Kompas.sbs, Ngawi | Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman, tertib, dan kondusif, Polres Ngawi mengeluarkan sejumlah imbauan menjelang pelaksanaan Pengesahan Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Tahun 2026 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Imbauan tersebut disampaikan kepada seluruh calon warga baru, pendamping, pengurus perguruan, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengesahan agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa pengesahan warga baru merupakan kegiatan sakral yang harus dijaga bersama agar berlangsung lancar tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun pengguna jalan.
Menurut Kapolres, seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap hukum sebagai wujud nyata menjaga nama baik organisasi sekaligus menciptakan situasi yang aman dan nyaman di wilayah Kabupaten Ngawi.
Larangan Konvoi dan Penggunaan Atribut Perguruan
Sebagai langkah antisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Ngawi mengingatkan seluruh peserta untuk tidak menggunakan atribut atau pakaian sakral perguruan saat perjalanan menuju maupun kembali dari lokasi pengesahan.
Selain itu, jumlah penggembira dibatasi dan mobilisasi peserta diimbau menggunakan kendaraan roda empat tertutup tanpa atribut perguruan. Peserta juga dilarang melakukan konvoi, arak-arakan, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan.
Dilarang Membawa Senjata Tajam dan Benda Berbahaya
Polres Ngawi juga menegaskan larangan membawa berbagai benda yang dapat memicu konflik atau membahayakan keselamatan, seperti senjata tajam, tongkat, batu, ketapel, petasan, flare, maupun atribut perguruan yang berpotensi menimbulkan gesekan antar kelompok.
Seluruh peserta diminta menjaga sikap selama perjalanan, menghormati pengguna jalan lain, tidak mudah terprovokasi maupun memprovokasi pihak lain, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan kedewasaan dalam setiap tindakan.
Bijak Bermedia Sosial dan Zero Miras
Dalam menghadapi perkembangan informasi digital, peserta juga diimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Polres Ngawi menegaskan penerapan zero miras dan obat-obatan terlarang selama pelaksanaan pengesahan berlangsung. Setelah kegiatan selesai, seluruh peserta diminta langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Kapolres: Tunjukkan Persaudaraan Melalui Disiplin dan Kepatuhan Hukum
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menegaskan bahwa keberhasilan pengesahan warga baru tidak hanya diukur dari kelancaran prosesi, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
“Pengesahan warga baru merupakan momentum yang sakral dan membanggakan. Oleh karena itu saya mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk bersama-sama menjaga marwah organisasi dengan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, menghindari konvoi, tidak membawa atribut maupun benda berbahaya, serta menjaga sikap selama perjalanan. Mari kita tunjukkan bahwa persaudaraan sejati diwujudkan melalui kedewasaan, disiplin, dan kepatuhan terhadap hukum sehingga kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Ngawi,” tegas AKBP Prayoga Angga Widyatama, Sabtu (13/6/2026).
Masyarakat Diminta Aktif Melapor
Polres Ngawi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera menghubungi layanan darurat Kepolisian 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan atau membutuhkan bantuan kepolisian selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Melalui sinergi antara aparat keamanan, pengurus perguruan, peserta pengesahan, dan masyarakat, diharapkan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026 di Kabupaten Ngawi dapat berlangsung lancar, aman, tertib, dan menjadi contoh pelaksanaan kegiatan yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kedisiplinan, serta ketertiban di Bumi Ngawi Ramah.

