MAKASSAR — KOMPAS. Dini hari yang tenang mendadak berubah menjadi horor berdarah di kawasan Lorong Almarkaz, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu sekitar pukul 02.00 WITA.
Seorang pemuda tak berdosa, Rafli Ramadhani alias Penge (18), meregang nyawa secara tragis setelah sebutir peluru misterius melayang dan menembus tubuhnya saat sedang asyik nongkrong bersama Minggu 27/09/2026
Tragedi mencekam ini bermula ketika situasi lorong mendadak mencekam akibat aksi kejar-kejaran sepeda motor misterius yang menerobos masuk kawasan pemukiman warga.

Sebutir peluru bersarang dan menerjang punggung belakang sebelah kiri korban, melubangi organ vital hingga menembus jantungnya.
Meski sempat dilarikan secara tergesa-gesa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari, Kodaeral VI untuk mendapatkan pertolongan darurat, nyawa buruh harian muda ini tak sanggup diselamatkan.
misteri peluru nyasar & jeritan histeris keluarga: “Siapa Penembak Anakku?!”
Kematian tragis yang mendadak ini menyisakan duka mendalam sekaligus amarah dan teka-teki besar bagi pihak keluarga.
Korban yang berstatus rakyat kecil dan buruh harian itu tewas seketika tanpa kejelasan siapa aktor di balik pemicu senjata api tersebut.
Pihak keluarga telah mendatangi Polsek Tallo hingga Polsek Bontoala untuk mencari titik terang dan menuntut kejelasan hukum.
Namun, jawaban pasti soal siapa pihak yang melepaskan tembakan maut tersebut masih gelap gulita.
“Jadi siapa yang menembak anakku? Kenapa tidak ada yang mengetahui siapa yang menembak anakku?” jerit keluarga korban yang mempertanyakan bagaimana bisa seorang remaja yang hanya duduk berkumpul bersama kawan-kawannya tewas ditembak begitu saja.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi tidak menyimpulkan atau menetapkan siapa dalang di balik penembakan maut terhadap Rafli Ramadhani alias Penge.
Namun, tabir pembunuhan/penembakan ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja.
Identitas penembak wajib diuji dan dibongkar secara transparan melalui proses penyelidikan ilmiah
Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan video amatir warga.
Pemeriksaan saksi-saksi kunci di TKP.
Uji balistik terhadap proyektil, selongsong peluru, serta uji kelayakan senjata api.
Hasil visum dan autopsi resmi medis.
Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan personel aparat kepolisian maupun pihak-pihak tertentu lainnya, hal tersebut WAJIB disampaikan secara terbuka, jujur, dan resmi kepada publik serta keluarga korban.
Tidak boleh ada narasi “tidak tahu” saat satu nyawa manusia melayang secara tak wajar.
Aparat penegak hukum didesak bekerja profesional, objektif, dan tanpa kompromi.
Siapa pun pelakunya harus diseret ke hadapan hukum dan bertanggung jawab atas hilangnya nyawa Rafli.
Sebaliknya, prasangka tanpa dasar juga tidak boleh dibiarkan mengambang jika tidak terbukti.
Fakta harus dibuka lebar. Bukti fisik harus diperiksa. Nyawa Rafli Ramadhani (18) telah hilang, dan publik kini menagih satu jawaban tegas:
SIAPA SEBENARNYA YANG MELEPASKAN TEMBAKAN MAUT ITU….?

