Kompas SBS – DELISERDANG
Kepolisian berhasil mengamankan enam individu yang diduga terlibat dalam kasus penembakan yang menewaskan Wakil Komandan Komando Tempur (Wadan KOTI) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Deli Serdang, Doni Pacek. Jumlah ini mengalami penambahan dari sebelumnya yang hanya tiga orang.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, menuturkan bahwa identitas, peran, hingga status hukum para individu tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat diumumkan secara resmi. Namun, ia memastikan bahwa konferensi pers terkait perkembangan kasus ini akan segera digelar besok.
“Total sudah enam orang yang kami amankan. Untuk penetapan pelaku utama masih terus didalami. Rinciannya akan kami sampaikan dalam konferensi pers besok,” ujar Kombes Ferry, Rabu (21/10/2026).
Kasus ini bermula pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, Doni Pacek yang bertindak sebagai pengemudi mobil Toyota Yaris dengan nomor polisi BK 1442 MAG tengah melintas bersama empat rekannya, yakni Indra Wijaya Lingga, Dio, Hatta, dan Juanda. Mereka hendak menuju kediaman seorang rekan di Desa Bandar Labuhan.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deli Serdang, Junaidi S.H., menjelaskan bahwa saat melintasi Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, kendaraan mereka tiba-tiba ditembaki oleh oknum tidak dikenal dari luar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.
“Kronologisnya, saat anggota kami sedang dalam perjalanan mengendarai mobil, tiba-tiba ada tembakan dari luar yang dilakukan oleh pengendara motor,” jelas Junaidi.
Akibat insiden naas tersebut, Doni Pacek menjadi korban tewas setelah proyektil senjata api bersarang tepat di bagian leher sebelah kirinya.
Warianto

