Beranda blog Halaman 277

Kepala Desa Sempajaya Meliala Purba : ” Selamat Hari Desa Nasional 2026

0

 

BERASTAGI KARO,Kompas.SBS| Peringatan Hari Desa Nasional 2026 adalah menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun desa sebagai fondasi utama pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan ini kami Pemerintahan Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara mengucapkan selamat ” Hari Desa Nasional 15 Januari 2026″ yang pada kesempatan ini mengangkat tema ” Bangun Desa Bangun Indonesia : Daerah terdepan untuk Indonesia “Ujar Kepala Desa Sempajaya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Meliala Purba,Kamis (15/01/2026).

Meliala Purba yang akrab disapa Nabi ini mengatakan selamat hari Desa kepada seluruh Warga Desa Sempajaya ( Peceren), selamat kepada Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Daerah ( BPD), seluruh yang berhimpun di Desa, Ibu Posyandu, Ibu PKK, Pengurus Koperasi Merah Putih ( KMP), ini adalah hari kita semua.”Pungkas Nabi.

Saya ingin meneruskan ajakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ( Mendes PDT) Bapak Yandri Susanto, untuk mensukseskan Asta Cita, ke enam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah, untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi dan sekaligus pemberantasan kemiskinan.” Kata Kepdes Sempajaya Kecamatan Berastagi ini.

Presiden Prabowo menempatkan desa menjadi subjek atau pelaku utama membangun negeri ini, dalam kesempatan ini diperlukan superti tim untuk membangun desa.

Didalam Hari Desa Nasional ini, Menteri kita mengajak ayo kita tumbuhkan, ayo kita bangkitkan energi positif kita, hilangkan praduga yang tidak bermutu, mari kita gaungkan rasa kekompakan kita, rasa persatuan, dan rasa kemauan kita untuk maju.” Kata Kepala Desa yang murah tersenyum ini.

Saat ini Desa juga sudah mendapat program yakni ” Pembangunan Koperasi Merah Putih.(KMP), MBG, Sekolah Rakyat ( SR), desa tematik, dan lainnya dapat berjalan.

Jadi sekali lagi selamat ” Hari Desa Nasional 2026, kita berharap juga desa terus membaik, mari kita bergandengan tangan, mari kita lakukan itu.” Tutupnya.

Reporter : ERIANTO PERANGIN-ANGIN.

Dari Pembersihan hingga Hunian, Brimob – TNI Kawal Pemulihan Pascabencana Batang Toru

0

Kompas.sbs Tapanuli Selatan — Upaya pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan terus dilakukan secara terpadu. Pada Kamis (15/1/2026), personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II bersama unsur TNI dan Polri melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan serta pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru.

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah desa, yakni Desa Huta Godang, Desa Batu Horing, Desa Napa, dan Desa Batu Hula. Sebanyak 88 personel diterjunkan langsung ke lapangan dari total satu SSK, termasuk dukungan tim dapur lapangan dari Kantor Camat Batang Toru. Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh Danki Satgas AKP Tahi Parulian Hutagalung.

Fokus utama kegiatan meliputi pembersihan rumah dan halaman warga yang tertimbun material banjir dan longsor, penyusunan lantai kayu tenda hunian sementara (huntara), serta pembukaan lahan untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Personel gabungan bekerja secara bergotong royong dengan menggunakan peralatan manual hingga alat berat untuk mempercepat proses pemulihan.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal membersihkan material, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali rasa aman dan harapan bagi masyarakat. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk membantu warga bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara bertahap,” ujar AKP Tahi Parulian Hutagalung.

Hasil yang dicapai pada kegiatan tersebut antara lain penyusunan lantai kayu huntara di Desa Batu Hula, pembersihan beberapa rumah warga di Desa Huta Godang dan Desa Batu Horing, serta pembukaan lahan dan akses jalan menuju lokasi pembangunan hunian tetap di Desa Napa. Progres pembersihan rumah warga dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan dan tingkat kerusakan.

Melalui kegiatan ini, Brimob bersama unsur TNI dan Polri menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi kemanusiaan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana alam di Sumatera Utara. (RP)

Warga Nilai Proyek Jalan Menuju Wisata Riam Jelek. Bupati Wajib Kroscek Jangan Duduk

0
Oplus_16908288

Kalbar, Sanggau: Mutu hasil pekerjaan kembali dipertanyakan. Proyek Peningkatan Jalan Akses Wisata Riam Macam Kabupaten Sanggau segede Rp.928 Juta dari kantong DAU, dianggap masyarakat tidak mencerminkan kualitas maupun kwantitas.

