Beranda blog Halaman 290

Pangdam I/BB Tinjau Jembatan Aramco yang selesai Dibangun di Desa Sei Litur Kab. Langkat

0

Kompas.sbs Langkat – Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa, meninjau Jembatan Aramco yang telah selesai dibangun di Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Senin (4/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan jembatan berfungsi dengan baik serta aman digunakan oleh masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam I/BB beserta rombongan disambut oleh Wakil Bupati Langkat, Ibu Tiorita Br Surbakti, S.H., unsur Forkopimca, serta tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan itu, Pangdam I/BB memberikan pengarahan kepada masyarakat dan menyampaikan harapannya agar keberadaan jembatan ini dapat menunjang kelancaran lalu lintas serta aktivitas warga sehari-hari.

Pangdam I/BB menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam I/Bukit Barisan, senantiasa hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Sebagai wujud kepedulian, Pangdam I/BB juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga Desa Sei Litur Tasik. Usai penyerahan bantuan, Pangdam I/BB meninjau langsung kondisi fisik Jembatan Aramco dengan mengamati aktivitas masyarakat yang melintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan jembatan dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Pembangunan Jembatan Aramco tersebut melibatkan personel gabungan dari Yonzipur I/Dira Dharma, Zidam I/BB, serta Babinsa Koramil 10/PDT Kodim 0203/Langkat, dengan dukungan alat berat dan perlengkapan konstruksi. Jembatan dengan panjang sekitar 17 meter dan lebar 5 meter ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat Desa Sei Litur Tasik dan sekitarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Danrem 022/Pantai Timur, Asops Kasdam I/BB, Kazidam I/BB, serta Dandim 0203/Langkat. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Satgas Gulbencal Kodam I/BB dan Yon TP 905/TS Laksanakan Pembersihan Fasilitas Umum di Dua Sektor Sibolga

0

Kompas.sbs Sibolga — Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan bersama personel Yon TP 905/TS, Babinsa setempat, dan masyarakat melaksanakan pembersihan fasilitas umum di Jalan Aek Parira, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, serta Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu percepatan pemulihan lingkungan pascabencana agar akses dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Personel Satgas Gulbencal dikerahkan ke masing-masing sektor sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sektor Jalan Aek Parira, pembersihan difokuskan pada lumpur serta material kayu yang bertumpukan di badan jalan dan fasilitas umum. Untuk mempercepat proses, personel menggunakan alat Shinso guna memotong material kayu berukuran besar, sementara lumpur dibersihkan dengan alat manual seperti cangkul, skop, dan peralatan sederhana lainnya.

Sementara itu, di sektor Jalan Murai, kegiatan difokuskan pada pembersihan parit-parit yang tertimbun lumpur guna melancarkan aliran air serta mencegah terjadinya genangan yang berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han). menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan fasilitas umum ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Gulbencal Kodam I/BB dalam membantu masyarakat terdampak bencana. “Dengan keterlibatan Babinsa, satuan TNI, dan masyarakat, diharapkan pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas warga kembali normal,” ujarnya. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Satgas Gulbencal Kodam I/BB Tuntaskan Pembangunan Jembatan Armco di Desa Sei Litur Tasik

0

Kompas.sbs Langkat — Satgas Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan melalui personel Zidam I/BB melaksanakan pembangunan jembatan di Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sabtu (3/1/2026). Pembangunan jembatan ini bertujuan memulihkan akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana.

Pengerjaan jembatan dilaksanakan oleh enam personel TNI yang terdiri dari unsur Zidam I/BB dan Babinsa Koramil 10/PDT Kodim 0203/Langkat. Dalam pelaksanaannya, Satgas didukung berbagai alat berat dan perlengkapan kerja guna mempercepat proses pembangunan di lapangan.

Jembatan yang dibangun merupakan jembatan tipe Armco dengan panjang 17 meter dan lebar 5 meter. Struktur jembatan menggunakan tiga unit Armco dengan diameter 2 meter dan panjang masing-masing 8 meter, dilengkapi pondasi serta penguat konstruksi guna menjamin keamanan dan ketahanan jembatan.

