Beranda blog Halaman 318

HSB Menilai, Pipa Minyak PT Golden di Bawah Rumah Warga Desa Betung Barat Diduga Membahayakan Warga. ‎

0

Sumatra Selatan

Kompas. Sbs

‎PALI,– Sabtu , (06/12/2025) Keberadaan pipa milik PT Golden yang melintas di permukiman warga Desa Betung Barat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mendapat sorotan tajam. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Harimau Sumatera Bersatu Kabupaten PALI, Supar Dono, angkat bicara mengenai permasalahan ini, terutama setelah pipa tersebut telah dipadati oleh warga dan bahkan banyak yang sudah masuk ke kolong rumah penduduk.

‎Supar Dono menyampaikan kekhawatiran besar warga mengenai potensi bahaya yang mengintai.

‎”Banyak warga yang khawatir, bagaimana kalau pipa tersebut terjadi pecah di bawah rumah, Itu bisa membahayakan nyawa manusia. Kondisi pipa yang berada di bawah rumah warga dinilai sangat berisiko, mengingat potensi kebocoran atau ledakan yang dapat ditimbulkan oleh saluran minyak bumi. Pipa saluran minyak bumi yang telah masuk ke permukiman warga dan berpotensi mengganggu atau membahayakan masyarakat disekitarnya jelas menjadi perhatian serius,”Unjarnya.

‎Menurut Supar Dono, situasi ini berpotensi melanggar Undang-Undang (UU) No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Yang mana Pasal 69 ayat (1) UU PPLH secara tegas menyatakan bahwa setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat membahayakan masyarakat atau kerusakan lingkungan hidup.

‎Selain itu, Pasal 70 ayat (1) mengamanatkan bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan yang berpotensi menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup, wajib melakukan upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran.

‎Supar Dono menekankan bahwa keberadaan pipa saluran minyak bumi yang telah memasuki area permukiman warga berpotensi besar untuk mengganggu, bahkan membahayakan keselamatan masyarakat di sekitarnya.

‎”Kondisi pipa yang berada di bawah rumah warga dinilai sangat berisiko, mengingat potensi kebocoran atau ledakan yang dapat ditimbulkan oleh saluran minyak bumi,”Tambahnya.

‎Pipa saluran minyak bumi yang telah masuk ke permukiman warga dan berpotensi mengganggu atau membahayakan masyarakat di sekitarnya jelas menjadi perhatian serius,”cetusnya.

‎”Jika pipa tersebut terkait dengan kegiatan industri atau pertambangan, maka sesuai regulasi, semestinya telah dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, guna memastikan kelayakan dan keamanan lingkungan bagi masyarakat sekitar,”Sampainya.

‎Maka dari itu, DPC Harimau Sumatera Bersatu Kabupaten PALI mendesak pihak terkait, termasuk PT Golden dan Pemerintah Daerah, untuk segera mengambil tindakan korektif demi menjamin keselamatan dan hak warga atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

‎Rilis : (team/red)

Wabup Subang Di Dampingi Sekda Menghadiri Sosialisasi Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2025

0

*HADIRI PERINGATAN HAKORDIA 2025, WAKIL BUPATI SUBANG TEKANKAN PENGUATAN INTEGRITAS DAN PENCEGAHAN KORUPSI DI SELURUH PERANGKAT DAERAH*

*SUBANG* – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M., didampingi Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menghadiri Sosialisasi Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Bupati, pada Senin (8/12/2025).

Kegiatan ini diikuti para kepala perangkat daerah dan para camat se-Kabupaten Subang sebagai bagian dari penguatan integritas dan upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.

Dalam paparannya, Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa peringatan Hakordia bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat moral bahwa korupsi merupakan ancaman nyata bagi pembangunan daerah.

Beliau menekankan pentingnya tema nasional “Satukan Aksi Basmi Korupsi” sebagai komitmen bersama seluruh aparatur pemerintahan.

