Beranda blog Halaman 394

Polri Hadir Saat Darurat, Brimob Polda Sumut Evakuasi 45 Warga Terisolir Banjir di Tapteng

0

Komoas.sbs Tapanuli Tengah – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat, 2 Januari 2026, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga memutus akses jalan dari Kelurahan Sait Kalangan II Desa Huraba menuju Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.

Akibatnya, puluhan warga di Lorong IV Kelurahan Hutanabolon terisolir dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Sekitar pukul 12.30 WIB, seorang warga bernama Bapak Mendrofa melaporkan kondisi tersebut ke Posko Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang berada di Kelurahan Hutanabolon. Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 13.00 WIB sebanyak 19 personel Sat Brimob di bawah pimpinan Dpp Brigpol Boy Naibaho segera bergerak menuju lokasi terdampak banjir.

Dengan mengutamakan keselamatan warga, personel Brimob melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang terjebak banjir. Sebanyak 45 orang warga berhasil dievakuasi dari Lorong IV Kelurahan Hutanabolon menuju posko pengungsian di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, serta Desa Hutaraja.

Seluruh warga yang dievakuasi dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat. Proses evakuasi berlangsung lancar meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup sulit akibat genangan air dan akses jalan yang terputus. Kegiatan kemanusiaan tersebut selesai sekitar pukul 17.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan keselamatan masyarakat. Begitu menerima laporan adanya warga yang terisolir akibat banjir, personel langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah seluruh warga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Minggu (4/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila membutuhkan bantuan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata respons cepat dan kepedulian Sat Brimob Polda Sumut dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di situasi darurat. (RP)

Polsek Medan Labuhan Respon Cepat Tangani Laporan Premanisme Melalui Call Centre 110

0

Kompas.sbs Belawan – Polres Pelabuhan Belawan melalui Polsek Medan Labuhan menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi premanisme. Pada Minggu, 4 Januari 2026, personel Polsek Medan Labuhan berhasil mengamankan seorang pelaku premanisme setelah adanya laporan dari korban melalui Call Center 110 Polri.

Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, SH., SIK., MM., melalui Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea, SH., MH., menerangkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari laporan seorang korban yang berprofesi sebagai pedagang kopi keliling di Pasar 5 Marelan.

“sebelumnya korban dimintai uang oleh dua orang pelaku premanisme atas nama Rismet dan Putra sebesar Rp. 120.000,- dengan modus uang keamanan. Saat itu korban menuruti permintaan tersebut dan memberikan uang yang diminta,” jelas Kompol Tohap Sibuea.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, pada Minggu, 4 Januari 2026, salah satu pelaku atas nama Putra kembali mendatangi korban dan kembali meminta uang keamanan. Namun kali ini korban menolak dan memilih melaporkan kejadian tersebut ke Call Center 110 Polri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, piket fungsi Polsek Medan Labuhan yang dipimpin oleh AKP James Damanik langsung bergerak cepat menuju lokasi. Personel kemudian menemui korban untuk mengambil keterangan awal dan selanjutnya melakukan pencarian terhadap para pelaku di sekitar Pasar 5 Marelan.

“Dari hasil pencarian, petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku premanisme atas nama Rismet. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Medan Labuhan untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambah Kapolsek.

Kapolsek Medan Labuhan juga mengapresiasi keberanian masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan dan mengimbau warga agar tidak ragu menggunakan Call Center 110 Polri apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas.

Polsek Medan Labuhan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menindak tegas segala bentuk premanisme demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (RP)

Polisi Tangani Penemuan Mayat di Lapangan Sport Center Indramayu

0

INDRAMAYU,Kompas.sbs — Jagat sosial media digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di Lapangan Voli Sport Center (SC), Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu,Minggu pagi (4/1/2026).

Mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh seorang Saksi Riski Wijaya. Saat itu, Saksi hendak membuang air kecil di sekitar lokasi lapangan voli pantai. Namun, ia melihat seorang pria berada di bangku dalam posisi seperti sedang tidur, tetapi tidak menunjukkan gerakan yang sama sekali.

Kemudian Saksi Riski Wijaya memberitahu Saksi lain Eman Sulaeman lalu mengeceknya bersama Karyana.

Setelah dilakukan pengecekan korban benar sudah dalam keadaan meninggal dunia sudah kaku dan tidak bergerak sama sekali.

