Top 5 This Week

Related Posts

Anas Warga Gondrong Mengecam Keras Dugaan Pungli PKL GOR

Oplus_131072
Oplus_131072
Oplus_131072

Oplus_131072
Oplus_131072

Kompas.sbs – Kota Tangerang – Anas, warga Gondrong, mengecam keras dugaan tindakan oknum preman yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan GOR Gondrong. Menurutnya, praktik tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan sangat meresahkan para pedagang maupun warga sekitar.

“Sebagai warga Gondrong, saya mengecam keras tindakan oknum preman pungli PKL GOR yang mengaku sebagai koordinator PKL. Praktik ini sudah berjalan selama bertahun-tahun lamanya,” ujar Anas.

Anas menilai, apabila benar terdapat pihak yang mengatasnamakan koordinator PKL dan menarik pungutan dari para pedagang tanpa dasar hukum yang jelas, maka hal tersebut harus segera ditindak oleh aparat terkait. Ia meminta pemerintah daerah, Satpol PP, dan kepolisian turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Menurut Anas, pembiaran terhadap praktik pungli hanya akan memperburuk kondisi di lapangan dan merugikan para pedagang kecil yang mencari nafkah di kawasan GOR Gondrong. Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak mana pun yang merasa kebal hukum hanya karena mengaku memiliki kewenangan di lapangan.

“Kalau memang ada pungutan, harus jelas dasar hukumnya. Jangan sampai pedagang terus-menerus menjadi korban tekanan dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan pungli tersebut, termasuk menelusuri pihak yang mengendalikan praktik itu serta aliran dananya. Masyarakat juga meminta agar penertiban dilakukan secara tegas, transparan, dan tanpa tebang pilih.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam laporan belum memberikan keterangan resmi. Demi menjaga keberimbangan pemberitaan, ruang hak jawab dan hak klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Red : Tim

Popular Articles