Beranda blog Halaman 390

KRYD, Sinergitas TNI – Polri, BNN di Medan Perangi Narkoba di Wilayah Jermal

0

Kompas.sbs Medan – Sinergitas personel TNI ,Polri dan BNN di Medan memerangi narkoba di wilayah kawasan Jermal ,Kecamatan Medan Denai, Sabtu 10 Januari 2026 pukul 21.00 WIB.

Dalam pelaksanaan personel gabungan melakukan penyisiran lokasi diduga peredaran narkoba di Jln. Jermal XV Ujung Medan,dibagi tiga .Untuk Tim I dipimpin Kasat Reserse Polrestabes Medan diikuti personel Kodim 0201/Medan,Denpom 1/5 Medan, BNN,Brimob,Reskrim dan petugas Satpol PP.

Dan untuk Tim 2 dipimpin Wakasat Narkoba Polrestabes Medan dan Tim 3
Jajaran Polsek melakukan patroli luar.

Sebelum menyambangi lokasi diduga peredaran narkoba,personel gabungan melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang di Tingkatkan (KRYD) di wilayah kota Medan dilaksanakan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat dan mngoptimalkan pengawasan di wilayah rawan kejahatan,khususnya mencegah peredaran narkoba.

“Kegiatan kita melayani masyarakat dalam rangka merubah lokasi ini, yang awalnya merupakan lokasi kartel dan perjudian terbesar agar dapat menjadikan situasi Kamtibnas yang aman dan kondusif. Malam ini kita lakukan misi kemanusiaan dalam waktu 10 hari kedepan dan akan di bagi menjadi 3 kelompok/tim ke lokasi yang di tentukan untuk melakukan pengecekan dan patroli,”ujar Kapolrestabes Medan
Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H ,Sabtu (10/01/2026).

Kehadiran Kodim 0201/Medan beserta Polrestabes Medan,BNN di tengah masyarakat untuk meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat, mengantisipasi potensi konflik sosial dan menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan ketertiban, serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan.

Turut hadir dilokasi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H,Kabag Ops Polrestabes Medan,AKBP Pardamean Hutahaean, S.H., S.I.K., Μ.Η, Wakapolrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, S.H., S.I.K., M.I.Kom,Kombes Pol Josua Tampubolon SH, MH dari BNNP Sumut, Kombes Pol. Dr. Bahtiar Marpaung, S.H., S.Sos., M.Hum,Penyidik Ahli Madya BNNP Sumut,Kombes Pol Charles P Sinaga (Kabid Berantas dan Intelijen).

Dari Kodim 0201/Medan Mayor Inf Fitriadi (Danramil 0201-13/PST,Kapten Czi Timbul Erwin Julianto Tobing (Plh. Pasi Ops Kodim 0201/Medan)Kapten Inf Sihombing (Plh. Danramil 0201-03/MD),
Jajaran PJU Polrestabes Medan,Jajaran Kapolsek Polrestabes Medan dan personel Kodim 0201/Medan sebanyak 34 personel.

Dalam pelaksanaan personel gabungan menyusuri lokasi diduga peredaran naoba tersebut.Terlihat petugas gabungan membakar gubuk-gubuk diduga tempat peredaran narkoba. (RP)

(Pendim Medan)

“Perlukah Polisi Dunia? Analisis Konseptual atas Intervensi Amerika Serikat dan Kedaulatan Negara”

0

_Oleh: Wilson Lalengke_

Jakarta – Dalam studi hubungan internasional, perdebatan mengenai peran negara besar sebagai “polisi dunia” terus mengemuka. Amerika Serikat, sejak berakhirnya Perang Dunia II, kerap menampilkan diri sebagai aktor dominan yang melakukan intervensi terhadap negara lain.

