Beranda blog Halaman 307

Proyek Irigasi Desa Batu Ampar Melawi : Banyak Retak Dan Pecah. Lazarus Wajib Terjun Lapangan

0

Kalbar, Melawi:Pekerjaan P3-TGAI kembali jadi sorotan tajam. Paket irigasi milik Anggota DPR-RI Komisi V Dapil Kalbar 2, dinilai banyak kalangan, penuh penyimpangan dan tidak mencerminkan unsur kualitas maupun kwantitas.

” Proyek P3-TGAI di Desa Batu Ampar Kecamatan Belimbing Kabupaten Melawi, yang katanya digarap P3A Taruna Tani ini, banyak yang retak bahkan pecah. Papan lantai yang seharusnya dicetak malah pakai cor, ” ujar warga awam, yang menolak namanya ditulis.

Ia mengklaim kalau proyek basah kuyup ini, cuma buang buang anggaran. Karna dilapangan, cara kerjanya asal jadi tanpa mengikuti pedoman bestek, sehingga kondisi fisiknya mudah retak dan pecah. Umurnya diprediksi paling lama 5 bulan, setelah itu ya berderai.

Terkait dengan hal tersebut, warga tadi meminta P3-TGAI ini dievaluasi kembali. Nah Anggota DPR-RI Komisi V selaku pemilik, kalau bisa juga turun gunung jangan cuma terima laporan bagus.( 007/ Danil.A )

Polres Indramayu Imbau Pengelola Wisata Pesisir Tingkatkan Keselamatan Pengunjung

0

INDRAMAYU, Kompas.sbs – Menyambut meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan kegiatan imbauan keselamatan kepada para pengelola tempat wisata pesisir. Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Lilin Lodaya 2025/2026 guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan menyasar sejumlah destinasi wisata pantai di Kabupaten Indramayu, di antaranya Pantai Bali 2 (Balongan Indah), Pantai Tirtamaya, Pantai Junti, Pantai Glayem, Pantai Karangsong, serta Pantai Tirta Ayu Balongan.

Dipimpin oleh KBO Satbinmas Polres Indramayu Ipda Tasim, personel Polres Indramayu tampak berdialog langsung dengan para pengelola wisata.

Dalam kesempatan ini petugas memberikan arahan secara persuasif, kepada pengelola dan petugas pantai.

Dalam imbauannya, petugas menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pengunjung, seperti pemasangan batas aman area berenang, penyediaan petugas pengawas pantai, kesiapsiagaan tim SAR, serta penyampaian imbauan keselamatan secara berkala melalui pengeras suara.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal, menjaga barang bawaan, serta mematuhi aturan lalu lintas saat menuju dan meninggalkan kawasan wisata. Aspek kesehatan pun turut menjadi perhatian, mengingat tingginya mobilitas pengunjung di ruang publik selama masa libur panjang.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui KBO Satbinmas Polres Indramayu Ipda Tasim mengatakan, kegiatan imbauan ini merupakan upaya preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan gangguan keamanan di kawasan wisata.

“Operasi Lilin tidak hanya fokus pada pengamanan ibadah dan lalu lintas, tetapi juga pada keselamatan masyarakat yang berlibur. Kami mengimbau para pengelola wisata agar benar-benar memperhatikan faktor keselamatan pengunjung dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila terjadi situasi darurat,” ujarnya. Minggu (21/12/2025)

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana libur Natal dan Tahun Baru yang aman, tertib, dan menyenangkan.

Dengan kegiatan ini, pihaknya berharap seluruh pengelola tempat wisata semakin meningkatkan kepedulian terhadap aspek keselamatan pengunjung, sehingga aktivitas wisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, nyaman, dan minim risiko kecelakaan.

