Beranda blog Halaman 366

Keuchik Gampong Bateshoek Gandeng Duta Lingkungan Sabang : Perkuat Aksi Nyata Jaga Linkungan | Kompas.SBS.

0

Keuchik Gampong Batee Shok Gandeng Duta Lingkungan Sabang, Perkuat Aksi Nyata Jaga Lingkungan dan Ketahanan Sumber Daya Air

Media Kompas.sbs.-Wilayah Aceh

KOMPAS.SBS.-NEWS | SABANG-ACEH —23 JANUARI 2026-Pemerintahan Gampong Batee Shok mengambil langkah strategis dalam memperkuat perlindungan lingkungan hidup dengan menerima kunjungan silaturahmi Duta Lingkungan Kota Sabang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah gampong dan generasi muda dalam merespons isu lingkungan yang semakin krusial dan aktual.

Pertemuan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, namun diisi dengan dialog konstruktif mengenai kondisi lingkungan terkini di Gampong Batee Shok. Keuchik bersama aparatur gampong membuka ruang diskusi terkait tantangan pelestarian lingkungan, khususnya yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan sumber daya air sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Keuchik Gampong Batee Shok bersama para Duta Lingkungan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi lingkungan gampong. Peninjauan ini difokuskan pada sejumlah titik yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian sumber air, sekaligus sebagai upaya pemetaan awal terhadap potensi dan ancaman lingkungan yang ada.

Keuchik Gampong Batee Shok,Ridwan Nasution,Menegaskan bahwa isu lingkungan saat ini tidak bisa ditunda dan harus ditangani secara kolaboratif.

“Perubahan lingkungan dan ancaman terhadap sumber air adalah persoalan nyata yang kita hadapi hari ini. Karena itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan Duta Lingkungan sebagai mitra strategis dalam menjaga alam Batee Shok,” tegas Keuchik.

Dalam momentum tersebut, Pemerintahan Gampong Batee Shok secara resmi menyatakan komitmen bersama Duta Lingkungan Kota Sabang untuk membangun kolaborasi berkelanjutan, yang berorientasi pada aksi nyata. Fokus kerja sama meliputi edukasi lingkungan, penguatan kesadaran masyarakat, hingga upaya perlindungan sumber daya air agar tetap lestari dan berkelanjutan.

Para Duta Lingkungan Kota Sabang menyampaikan kesiapan mereka untuk berperan aktif dalam berbagai program berbasis masyarakat, mulai dari kampanye sadar lingkungan, kegiatan bersih gampong, hingga edukasi tentang pentingnya menjaga daerah resapan air dan ekosistem alam.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi model gerakan lingkungan di tingkat gampong, di mana keterlibatan generasi muda menjadi motor penggerak perubahan. Dengan semangat gotong royong, Gampong Batee Shok optimistis dapat menjaga kualitas lingkungan sekaligus menjamin ketersediaan sumber daya air bagi generasi sekarang dan masa depan.

Melalui langkah ini, Pemerintahan Gampong Batee Shok menegaskan komitmennya untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan gampong yang berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan di era saat ini.

~Reporter Pers Kompas.sbs.-Aceh -NOVI KARNO 

“MAI Medan dan Diskop UKM Bersinergi Perkuat Zonasi Pedagang Kaki Lima”

0

Kompas.sbs | Medan – Dewan Pimpinan Cabang Macan Asia Indonesia (DPC MAI) Kota Medan dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kota Medan sepakat menjalin sinergi strategis untuk memperkuat sistem zonasi pedagang kaki lima (PKL). Kerja sama ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berusaha bagi pelaku UMKM termasuk angkringan, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kesepakatan ini mengemuka dalam audiensi di Kantor Diskop UKM Medan pada Jumat (23/1/2026). Plt Sekretaris Diskop UKM Rudi F. Lubis, mewakili Plt. Kadis Dr. Drs. Citra Effendi Capah, M.S.C., menyambut langsung jajaran pengurus MAI yang dipimpin ketuanya, Suwarno, S.E., M.M., didampingi Sekretaris Zullifkar AB, S.T., Bendahara Said Ilham Assegaf, S.H., M.I.Kom., Kabid Politik dan Pemerintahan Susilo, serta Kabid Hukum dan Advokasi Andrean F. Situmorang, S.H.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MAI Medan Suwarno menekankan komitmen organisasinya mendukung program Pemko Medan, khususnya terkait penerapan Perda Kota Medan No. 5 Tahun 2022 tentang Penetapan Zonasi Aktivitas PKL. “Para pelaku UMKM dan angkringan membutuhkan kepastian hukum agar dapat berjualan dengan nyaman tanpa melanggar aturan,” ujar Suwarno.

