Manado, – Di tengah tingginya kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Republik Indonesia, aktivis dan pemerhati kebijakan publik Deddy Loing menyampaikan harapannya agar institusi Adhyaksa dapat terus mempertahankan prestasi tersebut melalui penegakan hukum yang berintegritas, transparan, dan akuntabel.
Pernyataan Loing ini disampaikan menyusul peringatan Hari Lahir Adhyaksa tahun 2026. Dalam pesannya, Loing menekankan bahwa kepercayaan masyarakat yang telah diraih Kejaksaan merupakan modal besar yang harus dijaga dengan konsistensi dalam menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat.
“Kiranya Kejaksaan bisa menjadi kepercayaan masyarakat dalam menindak berbagai laporan yang masuk. Setiap tindakan harus selalu terbuka, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Harapan ini sejalan dengan capaian positif Kejaksaan yang tercatat sebagai lembaga penegak hukum paling dipercaya publik. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepercayaan terhadap Kejaksaan mencapai angka 80 persen . Prestasi ini dinilai tidak terlepas dari berbagai gebrakan dan pengungkapan kasus-kasus strategis yang dilakukan Kejaksaan dalam beberapa tahun terakhir .
Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 tahun 2026 sendiri mengusung tema “Jaksa Profesional, Berintegritas, dan Humanis dalam Menegakkan Hukum dan Keadilan” , dengan slogan “Satya Adhi Wicaksanta” . Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus memperkuat komitmen dalam menegakkan hukum yang berkeadilan .
Loing juga menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas bukan hanya tuntutan publik, tetapi merupakan bagian penting dari profesionalisme aparat penegak hukum. “Keterbukaan informasi atas penanganan perkara sangat diperlukan agar publik bisa ikut mengawal dan menghindari spekulasi yang dapat merusak kepercayaan,” tegasnya .
Komitmen terhadap nilai-nilai transparansi dan integritas ini menjadi kunci bagi Kejaksaan untuk terus melangkah maju sebagai institusi penegak hukum yang profesional dan dipercaya rakyat, menuju Indonesia yang adil dan makmur.

