Top 5 This Week

Related Posts

Heboh SPBU Aek Nabara! Pertalite Lenyap Dicuri Pelangsir, Warga Keluhkan Stok Kosong

Terlihat aktivitas mencurigakan pengisian BBM Pertalite menggunakan jerigen di SPBU 14.214.247 N8 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, yang diduga terkait pelangsiran BBM bersubsidi.

Kompas.SBS – LABUHANBATU

Kemarahan warga Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, memuncak menyusul dugaan praktik “permainan” distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 14.214.247 N8 Aek Nabara. Stok BBM yang seharusnya menjadi hak masyarakat umum dikabarkan ludes dalam waktu singkat, diduga kuat diserap oleh jaringan pelangsir yang beroperasi secara sistematis.

Pantauan media pada Rabu (20/5/2026) mengungkap aktivitas mencurigakan di area SPBU tersebut. Bukan antrean wajar pengendara roda dua, melainkan barisan sepeda motor yang membawa jerigen berukuran besar. Mereka terlihat mengisi bahan bakar dalam volume tidak wajar, jauh melebihi kebutuhan harian kendaraan pribadi.

Yang lebih mengejutkan, setelah tangki jerigen penuh, para pelangsir ini tidak langsung pulang. Sejumlah kendaraan roda empat diduga milik oknum penampung atau bandar, tampak siaga menjemput hasil curian subsidi tersebut di titik tertentu dekat lokasi SPBU. Aktivitas ini bukan kejadian sesekali, melainkan pola yang berulang setiap kali stok Pertalite datang.

Ada ‘Uang Damai’?
Sumber dari lapangan yang enggan disebutkan namanya membocorkan adanya indikasi kolusi internal. Disebutkan, para pelangsir wajib memberikan “setoran” atau uang damai kepada oknum tertentu di lingkungan SPBU agar aktivitas ilegal mereka dibiarkan. Nilainya berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per kendaraan.

“Praktik ini seperti sudah menjadi rahasia umum. Selama ada ‘bayaran’, kran Pertalite seolah terbuka lebar untuk mereka. Sementara warga biasa yang butuh bensin untuk bekerja justru geleng-geleng kepala karena spanduk ‘Habis’ sudah terpasang,” keluh seorang warga setempat dengan nada kecewa.

Ironisnya, di tengah kelancaran arus BBM untuk para pelangsir, masyarakat umum terpaksa berpindah ke SPBU lain yang jaraknya cukup jauh, atau harus rela mengantre berjam-jam tanpa kepastian kapan stok akan kembali tersedia.

Tanggapan Aparat & Kebungkaman Pengelola
Saat dikonfirmasi terkait tudingan serius ini, Mandor SPBU N8, Lubis, memilih bungkam dan belum memberikan klarifikasi apapun. Sikap diam ini kian memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Menanggapi laporan warga, Kapolsek Bilah Hulu, AKP Syamsul Bahri Dalimunthe, S.H., M.H., menyatakan apresiasi atas informasi yang diterima. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam.

“Kami akan verifikasi fakta di lapangan. Jika memang ada unsur pidana atau pelanggaran aturan dalam distribusi BBM subsidi, kami tidak akan main-main. Pelaku akan diproses sesuai hukum,” tegas Kapolsek.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen SPBU maupun instansi terkait lainnya. Masyarakat Labuhanbatu kini menunggu tindakan tegas aparat untuk menghentikan praktik yang merugikan rakyat kecil ini.

(Red)

 

 

 

Popular Articles