Top 5 This Week

Related Posts

Lebih dari Sekadar Atraksi : Jetis Cup 2026, Jembatan Budaya dan Ekonomi di Pesisir Purworejo

 

Purworejo, KOMPAS.SBS — Pantai Jetis, Desa Patutrejo, Kecamatan Grabag, kembali hidup dan berwarna. Lewat penyelenggaraan Jetis Cup 2026, festival kuda jingkrak khas daerah ini bukan hanya mempertunjukkan kekayaan seni budaya, melainkan menjadi kunci untuk membangkitkan kembali potensi wisata dan perekonomian kawasan pesisir selatan Purworejo.

Dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi pada Sabtu (27/6/2026), acara perdana ini juga dihadiri Bupati Yuli Hastuti, jajaran pimpinan daerah, serta warga setempat. Bagi Wabup Dion, atraksi kuda jingkrak memiliki nilai lebih: ia adalah keunikan langka yang tidak dimiliki daerah lain, sehingga bisa menjadi identitas sekaligus magnet tersendiri bagi wisatawan.

“Ini kekayaan kita sendiri. Kalau dikelola dengan baik dan dikolaborasikan antara masyarakat, pengelola wisata, serta pemerintah, daya tariknya akan semakin kuat. Kita tidak hanya mempertahankan budaya, tapi juga membuka peluang ekonomi,” tegasnya.

Sudut pandang yang dikedepankan bukan hanya pada keberhasilan acara hari itu, melainkan pada dampak jangka panjang. Wabup Dion menekankan bahwa keberlanjutan adalah kunci utama. Jika dijadikan agenda rutin setiap tahun, Jetis Cup diharapkan mampu menciptakan efek berantai: semakin banyak pengunjung datang, semakin laris pula usaha pedagang makanan, penyewaan tempat, hingga produk UMKM di sekitar pantai.

Sependapat dengan harapan tersebut, Ketua Panitia Shokhibal Untung menyatakan bahwa acara ini memang dirancang untuk manfaat luas. Sebagai penyelenggaraan perdana, Jetis Cup 2026 menjadi sarana promosi sekaligus pengujian bahwa budaya lokal bisa menjadi penopang penghidupan warga.

“Kalau terbukti membawa manfaat bagi Pokdarwis, pedagang, dan seluruh warga, tentu kami akan terus melaksanakannya setiap tahun. Ini bukti bahwa melestarikan budaya bisa berjalan beriringan dengan memajukan perekonomian daerah,” ujarnya.

Lewat Jetis Cup 2026, tersirat satu pesan jelas: kebangkitan wisata pesisir Purworejo dimulai dari memuliakan apa yang dimiliki — budaya — lalu mengubahnya menjadi berkah yang dapat dinikmati bersama.

(SBE)

Popular Articles