M tersebut “Muhammad Zulfahri Tanjung, Pegiat sosial, menyampaikan ucapan Terima kasih dan mengakfresasi jawaban Bupati Labuhanbatu Utara, semoga kedepannya Awak media dapat bersinergi dengan pemerintah Daerah, tuturnya.

(Tim-Red)

Bupati Labura Bungkam saat Di Konfirmasi Terkait PPK Dinas Pendidikan

0

Bupati Labura Bungkam saat Di Konfirmasi Terkait PPK Dinas Pendidikan, Pegiat Sosial MZ Tanjung Kecam Atas Tidak Kerterbukan 

Medan – Muhammad Zulfahri Tanjung, “pegiat sosial kecam PPK Dinas Pendidikan terhadap Keterbukaan informasi publik” merujuk pada berbagai kejadian spesifik di berbagai daerah di Indonesia, di mana Dinas Pendidikan dinilai tidak transparan dalam pengelolaan informasi publik, terutama terkait proyek pembangunan dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Dirinya menjelaskan bahwa ini salah satu PPK Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Irwan, S.Pd, M.Pd., Diduga tidak mengerti tentang UU Kerterbukan Informasi Publik (KIP) terkait permintaan salinan 4 Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Sialang Taji, Kecamatan Kualah Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Muhammad Zulfahri Tanjung menyampaikan bahwa “Pegiat sosial dan masyarakat berhak menuntut transparansi penuh dalam proses dan RAB”, yang didukung oleh sosialisasi penerapan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) di lingkungan pendidikan.

Kritik juga sering muncul terkait kurangnya papan informasi proyek pembangunan fisik sekolah atau dugaan proyek “asal jadi”, di mana dokumen seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dianggap sebagai hak pribadi dan tidak dapat dipublikasikan, yang bertentangan dengan UU KIP.

Akibat kurangnya keterbukaan, beberapa kasus berujung pada sengketa informasi yang ditangani oleh Komisi Informasi Publik (KIP) di tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Beberapa gugatan terhadap Dinas Pendidikan diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atau dilaporkan ke pihak berwajib.

Ia kembali menekankan bahwa keterbukaan informasi dan Transparansi adalah hak masyarakat dan krusial untuk mengawasi penyelenggaraan negara dan meningkatkan akuntabilitas dalam sistem pendidikan.

Secara umum, isu ini menyoroti tantangan dalam implementasi penuh UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan birokrasi pendidikan di berbagai daerah.

Muhammad Zulfahri Tanjung, mencoba mengkonfirmasi Bupati Labuhanbatu Utara, melalui sambungan Whatsapp tetapi belum juga dibalas oleh Bupati Labuhanbatu Utara, Dirinya menduga sikap bungkam seorang Bupati, saat dikonfirmasi mengenai temuan awak Media Aspirasinasional.com., tentang tidak Transparan nya PPK Dinas Pendidikan Labuhanbatu Utara, RAB Pembangunan SMP N 5 Sialang Taji, Kecamatan Kualah Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Ia kembali menginggatkan bagi Masyarakat sipil dan media, untuk terus mengawasi penggunaan anggaran demi terciptanya pemerintah yang bersih dan Transparan, tuturnya.

(Tim-Red)

Respon Cepat Atasi IGD Penuh Bupati Subang Siapkan Solusi Dan Dorang Layanan Kesehatan

0

*RESPON CEPAT ATASI IGD PENUH, BUPATI SUBANG TURUN LANGSUNG KE RSUD SUBANG, SIAPKAN SOLUSI&DORONG LAYANAN KESEHATAN LEBIH NGABRET*

*SUBANG* – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., melakukan peninjauan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang pada Sabtu (27/12/2025)

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey turun langsung ke IGD RSUD Subang untuk memastikan penanganan pasien tetap berjalan optimal di tengah kondisi IGD yang dilaporkan penuh.

Ditemui usai peninjauan, Kang Rey menyampaikan laporan terkait padatnya pasien di IGD RSUD Subang, sehingga perlu dilakukan peninjauan langsung ke lapangan.

“Tadi kita melihat kondisi di IGD, ada laporan bahwa IGD penuh, kita lihat biar kita bisa cari solusi dan penanganan di IGD bisa lebih cepat” jelasnya

Dalam peninjauan tersebut juga sekaligus mengecek pelaksanaan tahapan uji kompetensi (tes) dalam proses _open bidding_ yang sedang berlangsung di lingkungan RSUD Subang.

“Tadi sekalian Cek kondisi IGD, IGD sementara dan ruang tunggu yang sementara kita alihfungsikan menjadi IGD, sekaligus mengecek tadi ada proses _openbidding_, yang lagi test kita cek”tuturnya

Kang Rey berharap RSUD Subang dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, melakukan berbagai pembenahan, serta bergerak lebih cepat dan responsif, lebih Ngabret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan

“Semoga RSUD Subang bisa lebih baik melayani masyarakat, bisa banyak perubahan-perubahan, dan mudah-mudahan bisa lebih ngabret lagi” pungkasnya

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Direktur RSUD Subang dr. Achmad Nasuhi, serta Kepala BKPSDM Kabupaten Subang, Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si.(***).

Forum Arus Bawah Kabupaten Subang Desak Bupati Segera Hentikan Kegiatan Di Tanah Kampung Paseh

0

*Forum Arus Bawah Kabupaten Subang Desak Bupati Segera Hentikan Kegiatan

Subang.ditengah gaduh nya kegiatan perusakan lingkungan ditanah kampung Paseh,yang mana dilokasi tersebut ada kegiatan penebangan pohon dan pemerataan tanah yang isunya akan dijadikan tempat Kandang Sapi dengan jumlah banyak ,hampir sebulan kegiatan tersebut berjalan sayangnya Bupati Subang belum mengambil langkah tegas

Dikatakan Andi L Hakim ketua Forum Arus Bawah terkait kegiatan yang Sedang dilakukan oleh pihak BIB(balai Inseminasi Buatan) dipaseh dengan cara semena mena menebang pohon dan meratakan tanah memenuhi unsur pelanggaran perusakan lingkungan karena sudah merusak Zona Penghijauan,kegiatan tersebut diduga menjadi penyebab kegaduhan dimasyarakat paseh khususnya umumnya masyarakat luas

Forum Arus Bawah Sudah menyampaikan penolakan kegiatan dipaseh pada saat melakukan Audien bersama Pihak pemda,legislatip dan pihak BIB diruangan Rapat Bupati ,padahal Sudah jelas pihak pemda melalui dinas perijinan dan penanaman modal mengatakan bahwa kegiatan dipaseh memang tidak mengantongi ijin untuk beroprasi, pihak PUPR bagian tata ruang menegaskan bahwa wilayah Paseh termasuk Zona hijau dan tidak diperbolehkan atau tidak diperuntukan untuk kandang Skala besar ,bahkan ketua DPRD Subang menyampaikan bahwa legislatip akan menolak kegiatan BIB dilokasi tanah Paseh

Artinya kegiatan tersebut sudah melanggar beberapa Aspek ,Kami Sebagai masyarakat Subang menunggu keberanian Bupati Subang untuk secepatnya menutup atau memberhentikan kegiatan dipaseh yang saya anggap telah melakukan Pengrusakan terhadap lingkungan,jangan menunggu bencana datang menimpa rakyat Subang .jangan sampai ada asumsi Pemerintah akan mengeksekusi atau bertindak setelah datang bencana karena dengan penyampaian secara lisan ataupun tertulisa sepertinya Susah Untuk mereka(pemda) dimengerti ucap Andi L Hakim.