CV Adhipramana Dimitra Surya
” Realisasinya bikin kami bingung. Sebagian menggunakan aspal, setengahnya lagi rabat beton. Kenapa sepotong-sepotong, tidak dibeton semua lalu diaspal. Kerjaannya juga asal asalan. Banyak pasir bertimbulan, ” tanya warga sekitar.

Volumenya, kata dia, tergolong tipis bahkan hancur berantakan. Saluran kiri kanan juga tidak ada. Disini paket pembangunan jalan oleh CV Adhipramana Dimitra Surya, kami nilai menyimpang dari acuan tehnis.

Warga tadi meminta agar Bupati bersama Dinas Perkim Kabupaten Sanggau terjun kelokasi dan lihat langsung, apakah pekerjaan tersebut sesuai bestek atau tidak. ” Bupati jangan iya saja ketika terima laporan bagus. Buktikan sendiri lewat kroscek lokasi, ” harapnya.

Kalau ternyata itu memang benar adanya, sambung warga lainnya, Kadis dan Kabid Perumahan Rakyat Kawasan permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Sanggau harus diganti. Pasalnya nangani yang mudah aja gagal, apalagi yang berat.( 007/ Danil.A)

Sebulan Nganggur Akibat Cuaca Buruk, Dermaga Dadap Sepi Dari Aktivitas Nelayan

0

Indramayu, Kompas.sbs – Pagi itu, Pelabuhan Dadap di Kecamatan Juntinyuat Tampak lebih sepi dari biasanya, Kamis (15/1/2026).

Tidak ada hiruk pikut aktivitas nelayan menurunkan ikan hasil tangkapannya, tak terdengar tawar menawar di dermaga.

Ratusan kapal nelayan hanya terdiam, berjajar rapi bersandar, seolah menunggu waktu yang tepat untuk kembali mengarungi laut.

Sudah hampir satu bulan terahir, cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan laut jawa.

Kondisi ini memaksa nelayan Kabupaten Indramayu, jawa barat, mengurungkan niat melaut, Laut yang biasanya menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi ancaman bagi keselamatan.

Saimin

Mayat Tanpa Indentitas Ditemukan di Pantai Ulee Krueng Sabang | Kompas.SBS.-News

0

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Ulee Krueng Sabang

MEDIA KOMPAS.SBS.-WILAYAH ACEH

Kompas.SBS.-News | Sabang,Aceh  — Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di tepi Pantai Jr. Ulee Krueng Gp.Balohan Kec.Sukajaya Kota Sabang, Kamis (15/01/2026)

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Sukajaya Polres Sabang yang dipimpin Kapolsek Sukajaya Iptu Samsuri langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kebenaran laporan dan melakukan penanganan awal.

Kapolres Sabang AKBP Sukoco, S.ST, MM, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, menyampaikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima informasi, personel Polsek Sukajaya langsung turun ke lokasi untuk mengamankan TKP serta berkoordinasi dengan Sat Reskrim, PMI, dan pihak terkait lainnya guna proses evakuasi dan penyelidikan,” ujar Kapolres Sabang.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Iskandar (49), seorang nelayan, bersama Rafki Adila (16), pelajar, saat keduanya berjalan kaki menyusuri tepi pantai dari Pantai Jurong Ulee Krueng menuju Pantai Ujong Seuke untuk melakukan aktivitas menembak ikan. Sekitar pukul 12.00 WIB, kedua saksi menemukan sesosok mayat tanpa identitas dalam kondisi telungkup di tepi pantai.

Mengetahui temuan tersebut, para saksi segera melaporkannya kepada perangkat Gampong Balohan yang kemudian diteruskan ke Polsek Sukajaya Polres Sabang. Sekira pukul 13.30 WIB, personel Polsek Sukajaya tiba di TKP dan melakukan pengecekan awal serta pengamanan lokasi.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Unit Reskrim Polres Sabang melaksanakan olah TKP dengan hasil sementara sebagai berikut: mayat ditemukan dalam posisi telungkup, mengenakan baju berwarna hijau dan celana berwarna cokelat. Kondisi tubuh tidak utuh tanpa kepala, jaringan tubuh telah mengalami pembusukan, serta ditemukan 13 potong tulang belulang yang terpisah dari tubuh korban.