Adapun kegiatan pengerjaan meliputi pengacian badan dan tiang jembatan, pengecatan besi serta tiang jembatan, pengecatan badan jembatan, hingga pemasangan plakat. Hingga hari ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han) menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Melalui Satgas Gulbencal, TNI hadir untuk memastikan akses masyarakat kembali normal. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas warga serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Satgas Gulbencal Kesdam I/BB Terus Layani Kesehatan Warga Terdampak Bencana di Pandan

0

Kompas.sbs Tapanuli Tengah – Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kesdam I/Bukit Barisan terus melayani kesehatan warga terdampak bencana melalui Pos Bantuan Kesehatan (Pos Bankes) di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (4/1/2025).

Pelayanan kesehatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, serta pemberian obat-obatan kepada warga yang datang ke Pos Bankes. Personel kesehatan TNI menangani berbagai keluhan medis yang dialami masyarakat akibat dampak bencana.

Selain pelayanan medis, Satgas Gulbencal Kesdam I/BB juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga guna mencegah munculnya penyakit pascabencana, terutama gangguan pernapasan, penyakit kulit, dan infeksi saluran pencernaan.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa layanan kesehatan ini merupakan bagian dari komitmen Kodam I/BB dalam mendukung penanganan dampak bencana. Menurutnya, pelayanan kesehatan akan terus diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. (RP)

Sumber: Pendam I/BB

Penelusuran Sengketa Lahan Pemukiman Kampung Kepu Marunda Dilakukan Transparan, AJB Tegaskan Warga Tetap Aman

0

 

Jakarta, 4 Januari 2026 –kompas.sbs Upaya penelusuran dan peningkatan status hukum lahan tanah pemukiman yang ditempati warga Kampung Kepu, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, ditegaskan akan dilakukan secara bertahap, terbuka, dan transparan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB), Andi Mulyati Pananrangi, SE, selaku pendamping warga dalam pertemuan bersama masyarakat yang terdampak sengketa lahan.

Dalam keterangannya, Andi Mulyati Pananrangi menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak warga yang belum memperoleh kepastian hukum atas lahan tanah pemukiman yang telah mereka tempati puluhan tahun. Oleh karena itu, proses penelusuran status kepemilikan tanah akan dilakukan secara hati-hati dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Seluruh proses penelusuran kepemilikan dan status hukum tanah ini tidak akan ditutup-tutupi. Semua akan disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak ada informasi simpang siur yang justru merugikan masyarakat,” tegas Andi.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah menerima kuasa pendampingan dari 61 kepala keluarga (KK) dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah dari total sekitar 325 KK yang menempati lahan tanah pemukiman seluas kurang lebih 2,5 hektare di wilayah RT 08 dan RT 09 RW 07 Kampung Kepu. Warga diketahui telah mendiami kawasan tersebut sejak sekitar tahun 1970-an dan merupakan penduduk pertama atau warga asli (Madjaji) Kong Jangkung.

Menurut Andi, selama proses hukum masih berjalan, warga yang telah lama menempati lahan tersebut berada dalam posisi yang relatif aman. Pemerintah maupun pihak lain tidak dapat melakukan penggusuran secara sepihak tanpa melalui mekanisme hukum yang sah.

“Bahkan eksekusi berdasarkan putusan pengadilan pun tidak mudah dilakukan. Juru sita dan aparat penegak hukum sangat berhati-hati dalam menjalankan eksekusi. Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan,” jelasnya.

Terkait munculnya sejumlah pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan, Andi menilai hal tersebut justru dapat memperkuat posisi hukum warga. Pasalnya, setiap klaim kepemilikan wajib dibuktikan secara sah melalui dokumen hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Semakin banyak klaim tanpa dasar hukum yang kuat justru menunjukkan lemahnya kepastian kepemilikan atas lahan tanah pemukiman tersebut,” tambahnya.