Selain itu, diharapkan terbangun kesadaran bersama antara pengelola, petugas, dan masyarakat untuk saling menjaga keamanan serta ketertiban di kawasan wisata, agar momentum libur akhir tahun benar-benar menjadi waktu yang menyenangkan tanpa mengesampingkan keselamatan.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau call center 110,” pungkasnya.***( Saimin )

Syahrihan Ngaji bareng MUI Tingkat Kecamatan Di Mesjid Nurul Iman Desa Sindangsari Cikaum

0

*Syahriahan Ngaji Bareng MUI Tingkat Kecamatan di Mesjid Nurul Iman Desa Sindangsari Cikaum*

Subang – Pengajian rutin tingkat Kecamatan MUI adalah kegiatan keagamaan rutin bulanan atau berkala yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan bersama unsur Pemerintah Kecamatan Cikaum.

Tujuannya adalah untuk mempererat silaturahmi, memperdalam ilmu agama, menjaga kerukunan umat, serta menjadi wadah pembinaan umat di kecamatan Cikaum,
Kabupaten Subang. Kegiatan Syahriahan kali ini dilaksanakan oleh pemerintah Desa
(Pemdes) Sindangsari bersama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan berkolaborasi dalam menyelenggarakan, acara keagamaan, bertempat di Mesjid Nurul Iman.Dusun Babakan Pabuaran,acara dipimpin langsung oleh ketua MUI Kecamatan Cikaum Mama KH, Sulaeman,Minggu (21/12/2025).

Kepala Desa Sindangsari yang diwakili oleh Sekdes Suryana mengatakan kegiatan pengajian bareng ini merupakan kegiatan rutin. Tentunya sesuai jadwal yang telah ditentukan , kegiatan pengajian rutin ini dilaksanakan satu bulan sekali, pengajian ini, bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar warga, karena pengajian rutin tiap bulannya berkeliling di masing-masing DKM yang ada di wilayah Kecamatan Cikaum tuturnya.

Ia berpesan kepada masyarakat khususnya masyarakat sindangsari untuk selalu lebih ditingkatkan lagi kehadirannya dalam kegiatan pengajian Bulanan ini.

Ketua MUI kecamatan Cikaum Mama KH Sulaeman mengemukakan beberapa pesan bermakna dalam pengajian rutin, agar meningkatkan amal ibadah dan ajaran Islam.
Dengan mengikuti pengajian, tidak hanya sekedar menambah ilmu, tetapi juga mendorong jamaah untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari ujarnya.

Adapun, beberapa tamu undangan yang hadir, Camat Cikaum, Agus Saepulah, SE, Kp.
Kades Sindangsari diwakilkan, perwakilan Lurah lainnya, beserta sejumlah tokoh agama, ketua Majelis Ta,lim sekecamatan Cikaum, ketua DKM , Para Guru ngaji, Ketua MUI, Mama KH Sulaeman, dan para Masyarakat Desa Sindangsari. Pungkasnya (D.Jekiw).

Wabup Subang Hadiri Milangkala Kelurahan Dangder Ke – 44 Tahun

0

*Wakil Bupati Subang Hadiri Milangkala Kelurahan Dangdeur, Tegaskan Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama*

Subang – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menghadiri peringatan Milangkala Kelurahan Dangdeur yang digelar di Kantor Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Minggu, 21 Desember 2025.

Ketua Panitia Milangkala dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan hari lahir Kelurahan Dangdeur dilaksanakan secara swadaya, tanpa menggunakan anggaran pemerintah, dan sepenuhnya bertumpu pada partisipasi masyarakat serta para donatur. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan terus berkesinambungan sebagai wujud penguatan nilai kebersamaan, kesehatan, kreativitas, dan religiusitas warga Dangdeur.

Camat Subang Sumardi, S.STP., M.AP., menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Dangdeur yang mampu menyelenggarakan kegiatan secara meriah meskipun kelurahan tidak memiliki skema pendanaan seperti desa. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama masyarakat kelurahan, sekaligus berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi positif bagi generasi muda. Atas nama Pemerintah Kecamatan Subang, ia mendoakan agar masyarakat Dangdeur senantiasa diberi kesehatan, kesejahteraan, dan keberkahan.

