PURWOREJO, Kompas.sbs – Bagi ratusan siswa yang mengikuti Latihan Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2026, momen penutupan yang digelar di Lapangan Indoor SMA Negeri 11 Purworejo pada Rabu (24/6/2026) bukan sekadar berakhirnya serangkaian kegiatan fisik dan baris-berbaris. Lebih dari itu, hari ini menjadi titik awal bagi mereka untuk menerapkan nilai-nilai luhur yang telah ditempa selama latihan.

Upacara penutupan dipimpin oleh Pasi Ter Kodim 0708/Purworejo, Kapten Inf Afik Sutanto, dan berlangsung dengan khidmat di hadapan para peserta, guru pendamping, serta jajaran Kodim setempat.
Selama mengikuti rangkaian latihan, para peserta tidak hanya dilatih ketangkasan fisik, tetapi juga dibentuk pola pikir, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam amanat pembina upacara. Kapten Afik menegaskan bahwa semangat yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti nyata bahwa harapan masa depan bangsa ada pada diri mereka.

“Kami melihat antusiasme dan kesungguhan yang luar biasa. Ini membuktikan generasi muda Purworejo punya semangat juang yang tinggi. Namun perlu diingat, latihan ini baru permulaan. Ilmu dan sikap yang didapatkan harus dibawa pulang dan dijadikan kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jiwa kepemimpinan dan kecintaan terhadap tanah air yang ditanamkan selama kegiatan tidak hanya berhenti di lapangan latihan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman saat mereka kembali ke sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat.

“Jadilah contoh bagi teman-teman lain. Tunjukkan bahwa disiplin, jujur, dan saling menghargai adalah ciri pemimpin yang sesungguhnya. Semakin kuat karakter kalian, semakin kokoh pula masa depan daerah dan negara ini,” tambahnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kodim 0708 Purworejo menilai program KKRI telah mencapai tujuannya: melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki jati diri sebagai warga negara Indonesia yang sejati. Kini, tugas terbesar ada di pundak para peserta untuk membuktikan bahwa bekal yang didapatkan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
(SBE)