Ia juga menyoroti buruknya tata kelola administrasi pertanahan yang ditemukan di lapangan, salah satunya adanya sertifikat yang diterbitkan tanpa Akta Jual Beli (AJB) serta tanpa didahului sertifikat hak atas tanah. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk ketidaktertiban administrasi yang selama ini kerap merugikan masyarakat.

Ke depan, AJB bersama tim pendamping hukum akan mendorong peningkatan status hukum lahan tanah pemukiman yang ditempati warga, minimal menjadi hak pakai, sebelum ditingkatkan ke status hak yang lebih kuat sesuai ketentuan perundang-undangan, yakni sertifikat kepemilikan.

“Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta mempercayakan proses ini kepada pendampingan hukum. Kami akan berupaya maksimal agar hak-hak warga tetap terlindungi,” pungkas Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu, Andi Mulyati Pananrangi, SE.

suhendi

50.000 Penonton Histeris, Saat Lawang Pitu Tampil Memukau di Big Bang Festival 2025

0

 

Jakarta –kompas.sbs Big Bang Festival 2025 yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, sukses memukau penonton dengan penampilan spektakuler dari berbagai artis populer, termasuk Lawang Pitu yang featuring John Paul Ivan dan Irang Arkad dari Boomerang Reload.

Festival musik ini berlangsung dari 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, menawarkan pengalaman liburan akhir tahun yang meriah dan tak terlupakan.

Pada tanggal 3 Januari 2026, Lawang Pitu beranggotakan Trison Manurung (vokal), Asisi Basuki Acc (bass), Sadtrio (guitar), Arif (drum), Jibones (guitar) membawakan 7 lagu di panggung utama Big Bang, didampingi oleh John Paul Ivan dan Irang Arkad.

Penonton yang hadir, sekitar 50.000 orang, sangat antusias dan ikut menyanyikan lagu-lagu yang dibawakan.

Suasana sangat meriah, terutama ketika Lawang Pitu berbagi panggung dengan band lain seperti NIDJI dan DEWA 19.

“Penonton sangat luar biasa, kami sangat puas dengan penampilan kami,” kata Asisi Basuki, bassist Lawang Pitu.

Masih kata, Asisi Basuki, Festival ini tidak hanya menampilkan konser musik, tetapi juga pameran cuci gudang, kuliner, dan hiburan lainnya.

Tiket masuk bervariasi, mulai dari murah hingga premium.

“Kami ingin menghibur para pengunjung sedang liburan akhir tahun yang tak terlupakan bagi masyarakat,” kata Owner Lawang Pitu Asisi Basuki.

Asisi Basuki menambahkan Big Bang Festival akhir 2025 ini memang menjadi salah satu acara tahunan yang paling dinantikan, dan tahun ini tidak mengecewakan. Sampai jumpa tahun 2026,” pungkasnya. suhendi

Polri Hadir Saat Darurat, Brimob Polda Sumut Evakuasi 45 Warga Terisolir Banjir di Tapteng

0

Komoas.sbs Tapanuli Tengah – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat, 2 Januari 2026, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga memutus akses jalan dari Kelurahan Sait Kalangan II Desa Huraba menuju Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.

Akibatnya, puluhan warga di Lorong IV Kelurahan Hutanabolon terisolir dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Sekitar pukul 12.30 WIB, seorang warga bernama Bapak Mendrofa melaporkan kondisi tersebut ke Posko Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang berada di Kelurahan Hutanabolon. Menindaklanjuti laporan itu, pada pukul 13.00 WIB sebanyak 19 personel Sat Brimob di bawah pimpinan Dpp Brigpol Boy Naibaho segera bergerak menuju lokasi terdampak banjir.

Dengan mengutamakan keselamatan warga, personel Brimob melakukan proses evakuasi terhadap masyarakat yang terjebak banjir. Sebanyak 45 orang warga berhasil dievakuasi dari Lorong IV Kelurahan Hutanabolon menuju posko pengungsian di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, serta Desa Hutaraja.

