Pontianak Selatan __ Masyarakat menuding bentuk pengawasan yang diaktualisasikan oleh Dinas Perkim Kota Pontianak terhadap beberapa pekerjaan tidak maksimal. Pantas paket drainase di GG AL HIJRAH Kec. Pontianak, Selatan Jln Purnama 2, mutunya dibawah standar.
” Kerjaannya asal-asalan. Bahkan bayak Retak Retak Dan tampalan, Pemasangannya juga tidak beraturan, banyak renggang, penuh tampalan. Usianya paling banter 5 bulan, setelah itu pecah dan miring, ” terang warga sekitar kesal.
Ia menyebut proyek basah segede Rp. 197 juta, kerjaan CV. FAFA SEJAHTERA ABADI, tidak sesuai spesifikasi tehnis atau diluar acuan RAB. Banyak material yang dimanipulasi sehingga kondisi fisiknya tidak mencerminkan unsur kualitas.
” Pokoknya Hasil bangunan itu tak can. Rasanya sayang duit APBD dibuang percuma hanya untuk yang gituan. Kondisi Ini seharusnya menjadi atensi Walikota. Artinya ada sedikit ketegasan, mengingat tidak sedikit proyek PL yang mutunya memprihatinkan. Paling tidak tegoran atau sanksi administratif, ” pintanya.(007/Danil.A)