Dari penggulingan Saddam Hussein di Irak, intervensi di Libya dan Mesir, hingga keterlibatan dalam konflik di kawasan Arab, pola yang terlihat adalah keterlibatan Amerika dalam menentukan arah politik negara-negara yang dianggap bermasalah. Intervensi terbaru terhadap pemerintahan Nicolás Maduro di Venezuela memperkuat citra Amerika sebagai kekuatan yang merasa memiliki mandat global.

Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah konsep polisi dunia diperlukan? Dan, bagaimana implikasinya terhadap prinsip kedaulatan negara?

Secara normatif, Amerika Serikat membenarkan intervensinya dengan alasan keamanan global. Isu proliferasi senjata nuklir menjadi narasi utama dalam kasus Irak dan Iran. Selain itu, isu kriminal transnasional seperti narkotika, perdagangan manusia, dan penyelundupan dijadikan dasar legitimasi. Dengan dalih melindungi dunia dari ancaman besar, Amerika menempatkan dirinya sebagai aparat keamanan global.

Namun, analisis kritis menunjukkan bahwa intervensi tersebut tidak sepenuhnya murni demi kepentingan global. Faktor geopolitik, ekonomi, dan penguasaan sumber daya sering kali menjadi motivasi tersembunyi. Hal ini sejalan dengan pandangan realisme dalam hubungan internasional, yang menekankan bahwa negara bertindak berdasarkan kepentingan nasional dan distribusi kekuasaan, bukan semata-mata idealisme moral.

Konsep “polisi dunia” dapat dipahami melalui beberapa perspektif teoretis. Pertama, aliran realisme Kenneth Waltz menegaskan bahwa “each state pursues its own interests, however defined, in ways it judges best. Force is a means of achieving the external ends of states because there exists no consistent, reliable process of reconciling the conflicts of interest” [“Setiap negara mengejar kepentingannya sendiri, bagaimanapun definisinya, dengan cara yang dianggap terbaik. Kekerasan adalah sarana untuk mencapai tujuan eksternal negara karena tidak ada proses yang konsisten dan dapat diandalkan untuk mendamaikan konflik kepentingan tersebut”] (1). Dengan kata lain, intervensi adalah instrumen untuk mempertahankan kepentingan strategis.

Kedua, kaum liberalisme menyebutkan bahwa polisi dunia diperlukan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Intervensi dapat dibenarkan jika bertujuan melindungi hak asasi manusia dan mencegah konflik berskala besar.

Sementara itu, para pengusung teori konstruktivisme, seperti Hedley Bull mengingatkan “the idea that only states are entitled to use force in world politics has been the prevailing legal doctrine, but it has never been an exact reflection of reality” [Gagasan bahwa hanya negara yang berhak menggunakan kekuatan dalam politik dunia telah menjadi doktrin hukum yang berlaku, tetapi hal itu tidak pernah menjadi cerminan yang tepat dari kenyataan] (2). Peran polisi dunia dibentuk oleh norma internasional dan persepsi kolektif, bukan hanya hukum formal.

Secara ideal, dunia memang membutuhkan mekanisme untuk mencegah genosida, pelanggaran HAM berat, atau ancaman nuklir. Namun, masalah muncul ketika peran polisi dunia dijalankan secara sepihak oleh satu negara tanpa mandat kolektif. Hal ini menimbulkan ketidakadilan dan delegitimasi, karena keputusan intervensi lebih banyak didasarkan pada kepentingan politik negara tersebut.

Prinsip kedaulatan negara (sovereignty) merupakan fondasi hukum internasional. Setiap negara berhak mengatur urusan dalam negerinya tanpa campur tangan pihak luar. Namun, dalam praktiknya, kedaulatan sering dijadikan tameng oleh pemerintah untuk melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya. Ketika hak hidup manusia dicederai, apakah dunia harus diam demi menghormati kedaulatan?

