Top 5 This Week

Related Posts

BADAI KORUPSI RP6 MILIAR: Kejari Obrak-Abrik Kantor PDAM Bantaeng, Kejar Calon Tersangka!

 

BANTAENG — KOMPAS. Angin kencang penegakan hukum menerjang Perumda Tirta Eremerasa (PDAM) Kabupaten Bantaeng. Pada Rabu pagi (3/6/2026),

Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng menggelar aksi penggeledahan besar-besaran di kantor perusahaan daerah tersebut.

Langkah agresif ini merupakan babak baru dari penyidikan panas atas dugaan korupsi dana hibah bernilai fantastis, mencapai Rp 6 Miliar untuk tahun anggaran 2019 hingga 2023.

Aksi penggeledahan ini bukan sekadar formalitas. Status perkara yang telah resmi naik ke tahap penyidikan menjadi sinyal kuat bahwa jaksa tengah memburu alat bukti pamungkas.

Langkah krusial ini diambil demi menjerat dan menyeret pihak-pihak yang paling bertanggung jawab ke pengadilan sebagai tersangka.

Operasi senyap namun agresif ini dikomandoi langsung oleh dua petinggi Kejari Bantaeng: Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Abdul Basir, SH., MH., dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Ahmad Dwi Putra, SH., MH. Bersama tim elit penyidik pemberantasan korupsi, mereka menyisir setiap sudut kantor.

Suasana Mencekam dan Pengamanan Ketat Pantauan di lokasi menggambarkan atmosfer yang mendadak mencekam dan penuh ketegangan.

Segenap pegawai pdam hanya bisa terpaku saat tim penyidik membongkar dokumen-dokumen rahasia, arsip administrasi, hingga menguras data digital dari perangkat komputer kantor.

Mengingat tensi operasi yang begitu tinggi, penggeledahan ini dikawal ketat oleh aparat TNI demi mengantisipasi potensi resistensi.

Proses hukum yang menegangkan ini juga disaksikan langsung oleh Camat Bantaeng, Andi Andrie Pawilloi, dan Lurah Palantikang, Endi Budi Utomo.

Usai mengobrak-abrik isi kantor PDAM, Kasi Pidsus Kejari Bantaeng, Abdul Basir, menegaskan bahwa perburuan ini dilakukan demi menyempurnakan pasokan barang bukti di tangan jaksa.

“Hari ini kami melakukan penggeledahan untuk penyempurnaan barang bukti dan barang bukti, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ungkap Abdul Basir dengan nada tegas di hadapan awak media.

Publik Menanti Dalang Utama
Meski aroma penetapan tersangka sudah sangat menyengat, pihak Kejari Bantaeng tampaknya masih menyimpan rapat nama-nama calon “pasien” baru mereka. Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih terus melakukan pendalaman intensif.

Skandal dugaan korupsi dana hibah Rp6 Miliar ini kini menjadi sorotan tajam dan buah bibir di tengah masyarakat.

Publik Bantaeng kini mendesak kejaksaan untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya dan membongkar siapa saja oknum yang tega menilep anggaran daerah yang seharusnya mengalir demi kesejahteraan warga. (*)

 

 

Laporan: Suarni Kabiro Bantaeng Sulsel 

Popular Articles