Atas kejadian tersebut, para saksi segera melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Indramayu untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan Saksi lainnya, Nasarudin, diketahui bahwa korban pernah ditemui sekitar 15 hari sebelumnya di area pasar malam Sport Center. Pada saat itu, korban bermaksud berdagang gulali. Bahkan, tiga hari sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluh kepada Saksi bahwa dirinya sudah dua hari tidak makan.

Sekitar pukul 07.30 WIB, setelah menerima laporan dari warga, Polsek Indramayu langsung menghubungi Piket Siaga Polres Indramayu. Tak lama berselang, personel Polsek Indramayu bersama Unit Inafis Polres Indramayu tiba di lokasi kejadian.

Petugas kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan barang bukti, serta melakukan proses identifikasi terhadap korban.

Garis polisi pun dipasang untuk menjaga lokasi agar tetap steril selama proses olah TKP berlangsung.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan awal selesai dilakukan di lokasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Muntari selaku dokter jaga RSUD Indramayu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul di tubuh korban,” kata AKP Tarno.

Korban diketahui bernama Taslim (51) Tahun, alamat Desa Dempet Rt.002 Rw.004 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

AKP Tarno menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Hal tersebut diperkuat dengan pemeriksaan medis dokter jaga RSUD Indramayu, yang menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban yang telah dihubungi juga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga korban menyatakan menolak melakukan proses otopsi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini AKP Tarno mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui call center 110. Pungkasnya.

Saimin

Polisi Pastikan Tidak Ada Luka Kekerasan Pada Kasus Pria Gantung Diri di Telukagung Indramayu

0

Indramayu,Kompas.sbs – Polsek Indramayu Polres Indramayu Polda Jabar melakukan tindakan awal di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Telukagung Blok Bojong 2 RT 014 RW 005, Kecamatan dan Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026).

Korban diketahui bernama Edi Suhaedi (49). Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak tiri korban, Khusnul Khotimah, yang saat itu berada di dalam kamar. Setelah keluar menuju ruang tengah rumah, saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung dan tidak bergerak.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada para tetangga, yakni Dul Rohman, Tarma, dan Rusdani. Para tetangga lalu segera masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi korban.

“Setelah masuk ke dalam rumah, para saksi melihat korban dalam posisi tergantung tidak bernyawa,” kata AKP Tarno.

Menurut keterangan saksi, saat itu posisi tangan korban masih mencoba melepaskan Ikatan tali di leher korban dan para tetangga berupaya untuk menyelamatkan korban dengan bersama – sama melepaskan Ikatan tersebut.

Para tetangga kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan melepaskan ikatan tersebut dan segera membawa korban ke RS MM Indramayu dengan harapan nyawa korban masih dapat diselamatkan. Namun, setibanya di rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Bahrun, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Selanjutnya, korban dibawa kembali ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, setelah menerima laporan dari masyarakat, Polsek Indramayu dipimpin langsung Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari, S.H., mendatangi lokasi kejadian dan memastikan kebenaran peristiwa tersebut.
Polsek Indramayu kemudian berkoordinasi dengan Piket Siaga Polres Indramayu dan Unit Inafis guna melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya tali tambang nilon berwarna putih sepanjang sekitar 3,1 meter yang masih terikat pada balok beton, serta sebuah drum plastik berwarna putih yang diduga digunakan sebagai pijakan. Pada leher korban juga ditemukan bekas jeratan.

Untuk memastikan penyebab kematian, dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dr. Heppy Novlina, Kepala UPTD Puskesmas Plumbon, bersama tim Inafis Polres Indramayu. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban, selain bekas jeratan di leher.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi,” terang AKP Tarno.

Lanjut disampaikan AKP Tarno, berdasarkan keterangan para saksi serta hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga mengalami tekanan psikologis.

Diketahui, korban telah beberapa bulan tidak bekerja akibat kondisi fisik pasca kecelakaan, serta menghadapi persoalan keluarga dan ekonomi. Korban juga disebut pernah beberapa kali melakukan percobaan serupa yang berhasil digagalkan oleh warga.

Dalam hal ini AKP Tarno mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui call center 110. Pungkasnya.