Wakil Bupati menegaskan bahwa integritas harus menjadi budaya kerja ASN, bukan hanya slogan, karena korupsi kerap berawal dari penyimpangan kecil seperti penyalahgunaan kewenangan dan gratifikasi.

Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Subang telah memperkuat strategi pencegahan melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Selain itu, beberapa hari sebelumnya Inspektorat Daerah Subang telah memberikan sosialisasi antikorupsi kepada siswa SMA sederajat, sebagai upaya membangun generasi muda yang berani menolak praktik penyimpangan.

“Mari kita jadikan Hakordia 2025 sebagai momentum memperbarui tekad bahwa Kabupaten Subang harus menjadi daerah yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi,” ujar Wakil Bupati.

Komitmen integritas tersebut harus diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan serta penyelesaian seluruh kewajiban pemerintahan secara bertanggung jawab.

“Mari bersama mewujudkan Subang yang maju, bagi dinas2 yang perlu menyelesaikan kewajibannya harap menjadi perhatian agar diselesaikan. Bagi yang ada tunggakan segera diselesaikan” jelasnya

Kepala Kejaksaan Negeri Subang, Dr. Noordien Kusumanegara, S.H., M.H., turut memberikan materi mengenai arah pemberantasan korupsi.

Beliau menekankan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.

Mengutip Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, beliau menegaskan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, sehingga setiap penyelewengan jabatan untuk memperkaya pribadi harus ditindak tegas.

Noordien memaparkan bahwa menurut Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2022, Indonesia masih perlu meningkatkan keseriusan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan bahwa Subang merupakan wilayah strategis yang sedang berkembang pesat dan menjadi perhatian nasional.

Karena itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang mengganggu iklim investasi.

Kepala Kejaksaan Negeri juga memberikan perhatian khusus pada proyek infrastruktur dan mengingatkan para pejabat teknis untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai aturan.

“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan menerapkan hidup sederhana dan jujur. Integritas adalah benteng utama,” ujarnya.

Di akhir penyampaian, Dr. Noordien membuka ruang konsultasi bagi kepala perangkat daerah.

“Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi seluruh kepala SKPD untuk berkonsultasi. Silakan datang sebelum ada persoalan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan,” tegasnya (D.Jekiw).

BRI Kanca Amlapura Bagikan CSR Kepada Masyarakat Banjar Rendang Tengah Amlapura

0

KOMPAS.SBS #

Karangasem – Bali || Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Kantor Cabang Amlapura kembali wujudkan kepeduliannya Iewat program Corporate Sosial Responsibility (CSR) berupa bantuan pembangunan balai banjar Rendang Tengah. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI Amlapura Dwi Putra Apriyantono dan diterima oleh Kelian Banjar Rendang Tengah I Nengah Sudama.

“Semoga bantuan Pembangunan Balai Banjar ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam menunjang kegiatan adat yang ada di banjar Rendang tengah,” ujar Pemimpin Cabang BRI Amlapura Dwi Putra Apriyantono.

Sebagai ucapan terima kasih kepada Masyarakat yang sudah setia dengan Bank BRI, BRI Amlapura juga telah menyerahkan bantuan ke beberapa tempat Ibadah dan Fasilitas umum lainnya yang tersebar di Kabupaten Karangasem. Melalui berbagai program CSR, BRI akan terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah operasionalnya, termasuk di Kabupaten Karangasem. Kelian Banjar, I Nengah Sudama menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Bank BRI yang sangat membantu Banjar Rendang Tengah.(Bud)

Puncak Acara Milangkala Desa G andasoli Ke-41 Tahun 2025 Sukses

0

*Wayang Golek Giri Harja III Putra, Meriahkan Puncak Acara Milangkala Desa Gandasoli ke – 41 Tahun. 2025*

Subang – Pergelaran wayang golek Giri Harja III dengan Ki dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari kota Bandung menjadi puncak acara Milangkala Desa Gandasoli ke -41, Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.

kegiatan ini digelar sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT,sekaligus upaya memberikan hiburan untuk masyarakat gandasoli Sabtu (6/12/2025).