Konsep Responsibility to Protect (R2P) yang diadopsi PBB pada 2005 memberikan jawaban. Dokumen resmi PBB menegaskan bahwa “the responsibility to protect embodies a political commitment to end the worst forms of violence and persecution” [“Tanggung jawab untuk melindungi mewujudkan komitmen politik untuk mengakhiri bentuk-bentuk kekerasan dan penganiayaan terburuk”] (3). R2P menekankan bahwa kedaulatan bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab. Jika sebuah negara gagal melindungi rakyatnya dari genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, atau kejahatan terhadap kemanusiaan, maka komunitas internasional memiliki kewajiban moral dan legal untuk bertindak.

Dalam konteks menyelamatkan umat manusia, peran polisi dunia menjadi relevan. Tanpa mekanisme global, dunia berisiko menjadi arena di mana pemerintah dapat bertindak sewenang-wenang tanpa konsekuensi.

Oleh karena itu, gagasan tentang polisi penyelamat manusia memiliki nilai moral yang kuat. Namun, agar tidak disalahgunakan, peran tersebut seharusnya dijalankan oleh lembaga internasional yang memiliki legitimasi kolektif, seperti PBB, bukan oleh satu negara secara unilateral.

Banyak negara mendukung konsep polisi dunia. Dengan demikian setiap pemerintahan lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam memperlakukan rakyatnya. Pemerintah tidak bisa lagi merasa bebas menindas atau mencederai hak hidup manusia, karena tindakan tersebut dapat memicu intervensi internasional.

Pemerintahan suatu negara harus menyadari bahwa rakyat bukanlah milik eksklusif sebuah negara, melainkan bagian dari komunitas global. Dengan kesadaran ini, pemerintah akan terdorong untuk lebih menghormati hak asasi manusia dan menjalankan pemerintahan yang adil.

Indonesia, misalnya, harus belajar dari pengalaman negara-negara yang menjadi target intervensi. Praktik hukum yang tidak manusiawi, pelanggaran HAM, atau kebijakan represif dapat menjadi alasan bagi dunia untuk turun tangan. Menjaga demokrasi, menegakkan keadilan, dan melindungi hak rakyat bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga strategi untuk menghindari tekanan internasional.

So, apakah polisi dunia diperlukan? Jawabannya bergantung pada bagaimana konsep tersebut dijalankan. Jika peran polisi dunia dijalankan secara sepihak oleh satu negara, maka yang terjadi adalah dominasi politik dan kepentingan ekonomi. Namun, jika dijalankan secara kolektif oleh lembaga internasional dengan mandat jelas, maka polisi dunia dapat menjadi mekanisme penting untuk melindungi umat manusia dari ancaman besar.

Kedaulatan negara tetap penting, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk menindas rakyat. Hak hidup manusia berada di atas kepentingan administratif sebuah negara. Ketika pemerintah mencederai hak tersebut, intervensi internasional dapat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab global. Dengan demikian, konsep polisi dunia bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan moral untuk memastikan bahwa rakyat di seluruh dunia terlindungi, bukan hanya oleh negaranya, tetapi juga oleh komunitas internasional. (*)

_Penulis adalah Petisioner HAM pada Komite Keempat Perserikatan Bangsa-Bangsa, Oktober 2025, lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari tiga universitas terkemuka di Eropa_

(1) Referensi: https://www.azquotes.com/author/48899-Kenneth_Waltz

(2) Referensi: https://www.goodreads.com/work/quotes/1767405-the-anarchical-society

(3) Referensi: https://r2pasiapacific.org/files/310/R2P_basic_information_english.pdf

Gagalkan Aksi Tawuran, Polsek Tanjung Morawa Amankan 7 Orang Remaja dan Barang Bukti

0

Kompas.sbs Tanjung Morawa – Sebanyak 7 orang remaja yang akan melakukan aksi tawuran diamankan Polsek Tanjung Morawa pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026 sekitar pukul 20. 15 WIB.