Saimin

Konflik Venezuela–AS Memanas, APUDSI Ingatkan Ancaman ke Ekonomi Desa Indonesia

0

Kompas.sbs | Jakarta — Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) menyatakan sikap resmi terkait perkembangan situasi geopolitik global yang melibatkan Venezuela dan Amerika Serikat. Ketua Umum APUDSI, Maulidan Isbar, menegaskan bahwa dinamika global tersebut berpotensi memberi dampak langsung terhadap perekonomian nasional, khususnya ekonomi desa.

APUDSI menilai ketegangan geopolitik ini tidak dapat dipandang semata sebagai isu politik internasional. Menurut Maulidan, peristiwa tersebut berkaitan erat dengan stabilitas harga energi dunia, biaya logistik, serta kelancaran rantai pasok global yang selama ini menjadi penopang aktivitas ekonomi desa di Indonesia.

“Dalam dunia yang saling terhubung, tidak ada peristiwa besar yang benar-benar berdiri sendiri. Gejolak di sektor energi global pada akhirnya akan dirasakan hingga ke desa, ke usaha kecil, koperasi, BUMDes, dan pelaku ekonomi rakyat,” ujar Maulidan Isbar.

APUDSI mencatat bahwa sebelum ketegangan ini terjadi, kondisi perekonomian global sejatinya telah berada dalam fase rentan. Pasar energi dunia masih dibayangi sensitivitas tinggi terhadap risiko geopolitik, meski terdapat potensi pasokan yang secara teori mencukupi.
Venezuela, sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, dinilai memiliki posisi strategis, namun belum mampu memaksimalkan potensinya akibat persoalan struktural dan politik yang berkepanjangan.

Maulidan menekankan bahwa perubahan harga energi global akan berdampak langsung pada struktur biaya logistik nasional. Kenaikan ongkos transportasi dan distribusi, kata dia, berisiko menekan margin usaha pelaku ekonomi desa yang selama ini beroperasi dengan ruang kesalahan yang terbatas.

Di tengah derasnya arus informasi terkait konflik global tersebut, APUDSI juga mengingatkan maraknya narasi yang tidak terverifikasi. Menurut organisasi ini, keputusan yang diambil berdasarkan emosi, hoaks, atau potongan informasi berisiko memperbesar dampak negatif, baik bagi dunia usaha maupun stabilitas sosial.

“APUDSI mengajak seluruh pelaku usaha desa untuk bersikap tenang, rasional, dan berbasis data. Ketegasan harus lahir dari pemahaman yang utuh, bukan dari provokasi,” tegas Maulidan.
Ke depan, APUDSI menilai dampak terhadap ekonomi desa akan sangat bergantung pada arah perkembangan situasi global. Jika ketegangan mereda, gejolak harga energi diperkirakan bersifat sementara. Namun apabila ketidakpastian berkepanjangan, tekanan terhadap biaya logistik dan daya beli masyarakat desa dinilai tak terelakkan.

Menutup pernyataannya, Maulidan Isbar menegaskan komitmen APUDSI untuk terus menjalankan fungsi penerangan ekonomi bagi pelaku usaha desa. Ia menyatakan bahwa ketahanan ekonomi nasional berakar dari desa, sehingga pembacaan global yang jernih dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak.

“Pelaku usaha desa Indonesia mampu bersikap dewasa secara ekonomi dan bermartabat secara kemanusiaan. APUDSI akan berdiri bersama mereka, menjaga keberlanjutan ekonomi lokal sebagai fondasi ketahanan nasional,” pungkasnya.

(red)

Danrem 023/KS dan Bupati Tapanuli Tengah Tinjau Banjir Susulan, Evakuasi Warga Zona Merah

0

Kompas.sbs Tapanuli Tengah — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah sejak dini hari menyebabkan banjir susulan di beberapa wilayah Kecamatan Tukka, termasuk Lorong III Kel. Bonanlumban dan Kel. Hutanabolon, Jumat (2/1/2026).

Peninjauan dilakukan di beberapa titik kritis, antara lain Lorong III Kel. Bonanlumban, Link II Kel. Hutanabolon, dan Sungai Aek Harse Kampung Malaka. Puluhan rumah di Lorong III sempat terendam hingga satu meter, sementara di Kel. Hutanabolon rumah terendam sekitar 30 cm. TNI, Polri, BPBD, dan organisasi Karang Taruna membantu pembersihan rumah, tempat ibadah, serta penggalian aliran sungai untuk mempercepat surutnya air.