Ia menegaskan, pihaknya mendorong regulasi zonasi yang tidak hanya kondusif bagi kepastian usaha di area strategis seperti Petisah, kawasan Kesawan maupun lokasi lainnya, tetapi juga mampu meningkatkan potensi PAD Kota Medan.

Menanggapi hal ini, Rudi sepakat bahwa hal tersebut sangat krusial untuk kenyamanan berusaha dan potensi retribusi daerah. Ia juga memastikan hasil pertemuan disampaikan ke pimpinan untuk dibahas lebih mendalam, termasuk disinergikan dengan Dinas Pariwisata maupun Satpol PP.

“Ini ide yang sangat menarik, dan pasti kami support, termasuk kerja sama pelaksanaan Rumah Pangan Murah (RPM) antara MAI Medan dengan Diskop UKM dalam menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026,” terang Rudi.

Dijelaskan Suwarno, kegiatan RPM merupakan salah satu program prioritas organisasi. Saat ini, program tersebut telah hadir di 15 kecamatan Kota Medan. “Kita terus mengembangkan program ini hingga hadir di 21 kecamatan dan 151 kelurahan. Karenanya, sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), tidak hanya memberikan manfaat lebih dan memudahkan masyarakat mengakses kebutuhan pangan pokok dengan harga murah dan terjangkau, tetapi juga membantu pemerintah kota dalam menekan lonjakan inflasi menjelang hari besar keagamaan,” ungkap Suwarno.

Di akhir pertemuan, Rudi juga memaparkan rencana Diskop UKM untuk membuka akses pasar melalui pameran UMKM yang bersifat temporer dengan memanfaatkan momen hari besar. “Ada sekitar 2.000 binaan kami yang akan dilibatkan. Pemerintah memfasilitasi tempat secara non-budgeter, dan pelaku UMKM yang mengisi kegiatannya. Kami juga mengajak binaan MAI Medan untuk ikut serta,” ungkapnya.

Begitu juga terkait langkah konkret mendapatkan bantuan sarana prasarana, Rudi menyarankan agar para pelaku UMKM binaan MAI membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Kelompok ini nantinya perlu didaftarkan melalui surat keterangan lurah dan mengajukan proposal kepada Diskop UKM Kota Medan.

“Bantuan yang kami berikan bukan berupa uang tunai, melainkan barang atau sarana usaha sesuai kebutuhan yang diajukan dalam proposal,” pungkas Rudi.

(Sumber: Humas MAI Medan)

Camat Balongan Bersama UPTD Pertanian, Tinjau Lahan Pertanian Terendam Banjir

0

Indramayu, Kompas.sbs — Musim tanam padi di wilayah Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengalami kendala karena faktor curah hujan tinggi mengakibatkan lahan pertanian yang siap tanam terendam banjir.

Kondisi ini berdampak pada sejumlah petani penggarap tanam padi di Kecamatan Balongan yang tengah memasuki masa tanam pada musim Rendeng. Sepuluh desa yang berada di wilayah Kecamatan Balongan hampir seluruhnya lahan sawah yang siap tanam mengalami banjir yang di sebabkan karena intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi.

Untuk mengatasi banjir, pemerintah kecamatan bersama instansi UPTD Pertanian Balongan berupaya menanggulangi dampak banjir dengan mengintesipkan serta terus memantau debit air yang berada di pintu air serta menyulusuri aliran irigasi yang mampet akibat sumbatan sampah agar air bisa mengalir ke Ilir.

Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo bersama Sekmat, Dasuki didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, melalui UPTD Pertanian Kecamatan Balongan meninjau langsung di beberapa lahan sawah yang terdampak banjir.

Ade Sukma Wibowo mengimbau, kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap curah hujan yang mungkin masih berlangsung hingga bulan Februari kedepan.

“Kami dari Forkopimpcam Balongan akan terus memantau perkembangan cuaca extrim yang sewaktu-waktu hujan akan tetap turun disertai angin kencang”, ucapnya, Jumat (23/01/2026).

Ade Juga menegaskan curah hujan di sertai angin kencang berpotensi terhadap pohon tumbang serta rawan terjadi angin puting beliung.

