DARYAT PENGAGAS BUKU TEGAS BANTAH BERITA “KAULINAN BARUDAK” JADI LADANG BISNIS DANA BOS TIDAK BENAR DAN MENYESATKAN.
Kompas SBS, SUBANG -Daryat Daryusman S.Ag Pengagas buku Kaulinan Budak dengan tegas membantah pemberitaan yang menyebut buku kokurikuler “Kaulinan Barudak” dijadikan ladang bisnis oknum K3S untuk menyedot anggaran Dana BOS.
“Berita itu tidak benar, tidak berdasar, dan sangat menyesatkan,” tegas Daryat, Penggagas Buku “Kaulinan Barudak” sekaligus Ketua K3S.
Menurut Daryat, buku “Kaulinan Barudak” lahir dari keresahan para pendidik. Tujuannya satu, mengembalikan anak-anak pada permainan tradisional Sunda agar punya karakter dan jati diri.
“Kami tidak pernah memaksa satu sekolah pun untuk membeli. Dari awal kami sampaikan: silakan yang membutuhkan, monggo. Tidak juga tidak apa-apa. Keputusan sepenuhnya ada di sekolah,” jelasnya.
Terkait harga Rp85.000 per eksemplar, Daryat menyebut itu harga wajar sesuai kualitas. Sekolah boleh menganggarkan lewat Dana BOS jika memang dibutuhkan. Namun ia menekankan, buku ini tidak pernah diperjualbelikan kepada orang tua siswa.
Soal penerbit, ia menggandeng CV Airlangga karena sudah terverifikasi sebagai pengada buku pendidikan dan memenuhi semua persyaratan administrasi.
“Kami terbuka. Silakan Inspektorat, Kejaksaan, atau Dinas Pendidikan cek ke lapangan. Tidak ada penimbunan, tidak ada pemaksaan. Yang ada hanya semangat memajukan budaya anak,” tambah Daryat, K3S Wilayah Ciater.
Daryat juga menyayangkan pemberitaan yang menuding tanpa konfirmasi. Ia menyebut isu penimbunan ribuan eksemplar di gudang Jalancagak adalah kurang tepat.
“Kalau niat baik untuk melestarikan budaya malah dituduh ngeruk BOS, lalu kami harus bagaimana? Kami ajak semua pihak duduk bersama. Jangan saling menjatuhkan,” pungkas Daryat.
Daryat berharap masyarakat dan media tidak mudah percaya informasi sepihak. Mari kawal bersama pendidikan dan budaya, bukan mencorengnya.
Reporter Kompas SBS.
D.Jekiw.

