Kab. Landak __ Pekerjaan revitalisasi gedung TK Negeri Sengah Temila, Kabupaten Landak, dinilai masyarakat menyimpang dari acuan tehnis. Material yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan RAB.
” Material yang dipakai untuk platform tidak sama, ruangan dalam menggunakan GRC, sedangkan bagian teras memakai gypsum merek Catur. Begitu pula dengan besi, keterangan digambar ukuran 10 tapi yang mereka pasang ukuran 6. Alasan tukang besi ukuran 10 habis, ” ujar warga sekitar.
Menurutnya, pengurangan material yang terlalu banyak membuat kondisi fisik bangunan tidak mencerminkan unsur kualitas maupun kwantitas. Diknas pendidikan perlu melakukan evaluasi kembali.
Informasi yang didapat bahwa Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak akan melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada kepala sekolah serta memeriksa dokumen yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
” Kami berharap Diknas Pendidikan Kabupaten Landak terjun kelapangan jangan cuma control lewat HP. Termasuk Bupati tidak hanya menerima laporan bagus sementara yang jelek disembunyikan, ” pinta warga tadi.(007/Tim)