Lurah Dangdeur Alit Sugiantoro, S.AN., M.M., menyampaikan rasa bangga atas antusiasme warga dan kehadiran Wakil Bupati Subang di tengah berbagai agenda lain yang padat. Ia berharap semangat “Dangdeur Waluya, Dangdeur Berseka” terus terjaga dan membawa kelurahan menuju kondisi yang semakin sejahtera, sehat, dan bersih.

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan dan semangat gotong royong warga Dangdeur. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kekuatan masyarakat yang bergerak bersama tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.
“kegiatan ini tidak memakai APBD, tapi jalinan rasa gotong royong ingin memperbagus desa atau kelurahan Dangdeur. Masyarakat bergerak sumbangan, dan untuk warga dan ke sponsor terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan yang sudah diberikan dibalas Allah SWT dengan yang lebih besar.”

Kang Akur juga mendorong seluruh perangkat kelurahan untuk terus mendukung program Pemerintah Daerah serta menjaga semangat kolaborasi lintas elemen.
“Dengan gotong royong, desa atau kelurahan ini akan maju. Kehidupan gotong royong masih terasa. Maka dari itu mari sok rojong ke kita semua dari perangkat kelurahan dan tokoh lainnya agar selalu sesuai dengan tagline Dangdeur sekarang, yakni Waluya Berseka.”

Ia menekankan pentingnya mempertahankan nilai dan semangat yang sudah terbangun, meskipun ke depan terjadi pergantian kepemimpinan.
“Yang sudah baik maka pertahankan. Mudah-mudahan tagline Subang Gotong Royong juga tetap bertahan walaupun nanti berganti kepemimpinan.”

Dalam momentum Milangkala tersebut, Kang Akur mengingatkan bahwa Kelurahan Dangdeur telah berdiri sejak tahun 1981 dan kini berusia 44 tahun. Ia berharap peringatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekaligus membawa kebahagiaan bagi warga setiap tahunnya.
“Saya doakan mudah-mudahan masyarakat Dangdeur sehat semua, bahagia dan berkah, dilapangkan rezekinya, panjang umur, insya Allah anak-anaknya menjadi orang yang sholeh dan sholehah.”

Rangkaian kegiatan Milangkala Kelurahan Dangdeur turut diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada anak yatim dan lansia, serta ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol peringatan hari lahir kelurahan.

Turut hadir dalam acara ini Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan Bp. Bayu Satya Prawira, S.H. Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Subang Victor Wirabuana Abdurrachman, SH., beserta Anggota DPRD Kabupaten Subang Ibu Hj. Eni Garyani. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Camat Subang, unsur Forkopimcam Kecamatan Subang, Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Lurah Dangdeur beserta jajaran, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga masyarakat Dangder (***).

Masjid Al Ikhlas Kini Berada Di Lokasi Yang Lebih Layak

0

Medan, kompas.sbs – Humas Badan Kemakmuran (BKM) Masjid Al Ikhlas Komplek Veteran, Medan Estate, Bambang Herianto menegaskan pada masyarakat khususnya jamaah masjid Al Ikhlas agar tidak terprovokasi dengan pihak-pihak yang sengaja menunggangi polemik pemindahan Masjid Al Ikhlas. Pemindahan masjid, sebelumnya sudah melalui musyawarah dan seusai prosedur bahkan masjid yang baru sekarang berada di tempat yang lebih layak dengan kondisi bangunan yang juga jauh lebih layak.

“Karena semuanya warga setuju Masjid Al Ikhlas pindah ke lokasi yang lebih layak lagi. Bukan dikurangi malah dilebihkan. Dari yang awalnya bangunan semi permanen jadi permanen. Kelas Tahfiz dari yang sebelumnya 3 lokal kini menjadi 4 lokal. Dari kubah masjid yang awalnya terbuat dari besi, kini sudah di beton,” ungkap Bambang pada wartawan, Sabtu (20/12/25).