Adapun 7 (Tujuh) orang remaja laki laki yang sebelumnya diamankan oleh Polsek Tanjung Morawa berawal dari Polsek Tanjung Morawa menerima Laporan dari masyarakat bahwa akan ada aksi tawuran Antara Geng pada hari Sabtu Tanggal 10 Januari 2026 sekira Pukul. 20.15 Wib di Kec.Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang, mendapat laporan tersebut petugas langsung mendatangi TKP dan saat itu juga petugas mengamankan 7 (tujuh) orang anak pelajar dari salah satu geng disebuah warung dan kemudian petugas langsung melakukan penggeledahan serta menyusuri sekitar warung dan petugas mendapati 1 (satu) buah busur panah serta anak panah dan 1 (satu) buah potongan pipa berbentuk celurit.

Kemudian terhadap 7 pelaku dan barang bukti 1 ( Satu) buah busur panah, 1 (Satu ) buah potongan pipa berbentuk celurit dan 4 (empat) unit handpone diamankan dan dibawa Polsek Tanjung Morawa untuk dilakukan pembinaan.

Pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2026 sekira pukul 15.00 Wib Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik melakukan pembinaa terhadap 7 remaja tersebut yang dihadiri juga oleh Wakapolsek Tanjung Morawa Iptu Ferry LM, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Iptu Hotman Barus, S.H, Kepala Desa , guru Sekolah dan Kepala Dusun dan juga orang tua dari 7 pelajar tersebut.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si melalui Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik menyampaikan bahwa saat ini Polsek Tanjung Morawa sudah melakukan pembinaan terhadap 7 remaja yang akan melakukan aksi tawuran.

“Kita telah melakukan pembinaan terhadap 7 orang remaja tersebut dengan mengundang orang tua masing masing dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa dengan harapan bahwa pihak pihak terkait dapat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap remaja tersebut ” Ujar Kapolsek

Setelah melakukan pembinaan kepada 7 orang remaja tersebut kemudian remaja tersebut membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut diatas materai dan disaksikan langsung oleh Kapolsek Tanjung Morawa, pemerintah desa dan orang tua.

Usai dilakukan pembinaan olek Kapolsek Tanjung Morawa ke 7 remaja tersebut langsung di serahkan kepada orang tuanya masing masing dalam keadaan sehat. dengan harapan dapat berubah dan dapat melakukan kegiatan kegiatan yang positif serta mampu meraih cita citanya kedepan. (RP)

(Humas Polresta DS)

Kasad Tinjau Pembangunan Jembatan Armco di Hutanabolon, Tapanuli Tengah

0

Kompas.sbs Tapanuli Tengah — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung pembangunan Jembatan Armco di Kelurahan Hutanabolon, Kec Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (9/1/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana, mengingat jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai akses vital untuk memulihkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung percepatan bantuan kemanusiaan dan aktivitas masyarakat.

Kasad menyampaikan hingga saat ini TNI Angkatan Darat telah membangun 17 jembatan Bailey dengan target 40 unit. Sementara itu, jembatan Armco yang telah siap berjumlah 13 unit dan akan terus bertambah hingga mencapai 50 titik. Seluruh pembangunan dilakukan dengan perencanaan matang dan konstruksi yang kokoh agar mampu menopang kendaraan berat serta mendukung pemulihan fasilitas publik, termasuk sekolah dan sarana umum.

Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga mengerahkan 35 unit alat berat, termasuk 10 dump truk, guna mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kasad menegaskan bahwa percepatan pemulihan membutuhkan kerja keras, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat agar hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran.