“Kepada seluruh masyarakat Kecamatan Balongan agar tetap berhati-hati serta laporkan kepada pemerintah setempat jika memang ada kerusakan rumah atau pohon tumbang yang mengganggu aktivitas masyarakat agar segera ditindaklanjuti”, pitannya.

Terpisah, Lia Fitriyani selaku kepala UPTD pertanian Kecamatan Balongan manyampaikan, sebanyak 195 hektar lahan sawah yang terendam banjir di 10 desa yang berada di kecamatan Balongan yang sudah memasuki masa tanam.

Lia juga mengatakan hal ini disebabkan oleh curah hujan yang sampai saat ini masih berlangsung, namun potensi gagal panen diperkirakan masih belum mengalami dikarenakan sebagian petani belum melakukan penanaman padi secara keseluruhan.

“Kami merespon cepat aduan para petani dan kami pun meninjau langsung lahan-lahan yang terdampak banjir akibat turun hujan, serta memberikan edukasi kepada para petani tetap semangat dan beriktiar dikarenakan ini adalah faktor alam”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar terus memberikan informasi update data terkini tentang cuaca extrim yang saat ini masih terjadi.

“Cuaca extrim dengan curah hujan akan terus berlangsung dan diperkirakan hingga bulan Februari 2026 kedepan. Saya berharap para petani tetap berupaya membuka dan membersihkan saluran air yang tersumbat baik oleh sampah maupun tanah yang diakibatkan terbawa oleh air hujan”, Pungkasnya.

Saimin

Bhabinkamtibmas Polsek Balongan Turun ke Desa, Bangun Komunikasi Bersama Pemerintah dan Insan Media

0

Indramayu, Kompas.sbs – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Kepolisian hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan sambang dan dialog kamtibmas yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Balongan Polres Indramayu Polda Jabar, Aiptu Rusdi, di Kantor Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Rusdi berdialog langsung dengan kepala desa, perangkat desa, serta sejumlah insan media.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, membahas berbagai isu terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi menjelaskan, kegiatan sambang ini merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas hadir untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sekaligus mendengar masukan dan aspirasi dari pemerintah desa maupun elemen masyarakat lainnya,” ujar AKP Dedi Wahyudi.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.

Media diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi yang edukatif, menyejukkan, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas, seperti kejahatan konvensional, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta isu-isu sosial yang dapat memicu konflik.

AKP Dedi Wahyudi berharap, melalui kegiatan sambang dan dialog kamtibmas yang rutin dilakukan, terbangun kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polisi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui kerja sama dan komunikasi yang baik antara polisi, pemerintah desa, media, dan masyarakat,” katanya.

Kegiatan sambang ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, sekaligus memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Indramayu. Pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera melapor melalui Call Center 110 atau layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp di nomor 0819-9970-0110,” tutup AKP Tarno.

Saimin

0

Bhabinkamtibmas Polsek Balongan Turun ke Desa, Bangun Komunikasi Bersama Pemerintah dan Insan Media

Indramayu, Kompas.sbs – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Kepolisian hingga tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan sambang dan dialog kamtibmas yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Balongan Polres Indramayu Polda Jabar, Aiptu Rusdi, di Kantor Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jumat (23/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Rusdi berdialog langsung dengan kepala desa, perangkat desa, serta sejumlah insan media.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, membahas berbagai isu terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi menjelaskan, kegiatan sambang ini merupakan bagian dari pendekatan preventif kepolisian dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas hadir untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, sekaligus mendengar masukan dan aspirasi dari pemerintah desa maupun elemen masyarakat lainnya,” ujar AKP Dedi Wahyudi.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan media memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan.

Media diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi yang edukatif, menyejukkan, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan pentingnya peran aktif semua pihak dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas, seperti kejahatan konvensional, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta isu-isu sosial yang dapat memicu konflik.

AKP Dedi Wahyudi berharap, melalui kegiatan sambang dan dialog kamtibmas yang rutin dilakukan, terbangun kesadaran bersama bahwa keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polisi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif melalui kerja sama dan komunikasi yang baik antara polisi, pemerintah desa, media, dan masyarakat,” katanya.

Kegiatan sambang ini menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam rangka memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, sekaligus memperkuat situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Indramayu. Pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, masyarakat dapat segera melapor melalui Call Center 110 atau layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp di nomor 0819-9970-0110,” tutup AKP Tarno.