Sebelum memindahkan Masjid Al Ikhlas ke lokasi yang lebih layak, kata Bambang, pihak BKM sudah membuka forum musyawarah 4 bulan sebelumnya. Dalam musyawarah tersebut, pihaknya mengundang dan melibatkan masyarakat setempat, remaja masjid, ormas Islam dan para tokoh masyarakat. “Kalau mau melakukan penolakan saat musyawarah berlangsung. Sedangkan saat musyawarah berlangsung oknum-oknum yang melakukan penolakan tidak pernah ada. Tiba-tiba saat masjid sudah di bangun menjadi lebih baik lagi mereka melakukan aksi penolakan. Selama ini kemana saja?” ungkap Bambang.

Dikatakan Bambang, kuat dugaan oknum-oknum yang menolak perpindahan Masjid Al Ikhlas bisa dipastikan bukan warga setempat atau jamaah Masjid Al Ikhlas.

Hal senada disampaikan Kepling Dusun VIII, Desa Medan Estate, Sunar, menurutnya, perpindahan Masjid Al Ikhlas sebelumnya sudah dilakukan berdasarkan kesepakatan warga yang menyetujui kalau Masjid Al Ikhlas dipindahkan tak jauh dari lokasi sebelumnya ke tempat yang lebih layak. Sebab menurut Sunar, kalau tidak dipindahkan, di posisi masjid sebelumnya sudah banyak masyarakat yang pindah dari lokasi tersebut.

“Karena sudah tidak ada penghuni di sana jadi masyarakat sepakat agar Masjid Al Ikhlas dipindahkan. Perpindahan masjid sudah melalui persetujuan warga dan sudah sesuai prosedur. Pihak-pihak yang menolak pergeseran masjid sebenarnya bukan warga sekitar. Warga tidak mau ditunggangi oleh orang-orang yang punya kepentingan dalam polemik ini,” sebutnya.

Menanggapi polemik perpindahan Masjid Al Ikhlas ini, sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Deliserdang, Drs. H Kaya Hasibuan menegaskan bahwa perpindahan atau pergeseran Masjid Al Ikhlas dapat dibenarkan menurut agama dan ketentuan yang berlaku, sepanjang memenuhi unsur-unsur yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Dijelaskannya, menanggapi adanya aksi sekelompok orang yang mengatasnamakan Aliansi Pengawal Masjid Indonesia (APMI) yang mendatangi dan melaksanakan salat Jum’at di Masjid Al Ikhlas, di Ex Komplek Veteran, Dusun VIII, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, menolak pemindahan serta meminta agar fasilitas masjid yang telah dibongkar atau diambil agar segera dikembalikan dan dipasang kembali.

Ustaz Kaya menjelaskan, setidaknya terdapat tiga unsur utama yang menjadi dasar diperbolehkannya perpindahan atau pergeseran masjid.

“Pertama, harus jelas terkait hak kepemilikan masjid, dasar hak, atau status wakafnya. Kedua, masjid tersebut harus memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat dan jama’ah. Ketiga, masjid dibangun semata-mata untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua MUI Deliserdang menegaskan bahwa proses pergeseran Masjid Al Ikhlas telah melalui tahapan musyawarah, kesepakatan, serta penandatanganan resmi oleh berbagai pihak terkait. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ketua BKM Masjid Al Ikhlas bersama masyarakat sekitar yang rumahnya telah menerima ganti rugi dari pihak pengembang PT. United Orto Berjaya (UOB), yang disaksikan dan ditandatangani oleh unsur Muspika Kecamatan Percut Seituan, Ketua MUI dan KUA Kecamatan Percut Seituan, Perwakilan Ormas Islam serta Kepala Desa Medan Estate dan Kepala Desa Sampali.

Dengan adanya kesepakatan dan penandatanganan tersebut, Ketua MUI menilai bahwa proses pergeseran masjid telah dilakukan secara terbuka, sah, serta sesuai dengan ketentuan agama dan prinsip musyawarah mufakat di tengah masyarakat.

Berdasarkan ketiga unsur tersebut, Ketua MUI Deli Serdang menilai bahwa pergeseran atau perpindahan Masjid Al Ikhlas telah sesuai dengan ketentuan agama dan dapat dibenarkan secara syar’i.