Kasad juga menyampaikan perhatian Presiden RI terhadap percepatan rehabilitasi pascabencana. Menurutnya, fokus pemulihan tidak hanya pada pembangunan jembatan, tetapi juga perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah guna mendukung masyarakat kembali beraktivitas secara normal dan berkelanjutan. Seluruh program pemulihan tersebut diarahkan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan wilayah pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, Kasad didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Asintel Kasad, Aslog Kasad, Aster Kasad, Koorsmin Kasad, Sespri Kasad, ADC Kasad, serta pejabat utama Kodam I/BB, antara lain Irdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Aslog Kasdam I/BB, Kazidam I/BB, LO AU, Dandim 0201/Medan, Padal Pusziad, Waaster Kasdam I/BB, dan Pabandyamin Sinteldam I/BB. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Karang Taruna Berastagi : Selamat Atas Pelantikan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya

0

 

BERASTAGI KARO,Kompas.SBS| Karang Taruna Kecamatan Berastagi didampingi, Karang Taruna Desa Guru Singa, Karang Taruna Tambak Lau Mulgab I, Karang Taruna Tambak Lau Mulgab II, Karang Taruna Kelurahan Gundaling I , Karang Taruna Kelurahan Gundaling II, Karang Taruna Desa Doulu, Karang Taruna Desa Lau Gumba menghadiri Pelantikan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya Kecamatan Berastagi, Sabtu (10/01/2026) di Losd (Jambur) Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Dalam kesempatan ini dalam pelantikan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya ini, Karang Taruna Kecamatan Berastagi mendampingi Kepala Desa Raya dan juga menyerahkan Pataka Karang Taruna untuk dikibarkan di Desa Raya sampai ketingkat basis dusun.

Premi Sembiring STP selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, berharap kepada Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya agar bersama sama aktif, menjadi kontrol sosial di Kecamatan Berastagu, juga menjadi pelaku ekonomi kreatif dan juga ikut dalam aksi Bank Sampah yang sudah dibangun oleh Karang Taruna Kecamatan Berastagi.

Kami juga yakin di kepemimpinan Zepanya Ketaren didampingi Sekretaris Yogi Ketaren dan Bendahara Natasa Br Sinulungga mampu memperdayakan karang taruna serta berkarya untuk sebuah pembangunan dan kemajuan Desa Raya khususnya.

Premi Sembiring didampingi Bendahara Yoga Surbakti, dan pengurus lainnya juga mengatakan kalau sangat yakin Karang Taruna Desa Raya ini mendapat support dari Kepala Desa, BPD, Tokoh Masyarakat dan Orang tua Desa Raya, jadi kami yakin Karang Taruna Tunas Harapan akan bertunas dan mempunyai harapan yang kuat, seperti tema yang diusung : ” Pemuda Bersatu, Desa Maju Raya Sejahtera”.

Dalam kesempatan ini, Karang Taruna Kecamatan Berastagi mengucapkan banyak terimakasih atas undangan ini, kedepanya kita sama sama dan kerja sama dalam membangun Kecamatan Berastagi ini, bersatu dan kompak.”Bebernya.

Mewakili Karang Taruna Desa Daulu Kecamatan Berastagi, Ketua Paulus Kristian Ginting, mengatakan selamat buat Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya, saya mewakili Karang Taruna Desa Daulu, mari memupuk kebersamaan dan kerja keras.”Ujarnya.

Mewakili dari Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya mengatakan banyak terimakasih atas kehadiran dan motivasi Karang Taruna Berastagi dan Desa serta Kelurahan, disini kami berharap tetap bimbing kami, serta bila ada bantuan dari pusat, berikan juga sama kami.”Tutupnya.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

Kepengurusan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya Kecamatan Berastagi Periode 2025-2029 di Lantik

0

 

BERASTAGI KARO,Kompas.SBS| Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan merupakan organisasi plat merah yang menjadi wadah pengembangan generasi muda, dimana umur yang menjadi utama usia 13-45 Tahun, ditingkat desa/kelurahan untuk membangun kualitas, ketrampilan, dan karakter agar mamlu berkarya nyata dalam pembangunan, khususnya di bidang kesejahteraan sosial.

Salah satu desa yang terkenal dengan desa Seribu Bunga , yang berada di Kecamatan Berastagi mengukuhkan dan melantik kepengurusan Karang Tarunanya untuk periode 2025-2029, pada Sabtu, (10/01/2026) di Losd ( Jambur) Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya ini dilantik dan penyerahan SK oleh Kepala Desa Raya, Amanita Ketaren dan penyerahan pataka Karang Taruna oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, Premi Sembiring, STP.

