TULUNGAGUNG.KOMPAS.SBS — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., memberikan perhatian penuh terhadap upaya penguatan identitas lokal dan pelestarian seni kebudayaan daerah. Kehadiran beliau secara langsung dalam acara pagelaran wayang kulit di halaman Balai Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, pada Sabtu (22/8/2026) menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam momentum memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dorong Pelestarian Budaya dan Kebersamaan Warga
Dalam arahan serta sambutan utamanya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin menekankan pentingnya memaknai pementasan kesenian tradisional secara lebih mendalam. Beliau menyampaikan bahwa pertunjukan wayang kulit tidak boleh dipandang sebatas sarana hiburan rakyat semata, melainkan harus dihayati sebagai bagian dari warisan budaya luhur yang sarat nilai filosofis, edukasi moral, serta nilai-nilai kehidupan yang wajib dijaga dan diturunkan kepada generasi penerus.
Selain aspek kebudayaan, Ahmad Baharudin memanfaatkan momentum berharga ini untuk mengajak seluruh elemen masyarakat yang hadir agar senantiasa merawat ikatan silaturahmi. Beliau mengimbau warga Desa Bangoan dan masyarakat Tulungagung secara luas untuk terus menjaga kerukunan antarsesama, menghindari perpecahan, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan.
Apresiasi Antusiasme Warga dan Geliat Ekonomi UMKM
Kehadiran Plt. Bupati di lokasi kegiatan disambut hangat oleh ribuan warga yang telah memadati kawasan Balai Desa Bangoan sejak sore hari. Ahmad Baharudin turut memberikan apresiasi tinggi atas maraknya partisipasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang meramaikan sepanjang jalan menuju tempat acara. Menurut beliau, kegiatan seni budaya berbasis massa seperti ini terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara langsung.
Suasana kebersamaan semakin erat saat Plt. Bupati bersama masyarakat menikmati rangkaian pertunjukan pembuka, mulai dari alunan tembang Jawa Karawitan Sekar Gadhung hingga sajian humor dari Duo Jo (Jo Klithik dan Jo Klutuhuk) yang menyemarakkan suasana. Puncak acara kemudian diisi dengan pementasan wayang kulit lakon Wahyu Kaprawiran yang dibawakan oleh Ki Minto Darsono dan Ki Thathit Wibat Sudarsono. Melalui peringatan kemerdekaan ini, Plt. Bupati berharap nilai persatuan dan pelestarian tradisi terus terjaga demi mewujudkan Tulungagung yang kian maju.(an)