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak-pihak yang masih mempersoalkan pergeseran Masjid Al Ikhlas agar tidak memancing polemik yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah umat. Menurutnya, perbedaan pandangan hendaknya disikapi dengan bijak dan mengedepankan musyawarah serta ketenangan.

“Kami mengimbau masyarakat luas dan jama’ah agar dapat menahan diri dan tidak terpancing oleh perbuatan atau ajakan yang bertentangan dengan hukum dan norma agama,” tegasnya.

Ketua MUI Deliserdang juga mengajak para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta seluruh elemen umat untuk tidak memantik kekisruhan. Ia berharap para tokoh dan pimpinan umat dapat melihat persoalan ini secara utuh, objektif, serta memberikan pemahaman yang benar dan menyejukkan kepada pengikut dan jama’ahnya.

“Umat membutuhkan kesejukan, bukan provokasi. Mari kita jaga persatuan dan ukhuwa Islamiyah demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

(Tim-Red)

H. Buyung Ajak Kader FKPPI Bersatu

0

Medan, kompas.sbs – Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47 FKPPI yang digelar PD II FKPPI Sumut berlangsung sederhana tapi penuh makna. Dalam momen peringatan HUT ke-47 FKPPI tersebut, panitia juga memberi taliasih 200 paket sembako kepada kaum ibu (Lansia).

Ketua PD II FKPPI Sumut, Kharuddin Syah, SE, dalam sambutannya, Sabtu (20/12) mengatakan, HUT kali ini sengaja digelar secara sederhana, singkat tapi tetap penuh makna. Karena saat ini kondisi, masih dalam suasana duka akibat bencana Sumatera.

“Acara HUT kali ini memang kita buat sederhana saja, singkat tapi penuh hikma. Karena kita masih dalam suasana duka bencana Sumatera. Mari kita jadikan HUT ke-47 FKPPI ini sebagai momentum memperkokoh soliditas organisasi dalam merawat semangat kebangsaan dan mengajak kader FKPPI membangun negeri,” jelasnya.

Sebelumnya, PD II FKPPI Sumut juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari, ziarah ke makam pahlawan, pembagian nasi bungkus pada pengguna jalan dan penyaluran 200 paket sembako kepada yang membutuhkan. “Sekitar 40 persen penerima paket sembako sudah berusia lanjut. Ini tanda cinta kami pada para orangtua kami. Ini yang bisa kami buat dalam suasana duka di Sumut,” jelas Khairuddin Syah atau yang akrab disapa H. Buyung.

Dalam kesempatan itu, H. Buyung juga mengajak semua kader FKPPI untuk bersatu dan jangan terpecah belah. “Jangan lagi terpecah-pecah. Mari kita bangun FKPPI. Regenerasi perlu, kami mengharapkan regenerasi yang benar. Semoga Allah memberikan yang terbaik kepada kita semua,” jelasnya.

Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas melalui, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Andy Mario Siregar dalam sambutannya, mengucapkan Dirgahayu ke-47 FKPPI. Dalam 47 tahun perjalanannya, FKPPI telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menguatkan konsolidasi serta menjadi mitra strategis Pemko Medan dalam mengawal pembangunan. Dirgahayu FKPPI Ke-47,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia HUT ke-47 FKPPI, Ibrahim Martabaya, SP mengatakan, perjalanan ini tidak terlepas dari kerja keras bersama. Dalam semangat memperkuat solidaritas dan merawat kebhinekaan. “Dalam kesempatan ini kami menyampaikan duka cita mendalam untuk korban bencana Sumatera. Terimakasih semua pihak yang sudah membantu menyukseskan acara HUT Ke-47 FKPPI,” tukasnya.

(Tim-Red)

Ketua SMSI Indramayu: Konsistensi Lucky – Syaefudin Soal 0 KM Indramayu Barat Patut Dikawal

0

Ketua SMSI Indramayu: Konsistensi Lucky–Syaefudin Soal 0 KM Indramayu Barat Patut Dikawal

Indramayu,Kompas.sbs – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz, menilai gagasan dan implementasi pembangunan Titik Nol Kilometer (0 KM) Indramayu Barat yang terus disuarakan Lucky Hakim–Syaefudin sebagai bentuk konsistensi politik yang layak diapresiasi publik.