“Kepala Desa Gandasoli Ares Saip Suanda kegiatan pergelaran wayang golek ini puncak dari milangkala desa gandasoli, sebagai upaya memberikan hiburan bagi masyarakat gandasoli”.

Ares juga menyatakan, peringatan Milangkala bukan sekedar perayaan seremonial,melainkan sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, kerja sama dan gotong royong pemerintahan desa bersama warga masyarakat.

Alhamdulillah di usia ke 41 desa gandasoli, kita bisa berkumpul bersama dalam suasana penuh kebahagiaan, semoga seluruh perangkat desa lembaga terus bersatu membangun desa gandasoli.ujarnya.

Ketua panitia kegiatan milangkala desa gandasoli H.Iman kegiatan Milangkala Desa Gandasoli dilaksanakan selama enam hari dengan berbagai kegiatan tujuannya untuk memeriahkan masyarakat gandasoli sekaligus membangun kekompakan, kebersamaan seluruh lapisan masyarakat gandasoli, juga kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun dilaksanakan.
.
H.Iman mengucapkan selamat hari jadi Desa Gandasoli ke -41 tahun semoga desa gandasoli selalu terdepan dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat,juga yang lain -lainnya.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khusus pemerintah desa gandasoli juga masyarakat yang telah berpartisipasi,baik tenaga, materi dan lainnya sehingga kegiatan Milangkala Desa Gandasoli berjalan tahun 2025 berjalan lancar dan sukses.

H.Iman selaku ketua panitia juga sekaligus tokoh masyarakat.
Milangkala Desa Gandasoli, merupakan tradisi warisan leluhur menjadi bagian budaya masyarakat gandasoli yang perlu untuk diwariskan dan dilestarikan dari generasi ke generasi selanjutnya.

Turut hadir dalam acara puncak kegiatan Milangkala Desa Gandasoli Camat Tanjungsiang Rano Syaiful Sudirman, S, STP. Bersama Muspika Kecamatan Tanjungsiang
KoramilTanjungsiang, Kapolsek Tanjungsiang
Semua aparatur Desa Gandasoli, BabinsaTNI. AD. BhabinkamtibmasTNI Polri. Tokoh masyarakat, tokoh Agama tokoh Pemuda, Juga masyarakat setempat.
Pungkasnya (D.Jekiw).

Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Sei Ayak–Tapang Pulau Di Duga Asal Jadi

0
            Gambar : Saat proses pengeboran uji core

Sekadau, KOMPAS.SBS – Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Sei Ayak–Tapang Pulau yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH Sawit) Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan warga. Dugaan kongkalikong antara kontraktor dan petugas pemeriksa mutu pekerjaan mulai mencuat setelah seorang warga, Bilai, mendapati kejanggalan saat proses pengecekan jalan berlangsung.Proyek pemeliharaan berkala ruas Jalan Sei Ayak–Tapang Pulau yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH Sawit) Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan warga. Dugaan kongkalikong antara kontraktor dan petugas pemeriksa mutu pekerjaan mulai mencuat setelah seorang warga, Bilai, mendapati kejanggalan saat proses pengecekan jalan berlangsung.

Permasalahan bermula ketika warga melihat petugas melakukan uji core drill atau pengeboran inti untuk memeriksa kualitas struktur jalan yang sudah selesai dikerjakan. Metode ini biasanya digunakan untuk memastikan ketebalan lapisan, kualitas material, dan integritas konstruksi perkerasan jalan.

Namun, menurut Bilai, respon petugas justru memunculkan tanda tanya besar.

“Saat saya bertanya baik-baik soal pengecekan itu, malah saya dimarahi. Kata-katanya juga kurang sopan. Ada apa dengan petugasnya? Jangan-jangan ada kongkalikong antara petugas pemeriksa dengan kontraktor,” ungkapnya kesal.

