BREAKING NEWS : KOMPAS.SBS
Saweu Panen Semangka di Cot Abeuk, TP PKK Sabang Turun Langsung Dukung Petani Lokal
Sabang | KOMPAS.SBS — Hamparan semangka di lahan petani Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, menjadi saksi hadirnya dukungan nyata terhadap geliat pertanian lokal. Sabtu (3/10/2026), Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Sabang turun langsung ke kebun petani dalam kegiatan Saweu Panen Semangka.
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua TP PKK Kota Sabang, Ny. Nuri Farisal, bersama Ny. Erwani Meutia Suradji Junus, selaku Ibu Wakil Wali Kota Sabang, serta jajaran dan anggota TP PKK Kota Sabang.
Kehadiran mereka tidak berhenti pada kunjungan seremonial. Di tengah kebun yang memasuki masa panen, rombongan turut melihat proses budidaya, memetik langsung buah semangka, berinteraksi dengan petani, sekaligus membeli hasil panen yang dihasilkan dari lahan produktif masyarakat.
Petani semangka, Munardi, mengembangkan tanaman semangka di lahan sekitar 2.000 meter persegi dengan kurang lebih 1.000 batang tanaman. Dua jenis semangka dibudidayakan, yakni semangka merah tanpa biji dan semangka kuning.
Untuk musim panen kali ini, produksi diperkirakan mencapai sekitar empat ton.
Data tersebut juga telah diberitakan dalam laporan mengenai panen semangka Munardi sehari sebelum kegiatan TP PKK berlangsung.
Yang menarik, TP PKK Kota Sabang tidak hanya datang untuk melihat hasil pertanian tersebut. Rombongan turut memetik dan membeli hampir 300 kilogram semangka hasil budidaya Munardi.
Langkah sederhana itu menjadi pesan penting bahwa dukungan terhadap petani tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Membeli, menggunakan dan memperkenalkan hasil produksi masyarakat juga merupakan bentuk nyata dalam memperkuat mata rantai ekonomi lokal.
Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, mengatakan kunjungan langsung ke kebun petani merupakan bagian dari dukungan terhadap masyarakat yang memanfaatkan lahan secara produktif.
“Kami datang langsung ke kebun untuk melihat sekaligus memetik hasil semangka yang ditanam petani. Ini menjadi bentuk dukungan kami terhadap hasil pertanian lokal agar terus dikembangkan,” ujar Nuri Farisal
Dari Lahan Produktif Menjadi Kekuatan Ekonomi
Budidaya semangka Munardi menunjukkan bahwa lahan masyarakat di Sabang memiliki peluang untuk menghasilkan komoditas pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga petani.
Dengan luas lahan sekitar 2.000 meter persegi, produksi diperkirakan mencapai empat ton. Semangka tanpa biji dipasarkan sekitar Rp12 ribu per kilogram, sedangkan semangka kuning dan semangka berbiji sekitar Rp10 ribu per kilogram. Untuk sementara, hasil panen tersebut dipasarkan secara mandiri melalui lapak di kawasan Jalan Elak.
Munardi juga diketahui telah memasuki panen ketiga dalam usaha budidaya semangkanya. Dalam proses produksi, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi kemarau, sementara kebutuhan bibit dan pupuk sebagian besar dipenuhi secara mandiri.
Kehadiran TP PKK di kebun Cot Abeuk sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun kedekatan antara program pemberdayaan masyarakat dengan aktivitas ekonomi yang benar-benar berlangsung di tengah masyarakat.
Pertanian tidak hanya berbicara mengenai produksi. Di balik satu buah semangka terdapat proses panjang: pengolahan lahan, penanaman, perawatan, pengairan, pemupukan hingga pemasaran.
Karena itu, ketika hasil pertanian lokal dibeli dan dikonsumsi, manfaat ekonominya dapat kembali kepada masyarakat yang mengusahakannya.
TP PKK Dorong Masyarakat Cintai Produk Lokal
Saweu Panen Semangka di Cot Abeuk membawa pesan yang sederhana namun kuat: hasil pertanian masyarakat harus diberi ruang untuk tumbuh di daerah sendiri.
Dukungan terhadap petani dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan memilih dan membeli produk pertanian lokal.
Bagi Kota Sabang, geliat pertanian seperti yang dilakukan Munardi menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat yang patut mendapat perhatian. Pemanfaatan lahan secara produktif dapat membuka peluang pendapatan sekaligus memperkuat ketersediaan pangan dari daerah sendiri.
Di sisi lain, keberadaan petani lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun rantai ekonomi yang melibatkan produksi, perdagangan hingga konsumsi masyarakat.
Dari kebun Cot Abeuk, semangka bukan hanya dipanen.
Di sana terlihat sebuah cerita tentang kerja keras petani, produktivitas lahan dan harapan agar hasil bumi Sabang semakin dihargai di daerah sendiri.
TP PKK datang ke kebun, memetik hasilnya dan membeli produksi petani.
Sebuah langkah sederhana, tetapi memiliki makna: ketika hasil pertanian lokal dihargai, petani memiliki alasan untuk terus menanam dan mengembangkan lahannya.
Dari Cot Abeuk untuk Sabang — dari tangan petani, potensi pangan dan ekonomi daerah terus tumbuh.
-Reporter/Pers Media KOMPAS.SBS -Wilayah Sabang : MJ Novi Karno

