BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
HUT RI ke-81 dan 21 Tahun Damai Aceh, Dua Legislator DPRK Sabang : Jangan Biarkan Perbedaan Hambat Pembangunan
SABANG | KOMPAS.SBS — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan 21 Tahun Damai Aceh dimaknai dua anggota DPRK Sabang, Muslim dari Komisi I dan Sidiq Indra Fajar dari Komisi II, sebagai momentum memperkuat persatuan, memperkokoh sinergi eksekutif-legislatif serta memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada masyarakat,Sabtu,15/8/2026.
Keduanya menilai, di tengah tuntutan pembangunan Sabang yang semakin kompleks, seluruh pemangku kepentingan harus mampu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan politik dan perbedaan pandangan.
Anggota Komisi I DPRK Sabang, Muslim, menegaskan bahwa perbedaan antara legislatif dan eksekutif merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi penghambat pembangunan.
“Kita berharap ke depan Sabang makin maju dan sukses. Solidaritas serta sinergitas pemerintahan eksekutif dan legislatif harus terus dijaga dalam membangun Sabang demi kepentingan masyarakat yang kita cintai,” ujar Muslim.
Menurutnya, DPRK dan pemerintah daerah memiliki fungsi serta kewenangan masing-masing. Karena itu, hubungan keduanya harus dibangun melalui komunikasi, pengawasan yang konstruktif dan keberanian mengambil keputusan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Senada, Sidiq Indra Fajar, Anggota Komisi II DPRK Sabang, mengajak seluruh elemen daerah tidak terjebak dalam perbedaan yang justru menguras energi pembangunan.
“Kita sama-sama mendapat amanah dari masyarakat. Karena itu, mari kita bekerja bersama, saling menguatkan dan memastikan setiap kebijakan bermuara pada kepentingan rakyat,” tegas Sidiq.
Ia menilai Sabang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, UMKM, kelautan dan ekonomi masyarakat yang harus terus diperkuat melalui kebijakan yang tepat serta kolaborasi seluruh pihak.
21 Tahun Damai Aceh Harus Melahirkan Kemajuan
Momentum 21 Tahun Damai Aceh juga menjadi pesan penting bagi kedua legislator tersebut. Perdamaian yang ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 harus dipandang sebagai modal berharga untuk membangun masa depan Aceh, termasuk Kota Sabang.
Bagi Muslim dan Sidiq, damai bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi kesempatan untuk membangun ekonomi, meningkatkan kesejahteraan dan memastikan generasi muda memiliki masa depan yang lebih baik.
“Perdamaian harus kita rawat bersama. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengenal konflik dari sejarah, tetapi mereka harus menikmati hasil perdamaian melalui pembangunan dan kesejahteraan,” ujar keduanya.
Dalam semangat HUT ke-81 RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, keduanya mengajak masyarakat Sabang memperkuat gotong royong dan persatuan.
Menurut mereka, ukuran keberhasilan pemerintahan pada akhirnya bukan sekadar banyaknya program, tetapi seberapa jauh kebijakan tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Sabang adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga persatuan, rawat perdamaian dan perkuat sinergi. Beda pandangan boleh, tetapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi tujuan utama.”
Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan 21 Tahun Damai Aceh.
Merdeka, Damai, Bersatu, Sabang Maju.
Pewarta : Media Kompas.sbs- Wilayah Sabang : MJ Novi Karno