Bilai juga menyebut adanya indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Ia menyoroti dugaan tidak adanya Lapis Pondasi Agregat Kelas B (LPB) di beberapa titik pekerjaan. Padahal, LPB merupakan bagian penting dalam struktur jalan, yang berfungsi untuk menyebarkan beban serta memperkuat lapisan di atasnya sebelum pemasangan LPA dan aspal.

Proyek peningkatan jalan yang menggunakan dana APBD Sekadau 2025 dengan nilai Rp 4.710.577.600,00 ini pun diduga kuat tidak dikerjakan sesuai standar teknis.

“Ada bagian yang seharusnya memakai agregat kelas B, tapi saya lihat tidak ada. Kalau benar begitu, patut diduga ada mark up anggaran atau pekerjaan asal jadi,” tambah Bilai.

Ia meminta aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait segera turun tangan chroscek.

,memanggil pihak kontraktor serta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap proyek tersebut.

Bilai berharap pemerintah daerah dapat memastikan seluruh proyek infrastruktur berjalan transparan, berkualitas, dan sesuai spesifikasi, mengingat anggaran yang digunakan bersumber APBD.

“Saat di komfirmasi ke Kadis PUPR sekadau tidak ada jawaban nya.(Tim)

 

 

Wayang golek Giri Harja III Putra Meriahkan Puncak Acara Milangkala Desa Gandasoli ke -41 Tahun 2025

0

*Wayang Golek Giri Harja III Putra, Meriahkan Puncak Acara Milangkala Desa Gandasoli ke – 41 Tahun. 2025*

Subang – Pergelaran wayang golek Giri Harja III dengan Ki dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari kota Bandung menjadi puncak acara Milangkala Desa Gandasoli ke -41, Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang.

kegiatan ini digelar sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT,sekaligus upaya memberikan hiburan untuk masyarakat gandasoli Sabtu (6/12/2025).

“Kepala Desa Gandasoli Ares Saip Suanda kegiatan pergelaran wayang golek ini puncak dari milangkala desa gandasoli, sebagai upaya memberikan hiburan bagi masyarakat gandasoli”.

Ares juga menyatakan, peringatan Milangkala bukan sekedar perayaan seremonial,melainkan sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, kerja sama dan gotong royong pemerintahan desa bersama warga masyarakat.

Alhamdulillah di usia ke 41 desa gandasoli, kita bisa berkumpul bersama dalam suasana penuh kebahagiaan, semoga seluruh perangkat desa lembaga terus bersatu membangun desa gandasoli.ujarnya.

Ketua panitia kegiatan milangkala desa gandasoli H.Iman kegiatan Milangkala Desa Gandasoli dilaksanakan selama enam hari dengan berbagai kegiatan tujuannya untuk memeriahkan masyarakat gandasoli sekaligus membangun kekompakan, kebersamaan seluruh lapisan masyarakat gandasoli, juga kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun dilaksanakan.
.
H.Iman mengucapkan selamat hari jadi Desa Gandasoli ke -41 tahun semoga desa gandasoli selalu terdepan dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan masyarakat,juga yang lain -lainnya.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khusus pemerintah desa gandasoli juga masyarakat yang telah berpartisipasi,baik tenaga, materi dan lainnya sehingga kegiatan Milangkala Desa Gandasoli berjalan tahun 2025 berjalan lancar dan sukses.

H.Iman selaku ketua panitia juga sekaligus tokoh masyarakat.
Milangkala Desa Gandasoli, merupakan tradisi warisan leluhur menjadi bagian budaya masyarakat gandasoli yang perlu untuk diwariskan dan dilestarikan dari generasi ke generasi selanjutnya.

Turut hadir dalam acara puncak kegiatan Milangkala Desa Gandasoli Camat Tanjungsiang Rano Syaiful Sudirman, S, STP. Bersama Muspika Kecamatan Tanjungsiang
KoramilTanjungsiang, Kapolsek Tanjungsiang
Semua aparatur Desa Gandasoli, BabinsaTNI. AD. BhabinkamtibmasTNI Polri. Tokoh masyarakat, tokoh Agama tokoh Pemuda, Juga masyarakat setempat.
Pungkasnya (D.Jekiw).

