Top 5 This Week

Related Posts

Babak Penyisihan Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026 Digelar Meriah di Polsek Ngunut

 

​NGUNUT.KOMPAS.SBS– Suasana meriah, hangat, dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Ngunut pada Rabu malam, 16 September 2026. Tepat pukul 19:00 WIB, ajang babak penyisihan Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026 resmi diselenggarakan

​Kegiatan yang sarat akan kearifan lokal ini mengusung tema pelestarian budaya lokal serta memperkuat kebersamaan dan kamtibmas. Acara ini semakin semarak berkat perpaduan antara giat nyethe yang kreatif dan alunan hiburan musik keroncong yang menghibur ratusan warga serta peserta yang hadir di halaman Polsek Ngunut.

​Giat “Nyethe”: Merawat Tradisi Unik Khas Tulungagung

​Aktivitas utama malam itu berpusat pada giat nyethe, di mana para peserta dari berbagai kalangan usia tampak telaten mengoleskan ampas kopi hitam (cethe) ke batang rokok menggunakan tusuk gigi atau lidi. Tradisi khas Tulungagung ini menuntut kesabaran, ketelitian, dan jiwa seni yang tinggi.

​Kreativitas Tanpa Batas: Di meja-meja panjang yang disediakan, peserta meracik ampas kopi hingga menghasilkan beragam motif ukiran indah, mulai dari corak batik tradisional, ukiran abstrak, hingga ornamen kreatif.

​Apresiasi Budaya: Kompetisi ini membuktikan bahwa seni cethe bukan sekadar kebiasaan di warung kopi, melainkan warisan budaya lokal yang bernilai estetika tinggi dan layak dilestarikan melalui ajang resmi.

​Alunan Musik Keroncong Hangatkan Suasana Malam

​Keseruan babak penyisihan ini terasa semakin hidup dengan hadirnya hiburan musik keroncong live yang membawakan lagu-lagu bernuansa syahdu dan klasik.

​Alunan suara instrumen khas seperti ukulele, gitar, dan celo memecah keheningan malam, mengiringi para peserta yang tengah berkonsentrasi mengukir rokok mereka. Hiburan musik tradisional ini berhasil menciptakan atmosfer yang santai, akrab, dan menghibur, sehingga para peserta maupun warga penonton tampak menikmati jalannya acara dari awal hingga larut malam.

​Sinergi Polri dan Masyarakat: Pernyataan Kapolsek Ngunut

​Kehadiran aparat kepolisian bersama masyarakat dalam balutan seni budaya dan alunan musik tradisional ini menjadi wujud nyata sinergi yang harmonis. Terkait pelaksanaan acara tersebut, Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko, S.H., M.H., menyampaikan pernyataan resminya:

​”Melalui giat nyethe dan hiburan musik keroncong dalam ajang Polres Tulungagung Cup 2026 ini, kami ingin merangkul para pegiat seni, seniman keroncong, pemuda, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya lokal khas Tulungagung agar tidak lekang oleh zaman. Selain menjadi wadah positif menyalurkan kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian dan warga. Dengan kebersamaan yang terjalin erat melalui seni, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Ngunut akan senantiasa aman, damai, dan kondusif.”

​Menuju Babak Puncak yang Dinanti

​Babak penyisihan yang berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keakraban ini ditutup dengan pengumuman peserta yang berhak melaju ke tahap selanjutnya serta sesi foto bersama. Dengan suksesnya pelaksanaan giat nyethe dan hiburan keroncong di Polsek Ngunut ini, diharapkan rangkaian Polres Tulungagung Cup 2026 dapat terus berjalan lancar hingga babak puncak serta semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal.(an)

Popular Articles