Top 5 This Week

Related Posts

Lembaga Adat Suku Mooyumbuk Dikukuhkan, Regenerasi Adat dan Pemuda Jadi Kekuatan Baru

ROTE NDAO, KOMPAS.SBS – Lembaga Adat Suku Mooyumbuk di Kabupaten Rote Ndao resmi dikukuhkan pada Rabu (19/08/2026). Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kelembagaan adat sekaligus menjaga sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat adat Suku Mooyumbuk.

Pengukuhan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Rote Ndao, lembaga adat se-Kecamatan Rote Barat Daya, tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga besar Suku Mooyumbuk, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam kepengurusan periode 2026-2031, Meksi Mooy, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Lembaga Adat Suku Mooyumbuk. Ia menggantikan Gabriel Mooy, yang sebelumnya memimpin lembaga adat tersebut.

Dalam sambutan Bupati Rote Ndao Paulus Henukh, S.H., yang disampaikan Asisten III Setda Rote Ndao, Pauwil J.J. Nggili, pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah dalam membangun daerah.

Lembaga adat dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat dan memiliki peran dalam menjaga nilai kehidupan, budaya, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun Rote Ndao,” demikian pesan Bupati Paulus Henukh yang disampaikan melalui Asisten III.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus membuka ruang komunikasi dengan lembaga-lembaga adat agar pembangunan dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan tetap menghormati nilai serta tatanan adat yang berlaku.

Ketua lama Lembaga Adat Suku Mooyumbuk, Gabriel Mooy, turut mengungkapkan sejarah perjalanan komunitas adat tersebut.

Gabriel menjelaskan, pembagian suku terjadi pada tahun 1790, pada masa pemerintahan Raja Besi Alu Pah.

Menurutnya, sejarah tersebut penting diketahui dan diwariskan kepada generasi penerus agar mereka memahami asal-usul serta perjalanan Suku Mooyumbuk.

Bagi keluarga besar Mooyumbuk, sejarah bukan hanya catatan masa lalu. Sejarah menjadi bagian dari identitas yang memperkuat persatuan keluarga sekaligus menjaga kesinambungan adat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Momentum pengukuhan juga ditandai dengan terbentuknya kepengurusan Ikatan Pemuda-Pemudi Mooyumbuk periode 2026-2031.

Hangry M. J. Mooy, S.H., M.Si. dipercaya sebagai Ketua Ikatan Pemuda-Pemudi Mooyumbuk periode tersebut.

Kehadiran organisasi pemuda-pemudi diharapkan menjadi kekuatan baru dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya Suku Mooyumbuk.

Generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus nilai-nilai leluhur sekaligus penggerak kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

Pengukuhan lembaga adat dan kepengurusan pemuda-pemudi itu sekaligus menjadi simbol kesinambungan antara generasi tua dan generasi muda.

Lembaga adat diharapkan tetap menjadi penjaga nilai budaya, persaudaraan, gotong royong, dan kearifan lokal. Sementara itu, generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Kehadiran lembaga adat se-Kecamatan Rote Barat Daya juga menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antarkomunitas adat. Hubungan tersebut diharapkan terus diperkuat melalui komunikasi, kerja sama, dan kegiatan bersama.

Pergantian kepemimpinan dari Gabriel Mooy kepada Meksi Mooy menjadi bagian dari proses regenerasi kelembagaan adat. Tongkat estafet tersebut diharapkan membawa semangat baru tanpa meninggalkan akar sejarah dan nilai-nilai yang telah diwariskan para leluhur.

Sementara itu, kepemimpinan Hangry M. J. Mooy di organisasi pemuda-pemudi diharapkan mampu memperkuat keterlibatan generasi muda dalam kehidupan sosial, budaya, dan pembangunan.

Dengan kepengurusan baru periode 2026-2031, keluarga besar Suku Mooyumbuk diharapkan semakin solid dalam menjaga identitas, memperkuat persatuan, serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan lembaga adat lainnya.

Pengukuhan tersebut pada akhirnya bukan sekadar pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi penegasan komitmen keluarga besar Suku Mooyumbuk untuk menjaga warisan leluhur sekaligus menatap masa depan dengan tetap berpijak pada sejarah dan budaya.

Adat dijaga, sejarah diwariskan, pemuda bergerak, pemerintah dan lembaga adat bersinergi membangun Rote Ndao.

Popular Articles