Menurut Ihsan, dalam praktik demokrasi, konsistensi antara janji politik dan arah kebijakan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Politik tidak cukup hanya dengan janji. Ketika sebuah gagasan terus dijaga dan dikaitkan dengan pemerataan pembangunan, itu menunjukkan adanya konsistensi politik yang patut dicatat secara objektif,” ujar Ihsan, Minggu, 21 Desember 2025.

Ia menilai, penempatan 0 KM di Indramayu Barat bukan semata simbol geografis, melainkan pernyataan politik tentang keberpihakan pada wilayah yang selama ini berada di luar pusat pertumbuhan, jauh dari akses pelayanan publik serta persoalan lain yang menyebabkan rantai kemiskinan belum di putus di Kabupaten Indramayu.

“Indramayu Barat punya posisi strategis. Jika dijadikan 0 KM, itu berarti ada keberanian politik untuk menggeser orientasi pembangunan agar lebih berkeadilan,” papar Owner Media Fokus Pantura ini.

Meski demikian, Ihsan menegaskan bahwa konsistensi narasi harus diikuti dengan langkah konkret.

Ia mengingatkan agar simbol 0 KM tidak berhenti pada monumen, tetapi menjadi pintu masuk penguatan infrastruktur, pelayanan publik, dan ekonomi masyarakat. Maka dibutuhkan penyusunan program yang terus berkelanjutan sesuai arah kebijakan Visi Indramayu Reang.

“Di sinilah peran pers dan masyarakat sipil mengawal agar janji politik yang konsisten benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegasnya.

SMSI Indramayu, kata Ihsan, akan terus menjalankan fungsi pers sebagai pengawas publik yang objektif, kritis, dan konstruktif terhadap setiap agenda pembangunan daerah.***(Saimin)

Pengiriman Hadiah Untuk Lima Penulis Terbaik Lomba Artikel PPWI Tuntas Dilaksanakan

0

Medan, kompas.sbs – Proses pengiriman hadiah bagi lima penulis artikel terbaik dalam lomba menulis bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia” yang diselenggarakan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) telah resmi tuntas hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025. Kelima penulis yang terpilih sebagai pemenang telah menghubungi Sekretariat Nasional PPWI untuk konfirmasi data pengiriman.

Hadiah berupa paket apresiasi dan uang penghargaan telah dikirimkan kepada masing-masing pemenang pada hari yang sama. Pengiriman ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan lomba yang digelar sebagai bagian dari kampanye literasi kritis dan kebebasan berekspresi warga.

Sertifikat untuk Seluruh Peserta

Tak hanya para pemenang, seluruh peserta lomba juga mendapatkan apresiasi dari PPWI. Sertifikat penghargaan telah dikirimkan melalui email masing-masing peserta sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam menyuarakan pengalaman dan pandangan terhadap institusi kepolisian.

Lomba ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai daerah dan profesi, yang menyampaikan beragam kisah dan refleksi kritis mengenai interaksi mereka dengan aparat kepolisian. PPWI menilai bahwa keberanian para peserta dalam menulis dan berbagi pengalaman merupakan langkah penting dalam memperkuat kontrol sosial dan mendorong reformasi institusional.

Piagam Penghargaan untuk Mitra Media

Sebagai bentuk terima kasih atas dukungan dan kerja sama dalam menyukseskan lomba ini, PPWI juga akan memberikan piagam penghargaan kepada para rekan media dan mitra kerja yang terlibat. Piagam tersebut akan diberikan dalam bentuk E-Certificate dan dapat diperoleh dengan menghubungi Wakil Sekretaris Jenderal PPWI, Julian Caisar, di nomor +62 813-7895-7515.

PPWI mengapresiasi peran media dan komunitas jurnalis warga yang telah membantu menyebarluaskan informasi lomba, mendorong partisipasi publik, serta menjaga semangat kebebasan berekspresi dalam ruang digital dan sosial.

