Lansir Kompas.sbs
Ogan Ilir Sumatera Selatan— Pemerhati Kebijakan Publik Budi Rizkiyanto menyampaikan ucapan Dirgahayu Hari Lalu Lintas Bhayangkara kepada seluruh jajaran Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia serta seluruh personel yang menjalankan tugas pelayanan, pengaturan, pengamanan, dan penegakan hukum di bidang lalu lintas.
“Dirgahayu Hari Lalu Lintas Bhayangkara. Semoga momentum ini menjadi penguat semangat seluruh insan lalu lintas untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar Budi Rizkiyanto.
Menurut Budi, lalu lintas bukan semata-mata persoalan kendaraan dan aturan berkendara, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa, ketertiban ruang publik, mobilitas masyarakat, serta kepastian hukum.
Karena itu, menurutnya, pendekatan penanganan lalu lintas perlu terus mengedepankan keseimbangan antara penegakan hukum, edukasi, pencegahan kecelakaan, pelayanan publik, dan perlindungan terhadap pengguna jalan.
“Setiap masyarakat yang berada di jalan memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlakuan yang adil. Pada saat yang sama, setiap pengguna jalan juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati aturan dan keselamatan sesama,” tegasnya.
Budi juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak hanya dibangun melalui keberhasilan penindakan, tetapi juga melalui integritas, konsistensi pelayanan, keterbukaan informasi, serta kemampuan aparat merespons persoalan masyarakat secara profesional dan proporsional.
“Polisi lalu lintas berada sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, setiap interaksi di jalan merupakan bagian dari wajah pelayanan negara. Ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang profesional dan humanis, kepercayaan terhadap institusi juga akan tumbuh secara alami,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi dan refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas keselamatan lalu lintas di Indonesia.
Budi juga mengajak masyarakat untuk tidak menempatkan keselamatan lalu lintas semata-mata sebagai tanggung jawab kepolisian.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Polisi memiliki kewenangan dan tugas penegakan hukum, pemerintah memiliki tanggung jawab membangun sistem dan infrastruktur yang aman, sedangkan masyarakat memiliki kewajiban menaati aturan dan menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.
Dalam semangat tersebut, Budi Rizkiyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel lalu lintas yang menjalankan tugas di lapangan, termasuk mereka yang bekerja dalam kondisi cuaca, kepadatan, maupun situasi lalu lintas yang dinamis.
“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara. Teruslah menjadi pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, transparan, dan humanis. Jadikan keselamatan sebagai tujuan utama, hukum sebagai pedoman, dan kepercayaan publik sebagai amanah yang harus dijaga,” tutup Budi.
Ia berharap peringatan tersebut dapat membangun kesadaran baru bahwa budaya tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bagian dari peradaban, kepedulian terhadap sesama, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.
NARASUMBER : BUDI RIZKIYANTO,PENGAMAT DAN KONTROL SOSIAL
(SETHO KOMPAS.SBS)

