Kapuas Hulu __ Ternyata maling emas di Semerantau prosentasenya tidak seberapa atau tergolong kecil, jika dibanding dengan yang terjadi di Desa Entibab Kecamatan Bunut Hilir maupun Penemur Kabupaten Kapuas Hulu.
” Di Desa Entibab lokasi tambang ilegal sangat luas, banyak yang bermain dan bisa dibilang PETI terbesar di Kabupaten Kapuas Hulu. Disitu Aparat jarang razia, makanya pelaku bisa bebas menghancurkan lingkungan serta mencemari sungai semau gue.
” Anjang Ebet itu Bos PETI papan atas di Desa Entibab, kemudian disusul Japit. Sementara yang paling top di Desa Penemur namanya Ilung. Mereka kerja nonstop siang dan malam. Kalau air surut, para maling emas stop sejenak operasi tambang liar, ” ungkap warga setempat buka kartu.
Ketiga orang itu, katanya, memang cukup terkenal dilingkaran masyarakat sekitar. Hukum disana tidak sanggup menyentuh mereka, mengingat duitnya sekarung dan orangnya begitu dermawan terhadap semua petugas maupun yang lainnya.
Ia meminta adanya langkah rill dari Mabes TNI-Polri, bukan sekedar tindakan live service. Apalagi pidato Presiden Prabaowo di depan MPR, DPR dan DPD RI menyebutkan, Percuma Negara Memberikan Pangkat Dan Jabatan Kalau Tidak Bisa Menertibkan Pertambangan Ilegal.
Menurut Narasumber (007/ Danil.A)