Komitmen Terhadap Literasi Kritis

Melalui lomba ini, PPWI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi kritis di kalangan masyarakat. Tema yang diangkat bukan sekadar refleksi pengalaman pribadi, tetapi juga menjadi sarana untuk membuka ruang dialog dan evaluasi terhadap institusi publik.

PPWI berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang, dengan tema-tema yang relevan dan berdampak langsung pada kehidupan warga. Partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan suara dan pengalaman mereka diyakini sebagai fondasi penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan transparan.

(Kamidi – APL)

Bupati Subang Menghadiri Pelantikan BPX HIPMI Subang 2025 – 2030 Pengusah Muda S

0

*HADIRI PELANTIKAN BPC HIPMI SUBANG 2025-2028, BUPATI SUBANG DORONG PENGUSAHA MUDA SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI DAERAH*

*SUBANG* – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri acara Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Subang Masa Bakti 2025–2028 yang digelar di Aula Oman Syahroni, kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, pada Jum’at (19/12/2025).

Acara diawali dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Ajiz Santosa, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengucapan janji pengurus yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, S.T., M.B.A.

Selanjutnya dilakukan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Bupati Subang, serta Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Subang terpilih, Aninditya Santiko Wibowo, S.M., M.B.A.

Dengan penandatanganan tersebut, Aninditya Santiko Wibowo, S.M., M.B.A., secara resmi dilantik dan menjabat sebagai mKetua Umum BPC Hipmi Kabupaten Subang Masa Bakti 2025–2028.

Dalam sambutannya, Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa langkah awal kepengurusan HIPMI ke depan harus berfokus pada pembinaan UMKM melalui program kampung binaan dan penguatan bisnis berkelanjutan.

Ia juga mendorong kolaborasi antara dunia usaha dan pendidikan, khususnya dalam penyusunan kurikulum kewirausahaan, agar mampu melahirkan wirausahawan muda yang adaptif dan berdaya saing.

“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan, serta membantu pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian melalui kapasitas dan jejaring pengusaha muda di masing-masing daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus BPC HIPMI Kabupaten Subang.

Ia menekankan bahwa amanah yang diemban bukan hanya soal organisasi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah.

Mengusung tema “Sasarengan Ngabret: Akselerasi Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan”, Kang Rey menilai kegiatan ini sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Subang.

Menurutnya, HIPMI memiliki posisi strategis sebagai wadah pengusaha muda yang tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga agen perubahan, pencipta lapangan kerja, penggerak inovasi, serta mitra strategis pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Subang, lanjut Kang Rey, terus menghadirkan berbagai ekosistem pendukung ekonomi kreatif dan kewirausahaan melalui program seperti Subang Fest, Subang Creative Week, serta Subang Innovation Week.

Dalam hal ini, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan HIPMI, khususnya untuk mengangkat produk dan merek lokal agar naik kelas, menghubungkan ide-ide inovatif dengan peluang usaha dan investasi nyata, serta menjembatani kreativitas generasi muda dengan pasar dan industri.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah sebagai fasilitator, HIPMI sebagai akselerator, dan masyarakat sebagai penerima manfaat dapat menjadikan HIPMI Subang sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang tumbuh cepat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Kang Rey.

Ia juga mengajak seluruh pengurus HIPMI Subang untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, menjaga integritas, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.

Kang Rey menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam menciptakan lapangan kerja dan memastikan masyarakat Subang tidak hanya menjadi penonton, melainkan terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Saya titipkan kepada HIPMI agar mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda di Kabupaten Subang dan mengelola UMKM yang ada secara profesional. Masyarakat Subang harus punya peran dan kontribusi nyata,” pungkasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyematan jaket dan penyerahan plakat HIPMI Kabupaten Subang secara simbolis, serta pengukuhan badan semi otonom HIPMI Subang oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Subang

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang, Ketua Umum HIPMI Jawa Barat, para tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus dan anggota HIPMI Kabupaten Subang. (***)