TULUNGAGUNG.kompas.sbs- Suasana Car Free Day di Aloon-Aloon Tulungagung, Minggu pagi (9/8/2026), mendadak mengharukan. Di tengah riuhnya warga berolahraga, muncul seorang relawan dengan mata tertutup dan membawa tulisan besar: “Aku HIV, Maukah Kamu Bersalaman dan Memberiku Dukungan?”.
Aksi itu merupakan bagian dari “social experiment” yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS Daerah atau KPAD Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk kampanye Tulungagung Tanpa Stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS atau ODHA.
Eksperimen sosial ini sengaja dilakukan untuk menguji sejauh mana kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap ODHA. Hasilnya di luar dugaan. Alih-alih menghindar, banyak warga justru menghampiri, menyalami, bahkan memeluk erat relawan tersebut. Momen paling menyentuh datang dari seorang anak kecil yang tanpa ragu memeluk dan menggenggam tangan ODHA dengan hangat, seolah tak ada jarak sama sekali.
Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, mengatakan aksi ini bertujuan untuk mematahkan stigma dan diskriminasi yang masih melekat di masyarakat. Baginya, sentuhan sederhana seperti jabat tangan dan pelukan adalah bukti bahwa HIV tidak menular melalui kontak fisik sehari-hari.
“Kegiatan ini untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari kita yang butuh dukungan, bukan dijauhi,” ujar Ifada di sela kegiatan.
Selain eksperimen sosial, KPAD juga mendirikan stan edukasi di area CFD. Di stan tersebut, petugas membagikan brosur berisi informasi seputar HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, hingga layanan tes dan pendampingan yang tersedia di Tulungagung. Sebagai simbol kasih, tim KPAD juga membagikan bunga mawar kepada pengunjung yang mampir ke stan.
Menurut Ifada, respons positif dari masyarakat di CFD menjadi bukti bahwa kepedulian warga Tulungagung terhadap isu kemanusiaan sangat luar biasa. Ia berharap aksi ini bisa menjadi pengingat bahwa memerangi stigma sama pentingnya dengan memerangi virusnya.
“Kami ingin Tulungagung menjadi daerah yang ramah terhadap ODHA. Tidak ada lagi rasa takut berlebihan, tidak ada lagi perlakuan berbeda. Cukup dengan dukungan dan informasi yang benar,” pungkasnya.
Kampanye Tulungagung Tanpa Stigma ini diharapkan terus bergulir, tidak hanya di momentum Hari AIDS Sedunia, tetapi menjadi gerakan bersama agar tidak ada lagi ODHA yang merasa sendiri dan terasing di daerahnya sendiri.(an)