Kapolres Sabang menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.
“Saat ini jenazah telah dievakuasi ke RSUD Kota Sabang untuk penanganan lebih lanjut. Kami masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya,” tambahnya.

Polres Sabang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait, agar segera melapor ke Polres Sabang atau kantor polisi terdekat.

~REPORTER PERS KOMPAS.SBS.-ACEH OLEHNOVI KARNO

~SUMBERHUMAS POLRES SABANG

KTNA Siap Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Indramayu

0

Indramayu, Kompas.sbs – Sebagai bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo terhadap swasembada pangan nasional, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu siap dukung swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

Komitmen itu ditunjukan dengan kesiapan para pengurus dan anggota KTNA Kabupaten Indramayu saat membahasa program percepatan Musim Tanam (MT) di Kabupaten Indramayu.

“Ada beberapa langkah yang diambil sebagai upaya dukungan kami terhadap program strategis Pemerintah Pusat swasembada pangan seperti mendorong percepatan tanam untuk MT 1 tahun 2026,” ucap Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang, Kamis (15pppp/1/2026).

Tak hanya itu saja, Sutatang mengungkapkan langkah lainnya seperti penggunaan varietas unggul baru, serta penanganan pasca panen yang menggunakan mekanisasi pertanian yang bisa mempercepat proses pengolahan lahan.

Ia menyebutkan setidaknya ada 4 aspek dalam swasembada pangan berkelanjutan, pertama aspek sosial dan ekonomi, kedua aspek diversifikasi pangan, ketiga aspek ekologi dengan sistem pertanian yang ramah lingkungan, dan keempat aspek ketahanan dan gizi.

“Intinya swasembada pangan berkelanjutan itu mewujudkan sistem pangan yang berdaulat, kuat, adil, dan lestari untuk sekarang dan dikemudian hari yang bisa dilanjutkan oleh anak cucu, generasi masa depan bangsa,” ujarnya.

Namun dalam mewujudkan itu semua, sambung Sutatang, membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak yang berkepentingan termasuk dukungan dari Pemerintah Daerah juga seperti penyediaan benih padi varietas unggul, infrastruktur pertanian seperti jalan-jalan pertanian dan sistem irigasi yang bagus, pengawalan pengendalian organisasi pengganggu tumbuhan (OPT), dan penggunaan alat pertanian untuk penanganan pasca panen.

“Percepatan MT 1, kami targetkan selesai pada pertengahan Februari 2026 bisa tanam semua untuk di Kabupaten Indramayu seluas 135.000 hektare. Akan ami kawal oleh para Ketua dan anggota KTNA disetiap Kecamatan,” turutnya.

Ia berharap dengan komitmen dari seluruh anggota KTNA Kabupaten Indramayu dan diperkuat oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu bersama para PPL dan POPT program prioritas pemerintah dalam swasembada pangan berkelanjutan bisa tercapai.

“Perlu adanya sinergitas untuk wujudkan itu semua, kami optimistis ya ketika semua saling dukungan program baik untuk ketahanan pangan berkelanjutan nasional bisa terwujud, khususnya di Kabupaten Indramayu,” kata Sutatang.

Saimin

Dukung Ketahanan Pangan Nasional : Lapas Meulaboh Ikuti Panen Raya Serentak Kemenimipas | Kompas.SBS.-News

0

Dukung Ketahanan Pangan Nasional,
Lapas Meulaboh Ikuti Panen Raya Serentak Kemenimipas

Media Kompas.sbs.-Wilayah Aceh

KOMPAS.SBS.-NEWS | Meulaboh,Aceh – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Meulaboh melaksanakan kegiatan Panen Raya Serentak yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, dan diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Indonesia secara daring, Kamis (15/1/2025).

Kegiatan Panen Raya Serentak tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Hasil panen secara nasional mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyampaikan bahwa Panen Raya Serentak merupakan wujud nyata pembinaan produktif bagi warga binaan.

“Panen Raya Serentak merupakan bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan, serta bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Mashudi.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Panen Raya Serentak Pemasyarakatan menghasilkan total sekitar 123,5 ton komoditas pangan dari berbagai sektor tersebut. Seluruh hasil panen nantinya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera, serta daerah lainnya.