Kepengurusan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya Kecamatan Berastagi Periode 2025-2029 ini dipimpin oleh Ketua Zepanya Ketaren, Sekretaris Yogi Ketaren dan Bendahara, Natasa Br Sinulingga, didampingi Wakil Ketua, Wakil Sekretaris dan Wakil Bendahara, dengan mengusung tema ” Pemuda Bersatu, Desa Maju, Raya Sejahtera”.

Usai dilantik dan penyerahan Pataka Karang Taruna, kata sambutan Ketua Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya, Zepanya Ketaren, mengatakan terimakasih atas amanah yang diberikan, kami akan membesarkan karang taruna sampai ketingkat dusun, dan kami akan berusaha untuk terus berkembang, kami juga tidak anti kritik dan siap menerima masukan dan ide ide dari manapun khususnya Orang tua kami, Kepala Desa Kami, dan juga Karang Taruna Kecamatan Berastagi.” Ungkapnya.

Kepala Desa Raya, Amanita dalam sambutannya mengatakan, selamat atas pelantikan kepengurusan yang baru, Karang Taruna adalah sosok wadah organisasi sosial yang membantu pemerintah dan kemajuan desa, karang taruna adalah anak kami didalam pemerintahan yang bersinergi menjadi kontrol sosial dan juga membantu dalam sebuah gerakan pembangunan, menjadi garda terdepan dalam sebuah aksi sosial.” pungkasnya.

Sementara Kata Sambutan yang mewakili Ketua BPD Desa Raya, Sibuk Ketaren mengatakan hal yang sama, Karang Taruna juga sudah menjadi salah satu lembaga di Desa, selamat buat kalian semua pengurus yang sudah dilantik, Tuhan Memberkati, dan kedepannya kita sama sama dalam menyukseskan pembangunan di Desa Raya ini.” Ujarnya.

Kita harus mengetahui apa fungsi kita, Karang Taruna Desa yang pertama, kalian harus hadir bila mana ada undangan suka maupun duka di Desa kita, peran karang taruna sangat diharapkan.” Katanya.

Kata sambutan dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, Premi Sembiring STP, mengatakan selamat atas kepemimpinan Karang Taruna yang baru, kami siap bersinergi dan juga siap berkaloborasi dengan Karang Taruna Tunas Harapan Desa Raya ini, kami yakin Karang Taruna ini sangat disayangi oleh Bapak Kepala Desa, jadi teruslah berkembang dan berkarya, Karang Taruna ini bukan hanya melakulan kegiatan sekali setahun, tapi bisa melakukan kegiatan setiap saat, ikut membangun perekonomian, menjadi pemuda kreatif dan inovatif serta ikut dalam menyukseskan pembangunan desa.

Karang Taruna Berastagi sudah mempunyai Bank Sampah, dalam hal ini nanti kami juga siap bekerja sama dan mengajak Karang Taruna Desa Raya ini dalam penanganan sampah, agar Desa kita ini sudah menyayangi sampahnya dan tercipta kebersihan yang tersendiri, dan sampah juga sudah bermanfaat.” Jelasnya.

Dalam pantauan Media Kompas.SBS, pelantikan karang taruna Tunas Harapan ini sukses dan dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna Kecamatan Berastagi, mewakili Polsek Berastagi, mewakili Danramil dan undangan lainnya, serta dimeriahkan oleh hiburan serta bitang tamu penyanyi Karo, Gurki Sembiring dan Ibe Br Tarigan.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

Gotong Royong Warga Lingkungan V Beringin Antisipasi Banjir Sebelum Terlambat

0
oppo_2

Langkat – Kompas.SBS
Minggu, 11 Desember 2025, warga Lingkungan V Beringin, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, melaksanakan kegiatan gotong royong secara massal.