Seluruh warga yang dievakuasi dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat. Proses evakuasi berlangsung lancar meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup sulit akibat genangan air dan akses jalan yang terputus. Kegiatan kemanusiaan tersebut selesai sekitar pukul 17.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan keselamatan masyarakat. Begitu menerima laporan adanya warga yang terisolir akibat banjir, personel langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah seluruh warga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Minggu (4/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila membutuhkan bantuan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata respons cepat dan kepedulian Sat Brimob Polda Sumut dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di situasi darurat. (RP)

Polsek Medan Labuhan Respon Cepat Tangani Laporan Premanisme Melalui Call Centre 110

0

Kompas.sbs Belawan – Polres Pelabuhan Belawan melalui Polsek Medan Labuhan menunjukkan respons cepat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi premanisme. Pada Minggu, 4 Januari 2026, personel Polsek Medan Labuhan berhasil mengamankan seorang pelaku premanisme setelah adanya laporan dari korban melalui Call Center 110 Polri.

Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, SH., SIK., MM., melalui Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea, SH., MH., menerangkan bahwa peristiwa tersebut bermula dari laporan seorang korban yang berprofesi sebagai pedagang kopi keliling di Pasar 5 Marelan.

“sebelumnya korban dimintai uang oleh dua orang pelaku premanisme atas nama Rismet dan Putra sebesar Rp. 120.000,- dengan modus uang keamanan. Saat itu korban menuruti permintaan tersebut dan memberikan uang yang diminta,” jelas Kompol Tohap Sibuea.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, pada Minggu, 4 Januari 2026, salah satu pelaku atas nama Putra kembali mendatangi korban dan kembali meminta uang keamanan. Namun kali ini korban menolak dan memilih melaporkan kejadian tersebut ke Call Center 110 Polri.

Menindaklanjuti laporan tersebut, piket fungsi Polsek Medan Labuhan yang dipimpin oleh AKP James Damanik langsung bergerak cepat menuju lokasi. Personel kemudian menemui korban untuk mengambil keterangan awal dan selanjutnya melakukan pencarian terhadap para pelaku di sekitar Pasar 5 Marelan.

“Dari hasil pencarian, petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku premanisme atas nama Rismet. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Medan Labuhan untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tambah Kapolsek.

Kapolsek Medan Labuhan juga mengapresiasi keberanian masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan dan mengimbau warga agar tidak ragu menggunakan Call Center 110 Polri apabila menemukan atau mengalami gangguan kamtibmas.

Polsek Medan Labuhan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menindak tegas segala bentuk premanisme demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. (RP)

Polisi Tangani Penemuan Mayat di Lapangan Sport Center Indramayu

0

INDRAMAYU,Kompas.sbs — Jagat sosial media digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di Lapangan Voli Sport Center (SC), Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu,Minggu pagi (4/1/2026).

Mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.00 WIB oleh seorang Saksi Riski Wijaya. Saat itu, Saksi hendak membuang air kecil di sekitar lokasi lapangan voli pantai. Namun, ia melihat seorang pria berada di bangku dalam posisi seperti sedang tidur, tetapi tidak menunjukkan gerakan yang sama sekali.

Kemudian Saksi Riski Wijaya memberitahu Saksi lain Eman Sulaeman lalu mengeceknya bersama Karyana.

Setelah dilakukan pengecekan korban benar sudah dalam keadaan meninggal dunia sudah kaku dan tidak bergerak sama sekali.

Atas kejadian tersebut, para saksi segera melaporkan penemuan mayat itu ke Polsek Indramayu untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Berdasarkan keterangan Saksi lainnya, Nasarudin, diketahui bahwa korban pernah ditemui sekitar 15 hari sebelumnya di area pasar malam Sport Center. Pada saat itu, korban bermaksud berdagang gulali. Bahkan, tiga hari sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluh kepada Saksi bahwa dirinya sudah dua hari tidak makan.