Saimin

Pertani Sabang Terima Bantuan Pompa air : Walikota : Manfaatkan Secara Optimal | Kompas.SBS.-News

0

Petani Sabang Terima Bantuan Pompa Air, Wali Kota: Manfaatkan Secara Optimal

MediaKompas.sbs.-Wilayah Aceh
KOMPAS.SBS.-NEWS | SABANG ACEH | Petani di Kota Sabang menerima bantuan lima unit mesin pompa air dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Jumat (23/1).

Wali Kota Sabang, Zulkifli H.Adam,Mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang disinergikan dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kota Sabang.

“Alhamdulillah, bantuan dari kementerian telah kita serahkan. Saya berharap pompa air ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, khususnya untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian. Alat ini agar dijaga dan dirawat bersama, sehingga benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” ujar Wali Kota Sabang.

Bantuan yang disalurkan berupa pompa air ukuran tiga inci untuk lima kelompok tani yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukajaya dan Sukamakmue.
Di Kecamatan Sukajaya, bantuan disalurkan kepada kelompok tani dari wilayah Cot Abeuk, Kelompok Tani Mesjid, serta Balohan, yakni Kelompok Tani Beuna Usaha dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Sementara di Kecamatan Sukamakmue, bantuan diberikan kepada kelompok tani dari Gampong Paya Seunara, yaitu Kelompok Tani Setia Kawan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Cot Klah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri menjelaskan penetapan kelompok penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil survei dan rekomendasi pihaknya agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

“Semoga lima kelompok yang menerima pompa air ini benar-benar dapat memperhatikan dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pompa air ini sangat dibutuhkan, terutama untuk pengembangan padi gogo yang sistem tanamnya berbeda karena keterbatasan lahan sawah, sehingga air harus dipompa dari bawah ke atas. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di Kota Sabang,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang akan membentuk tim survei lanjutan untuk memastikan bantuan berikutnya diterima oleh kelompok tani yang benar-benar layak. Meski sebagian penerima merupakan petani perkebunan, program ini tetap diarahkan pada penguatan ketahanan pangan melalui penanaman komoditas pangan.

Pemerintah Kota Sabang juga berharap dukungan dari Kementerian Pertanian dapat terus berlanjut dan meningkat ke depan, mengingat berbagai usulan telah disampaikan sesuai arahan Wali Kota Sabang dan kini tinggal menunggu tindak lanjut dari pihak kementerian.

~Reporter Pers Kompas.SBS.-Aceh -Novi Karno 

Jurnalis Aceh Turun Kelapangan : Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pascabanjir | Kompas.SBS.-News

0

Mulai Pekan Depan, Ratusan Jurnalis Aceh Turun Lapangan Kawal Rehab Rekon Pascabanjir

MediaKompas.sbs.-Wilayah Aceh

KOMPAS.SBS.-NEWS | ACEH — Jumat, 23 Januari 2026
Memasuki fase krusial penanganan pascabanjir Aceh yang terjadi pada 26 November 2025, Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pascabanjir Aceh memastikan akan mulai pekan depan melakukan observasi dan investigasi langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai wujud peran aktif jurnalis dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

Ketua Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Aceh, Masri, menyampaikan bahwa kegiatan observasi dan investigasi lapangan dijadwalkan berlangsung mulai 26 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan ratusan jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Aliansi Pers.

“Mulai pekan depan kami akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan investigasi di sejumlah daerah terdampak banjir, meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bener Meriah,” ujar Masri, Jumat (23/1/2026).

Masri menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai aduan, informasi, dan keluhan masyarakat korban banjir yang selama beberapa pekan terakhir diterima Aliansi Pers. Seluruh laporan tersebut telah dikompilasi dan dikaji sebagai dasar pelaksanaan investigasi lapangan.

“Dalam dua pekan terakhir kami menerima banyak laporan dari masyarakat terdampak. Data dan informasi tersebut kami himpun sebagai bahan awal, dan insya Allah sekitar 100 lebih jurnalis akan terlibat langsung dalam investigasi lapangan,” ungkapnya.

Selain menindaklanjuti keluhan korban, Aliansi Pers juga ingin memperoleh gambaran faktual terkait progres penanganan pascabanjir yang telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Fokus pengamatan meliputi sistem pendataan korban, pembangunan hunian sementara, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana progres penanganan di lapangan, mulai dari pendataan korban, pembangunan rumah sementara, hingga pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan mendesak lainnya,” jelas Masri.

