MAKASSAR – KOMPAS. Kepala SMK Negeri 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd., akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat.
Siswa Tertidur Usai Nonton Piala Dunia dan Santap MBG Sampai
Langkah ini diambil menyusul beredarnya potongan rekaman video di media sosial yang memperlihatkan dirinya tengah membangunkan seorang siswa menggunakan kaki, hingga menuai beragam tanggapan dari netizen pada Sabtu (25/7/2026).
Menanggapi kegaduhan tersebut, Andi Nursidah membeberkan kronologi di balik insiden yang terjadi di lingkungan sekolahnya. Peristiwa itu bermula saat ia melakukan pemantauan ke salah satu ruang kelas yang kala itu sedang kosong pengawasan langsung, lantaran guru mata pelajaran yang bersangkutan tengah menghadiri tugas kedinasan di luar sekolah.
Saat melangkah masuk, ia mendapati seorang siswa tertidur lelap karna habis nonton Piala Dunia dan seusai menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)
.
Sebelum ia menghampiri, rekan-rekan sekelas siswa tersebut sebenarnya sudah berulang kali mencoba membangunkan sang teman, namun tak kunjung membuahkan hasil. Andi Nursidah pun ikut memanggil nama siswa tersebut beberapa kali, tetapi tetap tidak mendapat respons.
Murni Rasa Khawatir dan Ingin Memastikan Kondisi Siswa
Melihat muridnya sama sekali tak bergeming meski sudah dipanggil berulang kali, rasa cemas mulai menyelimuti benak Andi Nursidah. Dalam situasi spontan tersebut,
ia kemudian menggunakan ujung kakinya untuk menyentuh tubuh siswa secara perlahan sambil terus memanggil namanya hingga akhirnya sang murid terbangun.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua siswa, masyarakat, dan seluruh pihak atas kegaduhan yang timbul akibat video ini.
Saya sangat memahami bahwa tindakan saya tersebut dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda di mata publik,” ujar Andi Nursyidah

“Saat itu, fokus utama dalam pikiran saya adalah memastikan kondisi siswa baik-baik saja. Sama sekali tidak ada niat untuk melakukan tindakan yang mengarah pada kekerasan.
Saya refleks dan khawatir terjadi sesuatu yang serius pada kesehatannya karena tidak merespons panggilan sama sekali,” tegasnya menjelaskan.
Berawal dari Rekaman dikirim ke group Internal sekolah untuk Evaluasi kepada kesemua guru yg meninggalkan tugas dikelas.
Terkait bocornya rekaman tersebut ke ruang publik, Andi Nursidah menyebutkan bahwa video itu sebenarnya dibuat untuk kepentingan internal sekolah.
Rekaman tersebut semula diunggah ke grup internal guru sebagai bahan evaluasi bersama mengenai pentingnya pengetatan pengawasan terhadap peserta didik, terutama saat guru pengajar sedang berhalangan hadir.
Ia mengaku terkejut dan tidak mengetahui bagaimana dokumentasi internal itu bisa merembes keluar hingga menjadi viral dengan beragam narasi simpang siur di media sosial.
“Kami tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyebarluaskan video itu ke luar lingkungan sekolah. Kendati demikian, kami sangat menghormati setiap masukan masyarakat dan siap memberikan penjelasan resmi jika dibutuhkan oleh pihak berwenang,” tambahnya
.Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd.,
Siap Kooperatif dan Menjadikan Pelajaran Bersama
Manajemen SMKN 6 Makassar menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif penuh apabila Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun instansi terkait memanggil mereka untuk meminta penjelasan lebih detail mengenai dinamika peristiwa tersebut.
Mengakhiri keterangannya, Andi Nursidah mengimbau publik agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang hanya didasarkan pada potongan video pendek tanpa mengetahui konteks utuhnya.
“Kami menghormati seluruh proses yang berjalan dan berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, agar komunikasi serta kualitas pengawasan di lingkungan sekolah dapat terus ditingkatkan ke depannya,” pungkasnya.