Sekitar pukul 07.30 WIB, setelah menerima laporan dari warga, Polsek Indramayu langsung menghubungi Piket Siaga Polres Indramayu. Tak lama berselang, personel Polsek Indramayu bersama Unit Inafis Polres Indramayu tiba di lokasi kejadian.

Petugas kemudian melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan barang bukti, serta melakukan proses identifikasi terhadap korban.

Garis polisi pun dipasang untuk menjaga lokasi agar tetap steril selama proses olah TKP berlangsung.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan awal selesai dilakukan di lokasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Muntari selaku dokter jaga RSUD Indramayu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul di tubuh korban,” kata AKP Tarno.

Korban diketahui bernama Taslim (51) Tahun, alamat Desa Dempet Rt.002 Rw.004 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

AKP Tarno menambahkan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Hal tersebut diperkuat dengan pemeriksaan medis dokter jaga RSUD Indramayu, yang menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban yang telah dihubungi juga menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga korban menyatakan menolak melakukan proses otopsi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini AKP Tarno mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui call center 110. Pungkasnya.

Saimin

Polisi Pastikan Tidak Ada Luka Kekerasan Pada Kasus Pria Gantung Diri di Telukagung Indramayu

0

Indramayu,Kompas.sbs – Polsek Indramayu Polres Indramayu Polda Jabar melakukan tindakan awal di tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Telukagung Blok Bojong 2 RT 014 RW 005, Kecamatan dan Kabupaten Indramayu, Minggu (4/1/2026).

Korban diketahui bernama Edi Suhaedi (49). Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak tiri korban, Khusnul Khotimah, yang saat itu berada di dalam kamar. Setelah keluar menuju ruang tengah rumah, saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung dan tidak bergerak.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian memberitahukan kepada para tetangga, yakni Dul Rohman, Tarma, dan Rusdani. Para tetangga lalu segera masuk ke dalam rumah untuk memastikan kondisi korban.

“Setelah masuk ke dalam rumah, para saksi melihat korban dalam posisi tergantung tidak bernyawa,” kata AKP Tarno.

Menurut keterangan saksi, saat itu posisi tangan korban masih mencoba melepaskan Ikatan tali di leher korban dan para tetangga berupaya untuk menyelamatkan korban dengan bersama – sama melepaskan Ikatan tersebut.

Para tetangga kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan melepaskan ikatan tersebut dan segera membawa korban ke RS MM Indramayu dengan harapan nyawa korban masih dapat diselamatkan. Namun, setibanya di rumah sakit dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Bahrun, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Selanjutnya, korban dibawa kembali ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, setelah menerima laporan dari masyarakat, Polsek Indramayu dipimpin langsung Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari, S.H., mendatangi lokasi kejadian dan memastikan kebenaran peristiwa tersebut.
Polsek Indramayu kemudian berkoordinasi dengan Piket Siaga Polres Indramayu dan Unit Inafis guna melakukan olah TKP.

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya tali tambang nilon berwarna putih sepanjang sekitar 3,1 meter yang masih terikat pada balok beton, serta sebuah drum plastik berwarna putih yang diduga digunakan sebagai pijakan. Pada leher korban juga ditemukan bekas jeratan.

Untuk memastikan penyebab kematian, dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dr. Heppy Novlina, Kepala UPTD Puskesmas Plumbon, bersama tim Inafis Polres Indramayu. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban, selain bekas jeratan di leher.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi,” terang AKP Tarno.

Lanjut disampaikan AKP Tarno, berdasarkan keterangan para saksi serta hasil pemeriksaan di lokasi, korban diduga mengalami tekanan psikologis.

Diketahui, korban telah beberapa bulan tidak bekerja akibat kondisi fisik pasca kecelakaan, serta menghadapi persoalan keluarga dan ekonomi. Korban juga disebut pernah beberapa kali melakukan percobaan serupa yang berhasil digagalkan oleh warga.

Dalam hal ini AKP Tarno mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk segera melaporkan ke layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui call center 110. Pungkasnya.

Saimin