Ketahanan pangan menjadi salah satu upaya strategis Kementerian Imipas dalam menanamkan modal kemandirian bagi warga binaan, melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Program yang dicanangkan oleh Menteri Imipas Agus Andrianto ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap cita-cita swasembada pangan nasional yang digaungkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Di Lapas Kelas IIB Meulaboh, kegiatan panen raya dilaksanakan sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian dengan melibatkan pihak eksternal, antara lain Polsek Meureubo, Koramil Meureubo, serta Dinas Pertanian Aceh Barat, sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh, Tendi Kustendi, menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya Lapas Meulaboh telah berhasil memanen jagung, kacang tanah, dan kangkung. Sementara pada Panen Raya Serentak kali ini, komoditas yang dipanen meliputi bayam brazil sebanyak 25 kilogram dan labu air sebanyak 200 kilogram, yang seluruhnya ditanam dan dirawat langsung oleh warga binaan.

“Kegiatan panen raya ini merupakan wujud nyata dukungan Lapas Meulaboh terhadap program ketahanan pangan, sekaligus memberikan keterampilan, pengalaman, dan nilai produktif bagi warga binaan sebagai bekal kemandirian,” ujar Kalapas Meulaboh.

Melalui kegiatan Panen Raya Serentak ini, Lapas Kelas IIB Meulaboh terus berkomitmen menjalankan pembinaan kemandirian warga binaan secara berkelanjutan serta berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

~Reporter Kompas.SBS.- Aceh OlehNOVI KARNO

~Sumber -Humas Lapas Meulaboh

“LMR RI Bongkar Aroma Dugaan Penyimpangan Proyek Rp 18 Miliar PT Bukit Zaitun, Jalan Provinsi Labura-Tobasa”

0

Kompas.sbs | Labura – Proyek Pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) senilai Rp 18.253.117.110.64, dengan panjang 3.125 Meter, dikerjakan oleh PT Bukit Zaitun kini memicu sorotan publik. Selain menggunakan material ilegal, kualitas pengerjaan pada pondasi jalan sepanjang 250 meter dinilai sangat buruk dan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek).

Tuntutan Pembongkaran Total:

Merespon temuan penggunaan batu fitrun (batu gunung) yang tidak standart pada lapisan pondasi (base), LMR RI Komda Labura sebagai salah satu aktivis mendesak pemerintah untuk bersikap tegas. Mereka menuntut agar pengerjaan sepanjang 250 meter tersebut segera dibongkar dan dibangun ulang sesuai standart kontrak.

“Kami tidak butuh jalan yang hanya cantik di permukaan tapi hancur dalam hitungan bulan. Karena pondasi awal menggunakan material batu fitrun yang diambil dari tanah masyarakat dekat dengan lokasi proyek, diduga ilegal. Kualitas diluar standar, maka tidak ada pilihan lain : Dinas PUPR Sumut harus memerintahkan PT Bukit Zaitun membongkar kembali jalan tersebut. Jangan dipaksakan lanjut ketahap pengaspalan karena itu sama saja membuang uang rakyat.” Tegas M.Daham sekretaris LMR RI Komda Labura kepada awak media, Rabu (14/01/2026) dilokasi proyek.

Aspek Hukum dan Pelanggaran Pasal:

Tindakan kontraktor yang diduga menggunakan material dari sumber tidak resmi dan tidak sesuai kualitas dapat dijerat dengan pasal berlapis :

1. UU No. 3 Tahun 2020 (Minerba) Pasal 161 : Ancaman pidana 5 tahun penjara bagi penampung/pengguna material tambang tanpa izin (Galian C ilegal)

2. UU No.31 Tahun 1999 (Tipikor) Pasal 7 ayat (1) : Pidana bagi pemborong yang melakukan perbuatan curang dalam penyerahan bahan bangunan yang dapat membahayakan keamanan barang atau negara.

3. UU No.2 Tahun 2017 (Jasa Kontruksi) : Kewajiban kontraktor untuk bertanggung jawab atas kegagalan bangunan akibat Ketidaksesuaian material.

Poin poin Tuntutan Masyarakat:

1. Instruksi Pembongkaran : Mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mengeluarkan surat perintah pembongkaran atas pondasi jalan sepanjang 250 meter yang diduga menggunakan batu fitrun ilegal.

2. Audit Teknis & Lab : meminta tim ahli dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut untuk melakukan uji petik laboratorium terhadap material aggregat diseluruh titik proyek.

3. Blacklist Kontraktor : Meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi daftar hitam (blacklist) kepada PT Bukit Zaitun jika terbukti melakukan kecurangan secara sengaja.

4. Pemeriksaan APH : Meminta aparat Kepolisian dan Kejaksaan turun tangan menyelidiki aliran dana dan asal usul material dari tambang ilegal yang digunakan.