Gubernur Jabar Salurkan Bantuan Bencana Sibolga, Prioritaskan Pangan Dan Sanitasi

0

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan Bantuan Bencana Sibolga berupa logistik penting setelah Sumbar, fokus pada pangan dan sanitasi untuk korban yang terdampak parah

Sumut, kompas.sbs – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana alam di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini diambil setelah sebelumnya Dedi Mulyadi juga melakukan kegiatan serupa di Sumatera Barat. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons tanggap darurat terhadap wilayah yang terdampak.

Kota Sibolga menjadi tujuan utama penyaluran bantuan karena tercatat mengalami kerusakan dan kerugian paling parah akibat bencana. Logistik yang dikirimkan difokuskan pada kebutuhan esensial para korban. Dedi Mulyadi berharap, bantuan yang disalurkan dapat segera diterima dan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat terdampak.

Pengiriman bantuan ke Sibolga dilakukan menggunakan pesawat Susi Air pada 6 Desember, setelah rencana awal menuju Aceh terpaksa ditunda. Penundaan tersebut disebabkan kondisi bandara Aceh yang masih dalam proses pembersihan. Seluruh proses pengiriman diupayakan berjalan lancar demi kecepatan distribusi bantuan.

Prioritas Logistik dan Rute Pengiriman Bantuan

Awalnya, Kota Sibolga direncanakan sebagai tujuan terakhir dalam rangkaian kegiatan bantuan setelah Aceh. Namun, karena kondisi bandara di Aceh yang belum memungkinkan, Dedi Mulyadi memutuskan untuk langsung mengalihkan perjalanan menuju Sibolga, Tapanuli Tengah. Keputusan ini menunjukkan fleksibilitas dan fokus pada daerah yang membutuhkan bantuan segera.

Logistik untuk wilayah Sumatera, termasuk Bantuan Bencana Sibolga, mulai diberangkatkan dengan menggunakan dua pesawat UCR. Khusus untuk Sibolga, pengiriman dilakukan dalam tiga kali penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Proses pengiriman bertahap ini memastikan semua bantuan dapat terangkut dan sampai tujuan.

Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya penyaluran bantuan ini. “Saya ucapkan terima kasih pada semuanya, semoga apa yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya, menekankan pentingnya kolaborasi dalam situasi darurat.

Jenis Bantuan dan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar, menjelaskan bahwa dua pesawat Susi Air dicarter untuk mengantarkan bantuan ke Sibolga secara bertahap. “Dalam sehari dilakukan beberapa pengiriman,” ujarnya, memastikan efisiensi dalam distribusi logistik.

Berdasarkan hasil belanja logistik yang dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi di Padang, mayoritas bantuan yang dikirim ke Sibolga, Tapanuli Tengah, berupa bantuan pangan dan kebutuhan sanitasi pengungsi. Ini mencerminkan pemahaman akan kebutuhan dasar yang mendesak di lokasi bencana.

“Ada 1 ton beras, minyak goreng, makanan sampai kebutuhan pribadi ibu-ibu pengungsi dan bayi,” jelas Mas Adi Komar. Ia menambahkan bahwa Bantuan Bencana Sibolga ini disesuaikan dengan kebutuhan pengungsi di lapangan serta hasil koordinasi Pak Gubernur dengan Gubernur Sumatera Utara, memastikan relevansi dan efektivitas bantuan.

Sumber: AntaraNews

Brimob Polda Sumut Dan Relawan Mapel Indonesia Bantu Desa-Desa Terisolir Di Tapteng

0

Menembus Lumpur, Menjunjung Harapan: Brimob Polda Sumut dan Relawan Mapel Indonesia Bantu Desa-Desa Terisolir di Tapteng

Sumut, kompas.sbs – Jalan putus dan medan berat tidak pernah menghentikan langkah Brimob. Itulah yang terlihat pada Jumat (05/12/2025) ketika Personel Batalyon A Sat Brimob Polda Sumut, dipimpin Wadanki 3 IPTU Yauwardi, bersama relawan dari Yayasan Mapel Indonesia, bergerak menuju tiga desa yang terisolir akibat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah: Desa Perambunan, Desa Simaninggir, dan Desa Bonan Dolok.

