Yogyakarta,.Kompas.sbs – Beredarnya rekaman peristiwa di media sosial sempat menimbulkan pertanyaan publik terkait jalannya Mandiri Jogja Marathon 2026. Namun setelah dilakukan pengecekan dan komunikasi langsung, terbukti bahwa apa yang terjadi hanyalah kesalahpahaman teknis yang berhasil diselesaikan secara damai dan kekeluargaan oleh semua pihak terkait.

Dari penjelasan gabungan Danrem 072/Pamungkas dan Panitia Pelaksana, terungkap bahwa Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono beserta keluarga dan ajudannya turut berpartisipasi sebagai peserta biasa yang sah. Keempatnya telah membeli tiket dan terdaftar secara resmi sesuai ketentuan penyelenggara. Ajudan yang mendampingi pun membawa nomor peserta layaknya peserta lain pada umumnya.
Kesalahpahaman muncul semata karena faktor teknis: dalam kondisi lintasan yang padat dan pergerakan ribuan pelari, nomor identitas peserta yang terpasang diduga terlepas. Hal inilah yang membuat petugas pengawas lintasan ragu saat melakukan pemeriksaan rutin, sebuah tindakan yang justru menjadi bentuk pengawasan agar perlombaan berjalan adil dan tertib.

Begitu diketahui adanya hal tersebut, tidak ada pembelaan berlebih maupun sikap saling menyalahkan. Pihak Korem dan penyelenggara langsung bertemu untuk meluruskan fakta. Hasilnya disepakati bersama bahwa tidak ada unsur pelanggaran aturan yang disengaja.
Pihak Korem justru menyampaikan apresiasi kepada panitia dan petugas lapangan yang bekerja secara profesional. Sebaliknya, penyelenggara pun mengakui bahwa partisipasi Danrem dan rombongannya dilakukan sesuai prosedur. Hubungan kerja sama antara kedua belah pihak tetap terjaga dengan baik tanpa terganggu insiden tersebut.

Kini peristiwa ini menjadi pelajaran berharga: kesalahpahaman bisa terjadi di tengah kegiatan berskala besar, namun dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, persoalan sekecil apa pun dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Masyarakat pun diharapkan dapat menerima penjelasan ini sebagaimana adanya, agar tidak menimbulkan tafsir yang melenceng dari fakta sebenarnya.
(SBE)