Danrem 023/KS dan Bupati Tapanuli Tengah memerintahkan penggunaan alat berat untuk memperbaiki tanggul Sungai Sigala-gala yang jebol. Sebanyak 46 warga dari Desa Saur Manggita, Desa Kalangan II, dan Link V Siantar Gunung dievakuasi menuju posko pengungsian di Hutanabolon. Tiga desa tersebut telah ditetapkan zona merah untuk mencegah warga terjebak banjir atau longsor saat curah hujan tinggi.

Saat ini, kondisi air di lokasi banjir sudah surut, dan warga bersama Karang Taruna setempat melanjutkan pembersihan lingkungan. Evakuasi dan perbaikan tanggul menunjukkan sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana serta perlindungan masyarakat.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan, “TNI bersama pemerintah daerah terus memantau situasi banjir, memastikan evakuasi warga berjalan aman, dan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan curah hujan tinggi serta tidak memasuki zona merah. Sinergi ini penting untuk menjaga keselamatan warga.” Ujarnya. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Babinsa Gampong Paya Dorong Ketahanan Pangan, Panen Cabai Bangkitkan Semangat Petani | Kompas.SBS.-News

0

Babinsa Gampong Paya Dorong Ketahanan Pangan, Panen Cabai Bangkitkan Semangat Petani

Media Kompas.SBS | Wilayah Aceh
SABANG,ACEH- | 4 Januari 2026-Dalam upaya mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, Babinsa 08 Gampong Paya Koramil 01/Sukajaya Kodim 0112/Sabang, Sertu Junaidi, melaksanakan pendampingan kepada petani dengan membantu panen cabai rawit milik Ibu Ani, anggota kelompok tani, yang berlokasi di Jurong Chik Alu Kala, Gampong Paya, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, Jumat (4/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap warga binaan, khususnya para petani, guna mendorong peningkatan hasil pertanian dan perekonomian masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kebun menjadi motivasi tersendiri bagi petani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.

Sertu Junaidi menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya saat panen, namun telah dimulai sejak proses penanaman, perawatan, hingga masa panen. Hal ini bertujuan agar petani dapat memahami teknik budidaya yang baik dan benar sehingga hasil panen lebih optimal.

Selain membantu panen, Babinsa juga memberikan motivasi serta imbauan kepada petani agar rutin melakukan perawatan tanaman, seperti pemupukan yang tepat dan pembersihan rumput liar. Dengan perawatan yang maksimal, diharapkan tanaman cabai dapat tumbuh subur dan menghasilkan produksi yang memuaskan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Babinsa berharap para petani semakin bersemangat dalam mengembangkan usaha pertanian serta mampu meningkatkan hasil panen yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitar.

~Reporter Pers Kompas.SBS -Aceh (Novi Karno)

~Sumber -Humas Kodim 0112/Sabang

“Universitas Malahayati Gelar International Professors Summit”

0

“Universitas Malahayati Gelar International Professors Summit, Untuk Jawab Tantangan Rendahnya Capaian Akademik SMA Lampung”

LABURA – Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) Provinsi Lampung menunjukkan capaian kompetensi akademik siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) masih tergolong rendah, khususnya pada aspek penalaran dan penguasaan akademik dasar. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, sebagai bahan evaluasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan daerah.

Menanggapi kondisi tersebut, Universitas Malahayati (UNMAL) mengambil peran strategis dengan menyelenggarakan seminar internasional bertajuk International Professors Summit. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-32 UNMAL dan digelar pada Selasa (2/1/2026) di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Bandar Lampung.

Sebagai forum ilmiah berskala internasional, International Professors Summit menghadirkan para profesor dan pakar nasional maupun internasional di bidang matematika, optimasi, analisis numerik, serta statistika terapan. Acara ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan keilmuan, dan diskusi strategis dalam pengembangan pembelajaran serta peningkatan kualitas akademik.

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa penyelenggaraan forum ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjawab tantangan mutu pendidikan. “Kami mendorong kolaborasi keilmuan, penguatan kapasitas pendidik, serta pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan para pakar akademik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UNMAL berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung dan memajukan pendidikan Indonesia secara menyeluruh.

Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada penguatan penalaran dan kompetensi akademik dasar, sekaligus memperkuat kolaborasi keilmuan di tingkat nasional dan internasional.

