Top 5 This Week

Related Posts

JLS Tulungagung Buka Gerbang Surga. 40 Pantai Siap Jadi Magnet Wisata Baru, Investor Sudah Mengintip

 

TULUNGAGUNG.Kompas.sbs- Jalur Lintas Selatan atau JLS Tulungagung tidak hanya memangkas waktu tempuh. Jalan mulus di bibir selatan ini juga membuka akses ke deretan pantai yang selama ini tersembunyi dan sulit dijangkau.

Setelah JLS beroperasi, perhatian investor mulai mengarah ke pesisir selatan Tulungagung. Panorama laut di kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung Muhammad Ardian Candra mengatakan, minat investor sudah mulai terlihat. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Pantai Coro. Pantai ini masih alami dengan pasir putih, tebing karst, dan ombak khas laut selatan.

Namun peluang pengembangan belum bisa direalisasikan. Ardian menjelaskan keterbatasan regulasi membuat pemerintah daerah belum memiliki kewenangan untuk menawarkan maupun mengembangkan kawasan tersebut bersama investor. Sebagian besar pantai di sepanjang koridor JLS masih berstatus kawasan hutan sehingga kewenangannya berada di tangan Perhutani dan Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan catatan Disbudpar, ada sekitar 40 pantai di sepanjang JLS yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Dengan terbukanya akses JLS, 40 titik wisata baru ini kini bisa dijangkau lebih mudah dari arah Pacitan hingga Trenggalek.

Sambil menunggu kepastian regulasi dan proses pelepasan kawasan hutan, Pemkab Tulungagung memprioritaskan pengembangan destinasi yang statusnya sudah lebih siap. Langkah awal difokuskan pada revitalisasi Pantai Popoh agar menjadi gerbang utama wisata selatan. Selain itu, Pemkab juga memperkuat pengelolaan enam pantai unggulan lain yakni Pantai Lumbung, Molang, Pacar, Kedung Tumpang, Gemah, dan Midodaren. Keenam pantai tersebut dinilai sudah memiliki daya tarik dan akses yang memungkinkan untuk segera digarap.

“Kami maksimalkan yang sudah bisa kita kelola dulu. Sambil terus berkoordinasi dengan pusat terkait pelepasan kawasan hutan di pantai-pantai lain,” ujar Ardian.

Kehadiran JLS membawa efek domino besar bagi pariwisata. Sebelumnya perjalanan ke pantai selatan membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam melalui jalan berkelok. Kini dengan JLS, waktu tempuh cukup 45 menit sampai 1 jam. Akses yang lebih cepat ini membuat investor semakin yakin untuk masuk.

Jika regulasi segera tuntas, koridor selatan Tulungagung berpeluang berkembang pesat. Deretan pantai di sepanjang JLS bisa tumbuh menjadi kawasan wisata lengkap mulai dari homestay, glamping, kafe tepi tebing, hingga wisata bahari.

Kini keputusan besar ada di pemerintah pusat. Begitu status kawasan hutan dicabut, 40 pantai di JLS Tulungagung siap menjadi destinasi baru yang dapat mengubah wajah ekonomi pesisir selatan. Potensinya sangat besar dan tinggal menunggu lampu hijau.(an)

Popular Articles