Saat banyak orang tak sanggup melintas, Brimob justru memulai perjalanan. Tanah berlumpur setinggi mata kaki, bebatuan licin, dan rute naik-turun yang membahayakan menjadi “teman perjalanan” sepanjang pendistribusian bantuan. Namun di balik setiap langkah yang berat, ada tekad yang tidak pernah goyah: menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

Setibanya di lokasi, mata warga berubah—dari gelisah menjadi lega. Dari menunggu, menjadi tersenyum. Dari bertahan, menjadi kembali punya harapan.

Setiap paket sembako yang diserahkan bukan sekadar barang logistik. Itu adalah simbol bahwa negara hadir, bahwa Brimob selalu ada ketika masyarakat berada dalam situasi tersulit.

Relawan dan personel Brimob bahu-membahu membawa bantuan melewati jalur ekstrem, bahkan harus memikul sebagian logistik karena kendaraan tidak lagi mampu menembus medan.

Di tiga desa itu, yang terputus oleh keadaan namun tidak pernah dilupakan, Brimob Polda Sumut memastikan bahwa kehidupan tetap bisa berjalan. Bahwa tidak ada masyarakat yang dibiarkan sendiri menghadapi bencana.

Pendistribusian berjalan lancar, penuh empati, dan meninggalkan jejak kepedulian yang dalam. Brimob tetap di garda terdepan—menguatkan, menyemangati, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.

(Red)

Ia Bukan Pejabat, Ia Tidak Membawa Jabatan Besar, Ia Hanyalah Seorang Ibu 

0

Rela Jalan Menembus Hutan Untuk Cari Bantuan, Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter ke Desanya

Sumut, kompas.sbs – Di tengah kondisi darurat akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah, muncul sosok yang menjadi perhatian publik. Dia adalah Ibu Marlina Wiguna Lumban Tobing, seorang Bhayangkari yang viral di media sosial setelah videonya diunggah akun @unlockIndonesia dan menyentuh hati jutaan warganet.

Bukan tanpa alasan, dalam video tersebut Ibu Marlina digambarkan sebagai sosok yang berada di balik langkah besar pengiriman bantuan logistik melalui udara menggunakan helikopter TNI AU untuk warga Desa Bonandolok, Kecamatan Sitahuis, yang hingga kini masih terisolir akibat akses darat terputus total.

Dalam situasi sulit itu, Ibu Marlina memilih tidak hanya berduka. Ia justru turun langsung menjadi bagian dari tim penerbangan bantuan pada helikopter TNI AU H-3217. Berbekal pengetahuannya sebagai warga asli desa, ia menjadi penunjuk arah bagi pilot, menunjukkan titik aman pendaratan di tengah wilayah yang dikepung longsor dan medan sulit.

Hingga akhirnya, helikopter berhasil mendarat di sebuah area terbuka yang selama ini menjadi satu-satunya lokasi paling aman untuk distribusi bantuan bagi ribuan warga yang menunggu.

Saat helikopter mendarat dan bantuan mulai diturunkan, suasana haru tidak bisa dibendung. Ibu Marlina bertemu keluarganya, namun hanya dalam hitungan detik. Pelukan singkat itu menjadi momen yang direkam dan viral, menggambarkan penderitaan warga terdampak bencana, sekaligus tekad kuat seorang perempuan yang tetap memprioritaskan keselamatan orang banyak.

Usai memastikan bantuan diterima, ia kembali mengikuti penerbangan kembali menuju Bandara F. Lumban Tobing Sibolga untuk melanjutkan tugas koordinasi logistik berikutnya.