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan dan penebangan pohon yang berpotensi mengganggu saluran air, demi mencegah banjir saat musim hujan tiba.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Lingkungan V Beringin, Bapak Makmur, Ketua RT Blok D Lingkungan V Beringin, Bapak Abdul Murad Lubis, Babinkamtibmas Aiptu Bastian, Banbinsa Sertu Firman, serta sejumlah warga masyarakat.

Antusiasme warga terlihat luar biasa mereka bekerja sama dengan semangat tinggi karena khawatir hujan deras bisa memicu banjir di wilayah mereka.

Kebersamaan semakin terasa ketika sebagian warga mengantarkan makanan dan minuman bagi yang sedang bekerja. Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat mengutamakan solidaritas, sekaligus menunjukkan kepemimpinan Bapak Kepala Lingkungan yang arif dan bijaksana dalam memobilisasi warga.

Ketua RT Blok D, Bapak Abdul Murad Lubis, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Banbinsa Sertu Firman dan Babinkamtibmas Aiptu Bastian. Kedua aparat tersebut memberikan arahan serta bantuan krusial saat penebangan pohon kelapa, sehingga pohon tersebut tumbang tanpa merusak bangunan sekitar.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Bapak H. Budi Matondang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya warga Lingkungan V Beringin yang begitu semangat dan antusias. Kegiatan gotong royong ini berlangsung aman dan lancar hingga pukul 11.45 WIB tanpa hambatan apapun.

Gotong royong seperti ini tidak hanya mencegah potensi bencana, tapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjadi contoh positif bagi lingkungan lainnya di Kecamatan Stabat.

Reporter Warianto

Gudang Penimbunan CPO Ilegal Di Galang Sei Pinyuh : Polda Harus Tangkap Pelaku

0
Oplus_16908288

Kalbar, Mempawah: Publik sorot tajam gudang penimbunan crude palm oil (CPO) ilegal di Galang Jalan Sungai Pinyuh Mempawah. Lokasi yang dianggap strategis untuk urusan seludup menyeludup minyak BTS tersebut terus berjalan aman dan lancar.

” Mereka kerap bongkar muat CPO pada siang hingga malam hari. Barang gelap tersebut diduga berasal dari kendaraan tangki milik perusahaan, selanjutnya dipindahkan ke bak penampungan yang ada di dalam gudang. Kami yakin para pemain belakang tidak memiliki izin resmi dari pemerintah, ” ungkap warga sekitar yang minta namanya dirahasiakan.

Operasi embat mengembat ini, tambahnya, terkadang berlangsung dua kali dalam seminggu dengan kapasitas mencapai ribuan liter dan di lego kembali sesuai pesanan pembeli luar. Meskipun praktek itu sudah lama berjalan, tetapi pihak Polres belum ada yang nongol.

Ia berharap APH bergerak cepat, terjun kelokasi dan menangkap para pelaku yang piawai menggunakan jurus hilang dan lempar batu sembunyi duit, sesuai instruksi Kapolda Kalbar agar memberantas bentuk kegiatan ilegal apapun.(007/Danil.A)

Kodim 0201/Medan Turut Bersihkan Kampung Narkoba dan Judi Jermal, Barak Dihancurkan dan Dibakar

0

Kompas.sbs Medan — Komando Distrik Militer (Kodim) 0201/Medan turut ambil bagian dalam pembersihan kawasan kampung narkoba dan judi di wilayah Jermal, Kecamatan Medan Denai, Sabtu (11/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bentuk perang terbuka terhadap peredaran narkoba dan praktik perjudian yang telah lama meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan personel gabungan dikerahkan dan mengikuti apel KRYD di salah satu lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai barak narkoba. Apel gabungan ini melibatkan unsur TNI dari Kodim 0201/Medan, Polri, Satpol PP, serta unsur pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.