(Tim Media Group PWDPI)

“OPINI: KECURANGAN DI DAPUR MBG – MENOLAK KORUPSI UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT”  

0

Oleh: Ketum PWDPI, M. Nurullah RS. 

LABURA – Ditemukannya dugaan banyak kecurangan di Dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) adalah hal yang sangat menyakitkan hati dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.

Program yang seharusnya menjadi ujung tombak penanggulangan kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, justru diketahui telah menjadi ladang bagi praktik tidak jujur yang merugikan negara dan rakyat.

Kecurangan yang terjadi di dalam program semacam ini memiliki dampak yang sangat luas. Pertama, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak mendapatkan layanan yang layak atau bahkan tidak mendapatkan apa-apa sama sekali.

Padahal, anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat yang dipungut melalui pajak yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan mereka. Kedua, kejadian ini merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang dikelola oleh pemerintah atau lembaga terkait.

Ketika masyarakat kehilangan kepercayaan, maka efektivitas program-program serupa di masa depan akan sangat sulit untuk dicapai. Ketiga, praktik kecurangan ini juga menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem pengelolaan dan pengawasan program, yang jika tidak segera diperbaiki akan menjadi celah bagi praktik yang sama berulang kembali.

Bagi pihak yang terlibat dalam kecurangan ini, perlu disadari bahwa tindakan mereka tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Mereka telah mencuri hak orang lain untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tidak dipihakkan, tanpa memandang siapa saja yang terlibat. Mulai dari pihak yang merencanakan, melaksanakan, hingga yang menutupi praktik kecurangan tersebut harus mendapatkan sanksi yang sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Dapur MBG dan program bantuan sosial lainnya. Penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal harus menjadi prioritas, termasuk dengan melibatkan masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan program.

Transparansi dalam penggunaan anggaran dan distribusi bantuan juga harus ditingkatkan, misalnya dengan membuat laporan yang dapat diakses publik dan melakukan audit berkala oleh pihak independen.

Kita tidak boleh mengizinkan program yang bertujuan mulia seperti Dapur MBG terus dirusak oleh praktik kecurangan. Setiap rupiah yang dicuri dari program ini adalah hilangnya kesempatan bagi seorang anak untuk mendapatkan makanan bergizi, bagi seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat dari pembangunan yang adil.

Mari kita bersatu untuk menolak korupsi, menuntut keadilan, dan memastikan bahwa setiap program bantuan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi yang paling membutuhkan.

Oleh: Ketum PWDPI, M. Nurullah RS. 

 

“Irjen. Pol (Purn) Ike Edwin Meriahkan Pergantian Tahun 2026, Bersama PWDPI dan Tokoh Masyarakat di LGK”

0

LABURA – Ketua Dewan Pembina DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Irjen. Pol (Purn), DR. H. Ike Edwin, SH, MH, menghadiri dan meriahkan acara pergantian tahun 2025-2026, yang diselenggarakan di Lamban Gedung Kuning (LGK), 31 Desember 2025, Acara ini menjadi ajang silaturahmi yang menghadirkan berbagai elemen masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS; Ketua Umum DPP KAIM, H. Nuryadin, SH; Bendahara Umum DPP PWDPI, Rosita Ghosi; Ketua Laskar Lampung, serta sejumlah tokoh adat dan agama dari daerah Lampung, bersama puluhan tamu undangan lainnya.

Acara diisi dengan sesi refleksi tahun lalu dan pembahasan mengenai harapan untuk tahun baru, khususnya terkait peran organisasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Irjen. Pol (Purn) Ike Edwin juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama antara PWDPI dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi terkait dalam mendukung perkembangan dunia pers dan kesejahteraan masyarakat.

Dang Ike Edwin panggilan akrab juga mengatakan perayaan tahun baru ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar tokoh adat, masyarakat, dan berbagai elemen di Lampung.

“Kita harus menjaga keutuhan budaya kita sebagai identitas bangsa, sekaligus menjadikan tahun baru 2026, sebagai momentum untuk bekerja sama guna membangun daerah yang lebih sejahtera dan harmonis,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, siap untuk terus mendukung program pembangunan daerah dan meningkatkan peran tokoh adat serta masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kemajuan Lampung.

“Kita berharap tahun baru 2026, membawa berkah, kesehatan, dan keberhasilan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung. Mari kita jadikan setiap langkah kita untuk kemajuan bersama,” Tegas Nurullah.

(Tim Media Group PWDPI)