Hingga saat ini, progres pengerjaan di lapangan terus dipantau oleh warga. Masyarakat, Pers dan LSM menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata berupa perbaikan sesuai standar yang telah dibayar oleh Negara.

(Sumber: LMR RI | MAI Labura)

Proyek Saluran Jalan Kom Yos Sodarso Gang Aulia : Atasi Kekurangan Lewat Perbaikan.

0

Pontianak Barat: Proyek saluran pembuangan pasang surut milik Dinas Perkim Kota Pontianak di jalan. Kom. Yos Sudarso, Gg Aulia, Kecamatan Pontianak Barat, yang sempat mendapat kritikan, kini telah dirapikan secara tuntas.

” Kondisi fisiknya sudah kita rapikan semua, sesuai hasil kordinasi dengan Dinas Perkim Kota Pontianak. Kami juga masih mau menggali dan bersihkan paritnya, biar lebih rapi lagi, ujar Pelaksana

Pihak Perusahaan, katanya, juga menginginkan hasil yang terbaik layaknya keinginan masyarakat. Makanya ketika ada hal atau kekurangan-kekurangan sedikit yang harus ditangani langsung cepat diatasi.

” Nah Sekarang perbaikan itu telah selesai dan sudah rapi semua. Control sosial tersebut sangat membantu kami dalam menyuport kinerja Perusahaan agar kedepannya bisa lebih baik lagi, terima kasih, ucap Staf CV Kuda Berantai.

Mengatasi dengan cepat kekurangan yang ada, merupakan cerminan tanggung jawab pelaksana terhadap pekerjaan yang dilakukannya.(007/ Danil.A)

Launching Seragam Gratis Bupati Subang Tegaskan Komitmen Pemerintah Dan Kualitas Pendidikan

0

*Launching Seragam Sekolah Gratis, Bupati Subang Tegaskan Komitmen Pemerataan dan Kualitas Pendidikan*

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Heri Sopandi meluncurkan program Seragam Sekolah Gratis bagi siswa SD dan SMP di SMP Negeri 2 Pusakanagara, Kamis (15/01/26). Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam memastikan akses pendidikan yang setara dan bermartabat bagi seluruh anak Subang.

Dalam sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa kebijakan seragam sekolah gratis merupakan wujud kehadiran negara melalui aksi nyata, bukan sekadar janji. Ia menyampaikan bahwa program ini menyasar siswa SD dan SMP dengan total puluhan ribu set seragam lengkap, meliputi seragam putih, pramuka, serta atribut pendukung lainnya. Di Kecamatan Pusakanagara sendiri, program ini menjangkau 28 sekolah yang terdiri dari 23 SD dan 5 SMP dengan total 1.799 siswa penerima manfaat.

“Hari ini adalah hari yang membahagiakan, terutama bagi anak-anak. Pemerintah hadir bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan aksi nyata melalui pembagian seragam sekolah gratis,” tegas Kang Rey.

Ia juga menyampaikan target jangka menengah pemerintah daerah agar program seragam gratis dapat menjangkau seluruh jenjang, mulai dari kelas I hingga VI SD serta kelas I hingga III SMP. Menurutnya, tidak boleh ada anak Subang yang merasa minder atau tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Subang yang minder untuk berangkat ke sekolah. Semua harus punya seragam yang layak, rapi, dan sama, agar fokusnya hanya satu, belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Selain itu, Kang Rey menekankan peran orang tua dalam pendidikan karakter dan pendampingan anak di luar sekolah. Ia mengingatkan bahwa dukungan negara melalui program makan bergizi gratis dari Presiden dan seragam gratis dari pemerintah daerah harus diimbangi dengan perhatian keluarga terhadap pendidikan anak.

Di kesempatan yang sama, Kang Rey juga mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp35 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana SD dan SMP di Kabupaten Subang. Ia memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti sekolah-sekolah rusak serta setiap pengaduan yang masuk dari masyarakat.

“Saya tegaskan, setiap sekolah yang ada pengaduan harus segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Heri Sopandi menyampaikan bahwa program seragam gratis di Kecamatan Pusakanagara mencakup siswa kelas I dan II, serta siswa kurang mampu dan anak yatim di jenjang kelas VIII dan IX. Ia berharap ke depan pengadaan seragam dapat direalisasikan sejak awal tahun ajaran dengan persiapan yang lebih matang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Pusakanagara, para kepala sekolah, serta jajaran terkait lainnya. (***).