Usai apel, personel gabungan langsung bergerak melakukan penertiban dan pembongkaran barak-barak liar yang selama ini dijadikan tempat transaksi, penyalahgunaan narkoba, serta aktivitas perjudian. Sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di kawasan tersebut diratakan dan dimusnahkan.

Personel Kodim 0201/Medan terlihat aktif dalam proses pembongkaran hingga pembakaran barak narkoba. Barak-barak yang selama ini menjadi sarang pengguna dan pengedar narkoba dihancurkan agar tidak lagi dapat digunakan. Tindakan tegas ini menjadi simbol bahwa tidak ada toleransi terhadap kejahatan narkoba dan judi di wilayah Kota Medan.

Menurut keterangan di lapangan, lokasi tersebut sudah lama menjadi tempat berkumpulnya para pecandu narkoba dan pemain judi, bahkan dinilai membahayakan generasi muda di sekitarnya. Keberadaan barak narkoba itu juga disebut telah merusak tatanan sosial serta menimbulkan rasa tidak aman bagi warga.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen TNI bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk membersihkan wilayah dari narkoba dan judi. Tidak boleh ada ruang bagi perusak masa depan bangsa,” ujar salah satu perwira Kodim 0201/Medan di sela kegiatan.

Warga sekitar pun menyambut baik langkah tegas aparat. Mereka berharap pembersihan ini tidak hanya bersifat sementara, namun diikuti dengan pengawasan berkelanjutan agar kawasan Jermal benar-benar terbebas dari narkoba dan perjudian.

Dengan diratakannya barak-barak narkoba tersebut, aparat menegaskan bahwa perang terhadap narkoba bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Brimob Polda Sumut Terus Bergerak Pulihkan Kehidupan Warga Pascabencana di Batang Toru

0

Kompas.sbs Tapanuli Selatan – Komitmen Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dalam menjalankan misi kemanusiaan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di wilayah terdampak bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui personel Batalyon C, Brimob Polda Sumut melaksanakan kerja bakti sinergitas dalam rangka penanggulangan bencana sebagai upaya berkelanjutan memulihkan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, berlokasi di Desa Huta Godang dan Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Peleton Penugasan IPTU Deny Lius Tarigan, S.H., yang turut mengoordinasikan personel di lapangan dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.

Dalam kegiatan tersebut, personel Batalyon C melanjutkan pembersihan satu unit rumah warga dan sumur rumah yang terdampak material pasir, kayu, dan batu akibat banjir bandang. Tidak hanya itu, Brimob Polda Sumut juga melaksanakan pembuatan MCK untuk rumah ibadah (masjid), penggalian sumur untuk kebutuhan umum, serta pembuatan ball tank air guna mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Adapun objek kegiatan meliputi rumah dan sumur milik Bapak Sekemendi Manalu, serta pembangunan MCK di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah. Seluruh kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara layak pascabencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti sanitasi dan air bersih.

Pembersihan rumah Bapak Sekemendi Manalu dipimpin oleh Aipda Leo Simanjuntak dengan melibatkan 7 personel. Hingga saat ini, proses pembersihan lumpur dan pasir di bagian dalam dan luar rumah telah mencapai sekitar 70 persen, dan akan terus dilanjutkan hingga tuntas.

Sementara itu, penggalian sumur untuk umum dan pembuatan ball tank air dipimpin oleh Briptu Jose Batubara bersama 5 personel. Proses pengerjaan berjalan aman dan lancar dengan capaian pekerjaan sekitar 74 persen, yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Untuk pembuatan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, kegiatan dipimpin oleh Bripka Arief Lubis dengan 3 personel, dan hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 30 persen. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kebersihan dan kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah.

Selain itu, personel Brimob juga melaksanakan pengurasan air sumur warga milik Bapak April Manalu yang terdampak lumpur akibat banjir bandang. Kegiatan yang dipimpin oleh Brigpol Rocky Aritonang bersama 3 personel ini berhasil diselesaikan, sehingga air sumur yang sebelumnya keruh dan berbau dapat kembali digunakan. (RP)