Ia menegaskan, seluruh rangkaian observasi dan investigasi akan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan imparsialitas. Hasil investigasi tersebut akan dikaji secara komprehensif sebelum dipublikasikan dan disampaikan sebagai rekomendasi kepada pihak terkait.

“Proses observasi dan investigasi akan kami lakukan secara profesional dan objektif. Setelah melalui kajian mendalam, hasilnya akan kami diseminasi melalui berbagai platform media serta kami rekomendasikan kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan evaluasi,” tutup Masri.

~Reporter Pers Kompas.sbs.-Aceh (Novi Karno)

Perkuat Ekonomi Petani : WaliKota Sabang Serahkan Bantuan Alat Pertanian | Kompas.SBS.-News

0

Perkuat Ekonomi Petani, Wali Kota Sabang Serahkan Bantuan Alat Pertanian Di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan kota Sabang

MediaKompas.sbs.-Wilayah Aceh

KOMPAS.SBS.-NEWS | SABANG-ACEH, Jumat, 23 Januari 2026 — Upaya nyata memperkuat perekonomian petani dan ketahanan pangan daerah kembali diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan sarana pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, kepada kelompok tani dari Gampong Balohan, Cot Abeuk, dan Paya Seunara, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Jumat pagi (23/1), pukul 08.30 WIB.

Program bantuan ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi kerja petani, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor pangan.

Kehadiran alat pertanian modern diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen petani di tingkat gampong.

Dalam Kesempatan Itu , Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam,Menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar penyerahan peralatan, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan stabilitas ekonomi lokal.

“Alat pertanian ini harus menjadi penggerak peningkatan produksi dan pendapatan petani. Jika dikelola dengan baik dan digunakan secara kolektif, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh ekonomi keluarga dan gampong,” ujar Zulkifli.

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Ketua DPD Tani Merdeka Kota Sabang, Andriansyah, mantan Pj Keuchik Gampong Bateshoek, Mansyur, serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, S.E., M.A.P., beserta jajaran. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi tani, dan tokoh masyarakat dalam mengawal pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, S.E., M.A.P., Menyampaikan bahwa bantuan dari Kementerian Pertanian telah disesuaikan dengan kebutuhan riil kelompok tani penerima. Selain itu, pihaknya akan melakukan pendampingan teknis secara berkelanjutan agar seluruh peralatan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Penyerahan bantuan ditandai secara simbolis oleh Wali Kota Sabang kepada perwakilan kelompok tani dan disaksikan oleh para undangan. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari para petani.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Sabang menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

~Reporter Pers Kompas.sbs.-Aceh (Novi Karno 

POLA Gelar Audiensi Dengan Kajari Kota Bitung, Ini Kata Puboksa Hutahean.

0

Kota Bitung, Kompas –Tanpa Kenal Lelah dan tak patah semangat dalam menjalankan tugas untuk mempererat tali silaturahmi di tahun 2026 ini.

Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama Dan Budaya (POLA) Menggelar Audiensi dan Silaturahmi di hari ke 2 yang berlangsung di kejaksaan negeri bitung.

 

Kedatangan Persatuan Organisasi Lintas Adat Agama Dan Budaya di Pimpin langsung oleh ketua umum Puboksa Hutahean Di dampingi Ketua-ketua Ormas yang tergabung di dalamnya sebanyak 35 Ormas.

 

Audiensi dan Silahturahmi di sambut hangat oleh Kepala kejaksaan negeri bitung Krisna Promono, SH, di dampingi pegawai kejaksaan negeri bitung yang bertempat di ruang pertemuan Kantor Kejari Bitung, tepatnya di lokasi Kelurahan Bitung Barat II, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Jumat (23/1/2026) Pukul 10.00 Wita.

 

 

Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara Kejaksaan Negeri Bitung dengan elemen masyarakat sipil

 

Dalam Audiensi Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahaean, menyampaikan bahwa saat ini POLA menaungi sekitar 35 organisasi lintas adat, agama, dan budaya.

 

Kegiatan silaturahmi ini, kata Beliau, merupakan bentuk komitmen POLA untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

 

“Sebelumnya kami telah melakukan silaturahmi dengan Polres, Dandim, Satrol dan instansi terkait lainnya. Kunjungan ini semata-mata untuk menjalin silaturahmi agar POLA benar-benar menjadi organisasi yang baik dan bermanfaat ke depan,” Ucap Ketum

 

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru kepada jajaran Kejaksaan Negeri Bitung atas nama seluruh anggota POLA.

