KOMPAS.SBS – Rote Ndao — Pos Satkamling Dapekoen di Desa Lenu Petu, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, wilayah hukum Polsek Pantai Baru yang dipimpin Kapolsek Ipda Roly Ndaong, mendapat kunjungan tim supervisi dan penilaian dari Korbinmas Baharkam Polri, Kamis (21/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring, evaluasi, serta penilaian Pos Satkamling tingkat nasional setelah Pos Satkamling Dapekoen ditetapkan sebagai perwakilan terbaik Polda Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti lomba Pos Satkamling tingkat Mabes Polri bersama 36 perwakilan Polda se-Indonesia.
Tim supervisi dipimpin oleh Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H., Plt. KABAGOPSNALEV KORBINMAS BAHARKAM POLRI, didampingi Trihadi Kuncahy, A.Md., S.E., Analis Kebijakan Madya Bidang BINMAS BAHARKAM POLRI, dan AKP M. Slamet Supriadi, KAURMIN BAGOPSNALEV KORBINMAS BAHARKAM POLRI.
Sementara dari jajaran Polda Nusa Tenggara Timur turut hadir Sudartomo, S.I.K., M.Si., DIRBINMAS POLDA NTT, AKP Heru Teguh Prastyo, PS. KASIBINEV SUBDITBHABINKAMTIBMAS DITBINMAS POLDA NTT, serta Bripda Mikhael Sefrio Edward Dugid, BAMIN SUBBAGRENMIN DITBINMAS POLDA NTT.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lenu Petu menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Pos Satkamling Dapekoen sebagai wakil Provinsi NTT di tingkat nasional.
“Kami menyambut kehadiran Bapak-bapak semua dengan penuh sukacita. Kami berharap melalui kegiatan ini Pos Satkamling Dapekoen dapat memberikan yang terbaik bagi NTT,” ujar perwakilan masyarakat.
Tim supervisi menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan memastikan kondisi Pos Satkamling di lapangan sesuai dengan hasil penilaian daring sebelumnya.
“Kehadiran kami di sini untuk monitoring dan evaluasi terkait operasional fungsi Binmas jajaran Polda NTT. Kami memastikan apakah apa yang diinformasikan kepada kami benar adanya,” kata Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H.
Ia menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan lima aspek utama, yakni sumber daya manusia, anggaran, sarana-prasarana, operasional, serta pembinaan Pos Satkamling.
Menurutnya, Pos Satkamling Dapekoen memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya sistem keamanan desa yang dinilai baik.
“Posisi pos satkamling berada di ujung desa dan akses masuk desa dibatasi dengan tembok. Ini menjadi salah satu bentuk manajemen kamtibmas yang cukup bagus dan bisa menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Meski demikian, tim supervisi juga mencatat beberapa keterbatasan sarana, seperti belum tersedianya CCTV akibat kendala jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.
Sementara itu, pihak Ditbinmas Polda NTT optimistis Pos Satkamling Dapekoen mampu bersaing di tingkat nasional karena telah aktif berjalan sejak tahun 2012 dan melibatkan partisipasi masyarakat secara konsisten.
“Kami sangat yakin Pos Satkamling Desa Lenu Petu ini menjadi salah satu yang terbaik. Aktivitasnya sudah berjalan belasan tahun secara simultan oleh warga,” ungkap salah satu pejabat Ditbinmas Polda NTT.
Dalam kesempatan tersebut, tim supervisi juga mengimbau masyarakat agar kegiatan siskamling tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi budaya hidup sehari-hari dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kegiatan pos kamling ini dari masyarakat untuk masyarakat. Jika dijalankan dengan baik, maka akan menjadi upaya pencegahan terhadap ancaman kriminalitas sekaligus memiliki fungsi sosial bagi warga,” tutup Rishian Krisna Budhiaswanto.YH