Kisah di balik kemunculannya tak kalah mengharukan. Sebelum tim bantuan tiba, Ibu Marlina berjalan kaki dari desanya menembus jalur hutan menuju Kota Pandan untuk menyampaikan kondisi desanya yang terisolir akibat material banjir bandang dan longsor.

Tangisannya terekam dalam penerbangan, bukan karena ketakutan, tetapi karena ia membawa harapan seluruh warga, termasuk keluarganya yang masih berada di desa.

Saat dikonfirmasi, Ibu Marlina hanya menyampaikan dengan penuh kesederhanaan bahwa dirinya adalah seorang ibu Bhayangkari dari personel Polres Tapanuli Tengah. Ia menyebut bahwa seluruh desa di Kecamatan Sitahuis masih dalam kondisi terisolir dan sangat membutuhkan bantuan logistik serta layanan kesehatan. Dirinya berharap proses distribusi melalui udara terus berlanjut hingga akses darat dapat pulih.

Postingan viral tersebut mendapat sorotan luas dari publik karena menggambarkan contoh nyata pengabdian seorang Bhayangkari yang berjuang bukan hanya sebagai pendamping suami anggota Polri, tetapi sebagai penyelamat masyarakat dan penggerak kepedulian sosial. Di tengah operasi besar yang digerakkan TNI–Polri bersama jajaran pemerintah, sosok Ibu Marlina hadir sebagai bagian penting dari keberhasilan misi kemanusiaan tersebut.

Ia bukan pejabat, Ia tidak membawa jabatan besar

Namun keberaniannya memandu helikopter hingga sampai di lokasi aman menjadikan dirinya pahlawan dalam krisis ini. Dan kini, kisah perjuangannya bukan hanya terdengar di desanya, namun telah menyentuh jutaan hati masyarakat Indonesia.

(Red)

Maling Kayu di Desa Bukit Batu Sungai Kunyit Aman Dan Tentram. APH Meram Melek

0
Oplus_16908288

Kalbar, Mempawah: Kordinator BP3K-RI Kalbar curiga berat, melihat praktek ilegal logging di Desa Bukit Batu Sei Kunyit Kabupaten Mempawah, berjalan secara aman dan tanpa ada hambatan sedikitpun.

” Saya heran, mereka kok berani operasi terang-terangan, terbuka, tidak pernah kuatir dan cuek terhadap teriakan masyarakat maupun Aparat Penegak Hukum, yang rutin menangkap maling kayu diberbagai tempat, ” ujar Juanda.

Ia mengatakan, meskipun tauke Gendut tahu, kalau aktivitas tersebut melanggar berbagai ketentuan perundang-undangan, termasuk larangan keras penebangan Hutan tanpa izin resmi, tetapi MYK, yang dicurigai sebagai pemilik sawmil liar, tetap saja melakukan pembantaian hutan negara hingga botak.

Menurut Badan Pengawasan, Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (BP3K-RI), praktek yang mengakibatkan lonsor dan banjir itu, diduga sudah berlangsung lama.

” Pengrusakan hutan bukan hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat. Lemahnya Pengawasan, penindakan dan Dugaan Pembiaran, menjadi faktor penyebab hancurnya lingkungan, ” tegas Juanda.

Sampai dengan detik ini, lanjutnya, belum ada tindakan tegas yang mampu menghentikan aktivitas truk pengangkut kayu yang kerap keluar masuk sawmill. Berikut sekian aturan yang diabaikan. Undang-Undang Kehutanan (UU No. 41 Tahun 1999.

UU P3H (Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan – UU No. 18 Tahun 2013). Penebangan, pengangkutan, pengolahan, dan perdagangan hasil hutan tanpa dokumen legal dapat dikenakan sanksi pidana berat.

Masyarakat berharap Polda Kalbar dan Dinas Kehutanan, segera mengambil langkah konkret untuk menghentikan kegiatan ilegal tersebut. Termasuk Pemerintah daerah juga diminta memperketat pengawasan dan memastikan tidak ada pihak yang bermain dibelakang layar.( 007/ Danil.A )