Kompas SBS – MEDAN
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik “home industri” produksi liquid vape mengandung etomidate, narkotika golongan II. Pengungkapan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba yang menyasar generasi muda melalui modus rokok elektronik.
Kasus ini dipaparkan dalam konferensi pers di Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut, Rabu (5/8/2026), oleh Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol. Andy Arisandi, S.H., S.I.K., M.H., bersama Kabid Humas Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan.
Modus Produksi Lengkap di Rumah
Kombes Pol. Andy Arisandi menjelaskan istilah “home industri” digunakan karena pelaku melakukan seluruh proses produksi secara mandiri di lokasi pengungkapan. Mulai dari penyediaan bahan baku, pencampuran, pengisian cartridge, hingga pengemasan produk siap edar dengan berbagai merek vape populer.
“Ini bukan sekadar peredaran, tapi produksi lengkap. Ada bahan baku, alat ukur, pipet, mesin pengering, hingga alat press kemasan. Semua dilakukan di rumah untuk menyamarkan identitas produk,” ujar Andy.
Petugas mengamankan sembilan botol bahan baku etomidate murni (kadar 90%) hasil uji Laboratorium Forensik. Satu botol berkapasitas 1.350 ml mampu menghasilkan 150–175 cartridge vape setelah dicampur nikotin dan flavor. Barang bukti lain yang disita meliputi berbagai alat produksi dan kemasan kosong.
Jejak Internasional dari Kamboja
Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat tentang barang mencurigakan di belakang sebuah rumah. Pengembangan kasus mengarah pada lima saksi yang sedang diperiksa peran hukumnya. Kasus ini juga terkait dengan penangkapan tersangka inisial T oleh BNN Sumut sebelumnya.
Yang mengejutkan, penyelidikan sementara mengindikasikan bahan baku etomidate dikirim langsung dari Kamboja ke Medan.
“Kami masih mendalami jaringan pemasok dan jalur distribusi lintas negara ini. Siapa pengirim dan bagaimana mekanisme masuknya ke Indonesia menjadi fokus utama penyidikan,” tegas Andy.
Bahaya Kesehatan Mengintai
Polda Sumut mengingatkan bahaya serius penggunaan vape etomidate. Efek jangka pendek meliputi hilang kesadaran, tubuh bergetar, dan kondisi fly. Sementara penggunaan jangka panjang berpotensi menyebabkan ketergantungan parah, kerusakan fungsi otak, serta gangguan kesehatan mental.
Masyarakat, khususnya generasi muda, diimbau untuk waspada dan tidak terjebak menggunakan atau memperjualbelikan vape ilegal. Polda Sumut berkomitmen terus memberantas jaringan produksi dan distribusi narkoba melalui jalur udara, darat, maupun laut demi keamanan wilayah Sumatera Utara.
(Warianto)

