Doc Foto bersama di Gereja Petra Oederas.2026
ROTE NDAO | Kompas.sbs – Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, mendorong pengembangan Sekolah Perempuan sebagai salah satu upaya pemberdayaan perempuan sekaligus mendukung pencegahan stunting dan wasting di Kabupaten Rote Ndao.
Hal itu disampaikan Apremoi saat menghadiri hari kedua kegiatan pemberdayaan perempuan GMIT yang di adakan di gedung gereja GMIT jemaat Petra Oederas,mengusung tema pemberdayaan perempuan serta upaya pencegahan stunting dan wasting. Selasa (11/08/2026)
Dalam sambutannya, Apremoi mengatakan dirinya bersyukur dapat kembali hadir dalam kegiatan tersebut untuk kedua kalinya.
“Tahun ini merupakan tahun kedua saya hadir dalam kegiatan ini. Tahun lalu kita melaksanakan kegiatan di hotel. Namun, jujur, ketika saya hadir tahun lalu, saya belum benar-benar memahami apa itu Sekolah Perempuan yang digerakkan oleh orang-orang hebat, para pendeta, dan orang-orang luar biasa yang tergabung dalam pengurus Sekolah Perempuan Sinode GMIT,” ujar Apremoi.
Menurutnya, setelah berdiskusi dengan pengurus kegiatan, ia mulai memahami bahwa Sekolah Perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas perempuan dan keluarga.
Ia menyebut kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas, tetapi juga memberikan pembekalan praktis kepada peserta.
“Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas, tetapi juga mencakup praktik membuat makanan yang beragam, berwirausaha, serta penguatan iman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Apremoi juga memberikan penekanan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran keluarga dalam memastikan anak tumbuh dan berkembang dengan baik.
Ia mengingatkan bahwa anak merupakan anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan kepada setiap keluarga.
“Anak adalah anugerah. Hal ini yang perlu kita pahami terlebih dahulu. Anak adalah berkat. Berkat itu datang dari siapa? Berkat itu datang dari Tuhan,” ujarnya.
Menurut Apremoi, pemahaman tersebut harus menjadi dasar bagi orang tua dalam menjalankan tanggung jawab terhadap anak.
Orang tua, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk membesarkan, mengasuh, merawat, serta memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab yang sangat penting dalam membesarkan, mengasuh, merawat, dan memastikan bahwa anak-anak yang merupakan berkat dari Tuhan tersebut dapat bertumbuh menjadi anak-anak yang hebat, berkualitas, dan mampu menjadi penerus bangsa serta daerah yang sangat kita cintai,” katanya.
Apremoi menegaskan, kegiatan pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada pelaksanaan pelatihan, seminar, diskusi panel, maupun penyampaian materi.
Menurut dia, diperlukan tindak lanjut yang konkret agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di tengah keluarga dan masyarakat.
“Kegiatan ini tidak boleh berhenti pada pelatihan, seminar, panel, atau pemberian narasi saja, tetapi harus ada tindak lanjut,” tegasnya.
Salah satu tindak lanjut yang didorong adalah pembentukan Sekolah Perempuan yang dapat menjadi ruang pembelajaran dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Apremoi mengatakan pembentukan Sekolah Perempuan akan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan bersama oleh berbagai pihak.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Pengurus Perempuan Sinode dan kelas-kelas RKD akan kembali berkolaborasi untuk menjadikan salah satu Sekolah Perempuan sebagai pilot project,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan kesediaannya untuk mendukung program tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah, gereja, pengurus perempuan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan peran keluarga dalam pencegahan stunting dan wasting.
Sempat Temui Warga Desa Sakubatun
Dalam perjalanan pulang setelah menghadiri kegiatan tersebut, Apremoi juga menyempatkan diri menghampiri masyarakat Desa Sakubatun yang sedang bergotong royong mengerjakan atap rumah salah seorang warga.
Kehadiran Wakil Bupati disambut antusias oleh masyarakat. Warga yang hadir tampak bersemangat berjabat tangan dan menyampaikan berbagai keluhan serta aspirasi mereka secara langsung kepada Apremoi.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sekaligus berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dalam kunjungan singkat tersebut, Apremoi didampingi dua anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, yakni Dering Feoh dan Absalom Polin. Keduanya turut bersama-sama menyapa masyarakat dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan warga.
Interaksi langsung tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam mendengar berbagai kebutuhan serta persoalan yang dihadapi warga di tingkat desa.
Melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi dan kebutuhan masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
