BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
Jumat Barokah, Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. Salurkan 1 Ton Beras untuk Santri Raudhatul Razaqa
ACEH BESAR – KOMPAS.SBS | Semangat berbagi dan kepedulian terhadap pendidikan generasi muda kembali diwujudkan melalui kegiatan Jumat Barokah yang digelar di Balai Pengajian Raudhatul Razaqa, Komplek Bharadaksa, Gampong Rabeu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Pembina Umum Petani Muda Aceh, Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menyerahkan bantuan sebanyak 1 ton beras kepada Yayasan Rumah Raudhatul Razaqa sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan para santri serta keberlangsungan kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Bantuan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh pengurus yayasan. Beras yang diterima akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan santri, khususnya anak-anak yatim piatu dan mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu yang selama ini mengikuti kegiatan pengajian secara gratis.
Pembina Yayasan Rumah Raudhatul Razaqa, Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung pendidikan, kegiatan sosial, serta pembinaan keagamaan di Aceh.
Menurut Dr. Junaidi, Yayasan Rumah Raudhatul Razaqa hadir sebagai lembaga yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan dengan tujuan membentuk generasi yang memiliki ilmu agama, akhlak mulia, serta karakter yang kuat.
“Seluruh biaya pendidikan dan kegiatan pengajian bagi santri yatim piatu maupun anak-anak dari keluarga fakir miskin kami gratiskan. Karena itu, setiap bantuan dari para dermawan menjadi amanah yang sangat berarti dan akan kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Dr. Junaidi.
Selain menyerahkan bantuan beras, Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. juga memberikan perhatian terhadap pengembangan sarana dan prasarana Balai Pengajian Raudhatul Razaqa. Berbagai fasilitas seperti rumah, tanah, pendingin ruangan (AC), pengeras suara, serta kebutuhan pendukung lainnya telah dihibahkan guna menunjang aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.
Tidak hanya di Kuta Baro, dukungan serupa juga diberikan di wilayah Kecamatan Lhoknga sebagai bagian dari komitmen memperkuat kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Dr. Junaidi menilai kepedulian tersebut merupakan investasi sosial yang sangat bernilai dalam membangun generasi Aceh yang religius, berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi berkah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para santri dalam menempuh pendidikan agama.
“Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi anak-anak kita. Mudah-mudahan mereka semakin semangat belajar, menghafal Al-Qur’an, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berguna bagi agama, bangsa, dan daerah,” ujarnya.
Keberadaan Balai Pengajian Raudhatul Razaqa juga mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Banyak orang tua mengaku bersyukur karena anak-anak mereka kini memiliki tempat belajar agama yang nyaman, aman, dan tanpa dipungut biaya. Anak-anak yang sebelumnya kurang percaya diri untuk mengikuti pengajian kini semakin aktif belajar mengaji dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Dr. Junaidi, M.S.M., M.H yang di Sapa Waled turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan pendidikan dan sosial yang dijalankan Yayasan Rumah Raudhatul Razaqa. Menurutnya, membangun generasi yang beriman dan berakhlak mulia merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi seluruh lapisan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Ny. Yuliana, S.Pd., bersama jajaran pengurus yayasan, yakni Tgk. Khaidir, Ustaz M. Barli, Ustaz Rafi, dan Tgk. M. Raffi Mubarak, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. atas kepedulian dan dukungan yang terus diberikan.
Mereka menilai bantuan berupa 1 ton beras, santunan, serta berbagai fasilitas penunjang pengajian bukan hanya meringankan kebutuhan para santri, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam mencetak generasi Aceh yang religius, berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Momentum Jumat Barokah di Balai Pengajian Raudhatul Razaqa menjadi bukti bahwa kepedulian yang dilakukan dengan tulus mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat. Kolaborasi antara tokoh masyarakat, lembaga sosial, dan para dermawan diharapkan terus terjalin demi melahirkan generasi Aceh yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
(Reporters/Pers Media KOMPAS.SBS : MJ Novi Karno)

