Top 5 This Week

Related Posts

TKA Digital Diterapkan, Mayoritas SD Negeri di Tulungagung Malah Belum Punya Lab Komputer

 

​TULUNGAGUNG.KOMPAS.SBS — Kebijakan pemerintah dalam menerapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis digital dan komputer menghadapi ganjalan serius di tingkat daerah. Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mayoritas Sekolah Dasar Negeri (SDN) dilaporkan belum memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai untuk menunjang pelaksanaan ujian digital tersebut.

​Kondisi ini memaksa sejumlah sekolah memutar otak setiap kali jadwal pelaksanaan ujian berlangsung. Sebagian besar SD negeri terpaksa meminjam laptop pribadi milik para guru dan orang tua murid.

​Kesenjangan Antara Kebijakan dan Realitas Lapangan

​Implementasi TKA berbasis komputer pada dasarnya dirancang untuk mengukur literasi, numerasi, dan adaptasi digital siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan infrastruktur yang cukup mencolok antara sekolah di kawasan perkotaan dan wilayah pinggiran Kabupaten Tulungagung.

​Dari ratusan SD Negeri yang tersebar di Tulungagung, hanya sebagian kecil yang memiliki ruangan khusus laboratorium komputer beserta unit PC yang berfungsi optimal. Kendala utama bersumber dari terbatasnya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (BOS) serta belum meratanya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

​”Kami sangat mendukung digitalisasi pendidikan, tetapi kendala di lapangan sangat riil. Selama ini untuk pelaksanaan TKA, kami harus meminjam laptop guru atau membagi sesi ujian menjadi banyak gelombang karena unit komputer sekolah sangat minim,” ungkap salah satu kepala sekolah SD Negeri di wilayah Tulungagung.

​Kendala Listrik, Jaringan, dan Kesiapan Siswa

​Selain kelangkaan perangkat keras (hardware), tantangan lain meliputi kapasitas daya listrik sekolah yang belum memadai serta akses jaringan internet yang belum stabil. Di beberapa daerah pelosok Tulungagung, gangguan koneksi saat simulasi maupun pelaksanaan ujian masih sering terjadi.

​Keterbatasan fasilitas ini berdampak langsung pada kesiapan teknis para siswa. Murid-murid yang jarang berinteraksi dengan perangkat komputer dalam kegiatan belajar sehari-hari terpaksa harus beradaptasi secara mendadak saat menghadapi ujian nasional berbasis komputer.

​Desakan Pemerataan Infrastruktur Pendidikan

​Melihat kondisi ini, para pemerhati pendidikan daerah dan wali murid mendesak Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Pendidikan setempat untuk segera melakukan pemetaan (mapping) serta memprioritaskan pengadaan sarana TIK di jenjang sekolah dasar.

​Pemerataan laboratorium komputer dinilai krusial agar penerapan TKA tidak hanya menjadi beban administratif dan teknis bagi pihak sekolah, melainkan benar-benar mampu mengukur potensi akademik siswa secara adil dan merata.(an)

Popular Articles