 

Selain itu, POLA berharap mendapatkan arahan dan petunjuk dari Kejari Bitung terkait peran dan kontribusi organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas Kota Bitung ke depannya,” Tutup Puboksa Hutahean.

 

Kemudian Juga Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Krisna Promono, SH, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum POLA beserta seluruh organisasi masyarakat yang hadir.

 

“Kami jajaran Kejaksaan Negeri Bitung mengucapkan selamat datang kepada Ketua Umum POLA dan seluruh perwakilan ormas. Kami berharap POLA dapat mendukung tugas-tugas Kejaksaan serta bersama-sama berkontribusi bagi masyarakat Kota Bitung,” Ucap Kajari bitung

 

Ia menegaskan bahwa setiap masukan yang disampaikan oleh POLA dan masyarakat Kota Bitung.

 

“Yah, tentunya akan menjadi bahan koordinasi pihak Kejaksaan dengan pimpinan, demi terciptanya sinergi yang baik antara aparat penegak hukum dan organisasi masyarakat di kota Bitung,” pungkas Krisna Promono, SH,

 

Kegiatan audiensi dan Silahturahmi di lanjutkan dengan foto bersama Antara Kajari Kota Bitung dan Ketua Umum Pola di dampingi Ketua-ketua Ormas Maupun insan Pers Kota Bitung.

Kalau P3-TGAI Menyimpang : Yang Salah Itu Menteri, Kejaksaan Dan Polda Kalbar, Karna Mereka Diam

0
Oplus_16908288

Kalbar: Ribuan Paket P3-TGAI yang tersebar di Kabupaten se Kalimantan Barat menjadi perbincangan negatif diberbagai tempat. Bukan cuma soal penyimpangan tetapi cerminan kualitas, kwantitas maupun bayaran pendamping yang nilainya jumbo banget, juga ikut jadi tema hangat omongan publik.

” jujur jak bro, proyek basah kuyup irigasi ini, potensi kolusinya memang cukup tinggi. Pasalnya banyak celah-celah can tepi yang mudah untuk dimainkan. Apalagi mayoritas, lokasinya sulit dijangkau mata umum, otomatis lah peluang kearah itu terbuka lebar, ” kata pengopi kepada teman sebelahnya, di warkop Time Jalan Hijas Pontianak.

Wujud praktek kong kali kong tersebut, lanjutnya, yang paling gampang dilakukan, pinjam kop surat Kelompok Tani, tanda tangan dan fee Ketua Gapoktani, upah borongan kerjaan, ketebalan volume serta bayangan pelaksana.

” Dalam satu proyek P3-TGAI, misalnya Rp. 150 juta. Kan bisa saja yang garap fihak ketiga atau orang luar, pekerjanya masyarakat biasa, borongan 10 juta, memakai kop surat gapoktani dengan fee ketua Rp. 1,5 juta dan jatah pendamping sekian persen, meskipun mereka sudah dapat honor stengah dari anggaran fisik bangunan. Nah kalau 1000 paket, berapa total yang mereka terima, gila ndak tuh, ” terangnya.

” Aku sependapat sih dengan dugaan kau, ” jawab teman sebelahnya. Beberapa dokumentasi poto yang kulihat di puluhan media online, katanya, memang mayoritas fisiknya tidak beraturan, jelek, retak dan pecah. Inikan menjadi gambaran bahwa prediksi kau tadi tuh tepat dan tidak meleset.

Hanya yang aku heran, sambungnya lagi, mereka kok berani mengabaikan Peraturan Menteri PUPR Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan P3-TGAI dan Surat Edaran Dirjen SDA Soal Tehnis Pelaksanaan.

” Intruksi didalam Permen menyebutkan mekanisme pelaksana adalah Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A) dengan Metode swakelola, partisipasif dan padat karya tunai serta dibantu tenaga pendamping profesional. Esensinya, pelaksanaan itu harus melibatkan petani secara langsung dan tidak boleh diborongkan kepihak ketiga atau kontraktor, ” jelasnya.

” Jadi, kalau mekanisme dan cerminan kualitas menyimpang, siapa yang harus disalahkan, ” sahut pengopi pertama. ” Menteri, Kejaksaan dan Polda Kalbar lah. Kan itu tugas dia bertiga ketika muncul permasalahan dilapangan, ” celetuk temannya tadi.(007/ Danil.A)