PALI – Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel.
Kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) di wilayah kerja Pertamina Adera Field Zona 4 Prabumulih telah dinyatakan selesai. Namun, pascaaktivitas tersebut, ditemukan adanya sisa puing-puing bekas galian serta kolam penampungan pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang belum dikembalikan ke kondisi semula.
Kondisi ini dikhawatirkan akan membahayakan lingkungan, terutama saat musim hujan tiba. Jika hujan lebat turun, penampungan limbah tersebut diprediksi akan meluap dan mengalir masuk ke area perkebunan milik warga. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan parah, bahkan kepunahan tanaman serta mengancam habitat di sekitarnya.
Selain masalah lingkungan, masyarakat Desa Prambatan juga mengeluhkan kondisi akses jalan yang rusak berat akibat aktivitas tersebut. Para petani mengaku kesulitan dan sering terlambat dalam mengangkut hasil perkebunan mereka karena jalanan yang tidak layak lalui.
Saat tim media meninjau lokasi pada hari Sabtu (pukul 10.00 WIB), kondisi jalan di wilayah Desa Prambatan tersebut memang terlihat rusak berat, membenarkan keluhan yang disampaikan oleh warga.
Beberapa warga yang enggan disebutkan namanya berharap agar pihak terkait segera merehabilitasi jalan dan menutup lubang bekas galian tersebut agar kondisi kembali normal seperti sedia kala.
Mereka juga meminta agar instansi yang berwenang dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama. ( Tim )

