Top 5 This Week

Related Posts

Purna Bakti Setelah 11 Tahun, Jonas M. Selly Tinggalkan Jejak Kepemimpinan di Birokrasi Rote Ndao

Doc Foto Sertijab PLH Sekda Rote Ndao.2026

KOMPAS.SBS | ROTE NDAO – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar serah terima jabatan (sertijab) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan di Aula Kantor Bupati Rote Ndao, Senin (03/08/2026). Prosesi tersebut menandai berakhirnya masa pengabdian Drs. Jonas M. Selly, MM sebagai Sekretaris Daerah setelah lebih dari 11 tahun mengemban jabatan dan memasuki masa purna bakti.

Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, Jonas menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada Daniel Welhelmus Nalle, S.Pt yang ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao berdasarkan Surat Perintah Bupati Nomor 800/1248/BKPSDM/2026 tertanggal 31 Juli 2026.

Serah terima jabatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 800/1294/BKPSDM/2026 yang ditandatangani oleh kedua pejabat dan disaksikan langsung oleh Bupati Rote Ndao.

Pada kesempatan yang sama, Jonas juga menyerahkan jabatan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao kepada Hangri Melinus J. Mooy, SH., M.Si. berdasarkan Surat Perintah Bupati Nomor 800/1247.P/BKPSDM/2026 dan Berita Acara Nomor 800/1295/BKPSDM/2026. Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan memori jabatan sebagai pedoman bagi pejabat yang menerima amanah dalam melanjutkan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam sambutan perpisahannya, Jonas menegaskan bahwa pergantian jabatan tersebut bukan karena mutasi, melainkan karena dirinya telah memasuki batas usia pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia mengungkapkan telah mengabdi sebagai Sekretaris Daerah selama kurang lebih 11 tahun. Sebelum dilantik sebagai Sekda definitif melalui seleksi terbuka pada 2015, ia lebih dahulu dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Sekda.

“Serah terima jabatan ini bukan karena mutasi, tetapi karena saya memasuki masa purna bakti. Kurang lebih sebelas tahun saya mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah. Ini bukan waktu yang singkat,” ujar Jonas.

Menurut Jonas, perjalanan panjang sebagai Sekretaris Daerah memberinya banyak pengalaman dalam membantu kepala daerah merumuskan kebijakan, mengambil keputusan strategis, serta mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.

Ia kemudian menitipkan tiga prinsip yang menurutnya menjadi fondasi keberhasilan birokrasi. Pertama, membangun kepemimpinan (leadership) yang kuat. Kedua, menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Ketiga, mempercepat transformasi menuju pemerintahan digital berbasis data.

“Tidak mungkin kita membangun pemerintahan digital tanpa data yang benar. Keputusan kepala daerah akan tepat apabila data dan informasi yang diberikan juga akurat,” katanya.

Jonas juga mengingatkan seluruh ASN agar memahami mekanisme pemerintahan, bekerja sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, serta mendukung visi dan misi kepala daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“ASN harus profesional, loyal kepada negara, tidak melampaui kewenangan, dan tidak boleh menjadi oposisi di dalam birokrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Jonas mengenang salah satu tantangan terberat selama menjabat, yakni memimpin penanganan pandemi COVID-19 sebagai Ketua Satuan Tugas. Menurutnya, seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja tanpa mengenal waktu untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan perangkat daerah yang telah bekerja sama sehingga Kabupaten Rote Ndao mampu melewati masa-masa sulit pandemi.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk memberikan apresiasi atas dedikasi Jonas yang mampu mempertahankan kepercayaan sebagai Sekretaris Daerah selama lebih dari satu dekade dan melewati kepemimpinan empat kepala daerah.

“Secara pribadi saya sering mengatakan, jangan-jangan Pak Sekda kita ini merupakan salah satu Sekda dengan masa jabatan terlama di Indonesia. Hampir dua belas tahun mengabdi tentu bukan sesuatu yang mudah,” kata Paulus.

Menurut Paulus, kemampuan Jonas bertahan dalam jabatan strategis tersebut menunjukkan kapasitas kepemimpinan, kecerdasan intelektual, serta kematangan emosional yang patut menjadi teladan.

Ia mengaku pernah menjadi anggota DPRD yang cukup keras mengkritik pemerintah. Namun, setiap kritik yang disampaikannya selalu dihadapi Jonas dengan kepala dingin dan pendekatan yang santun.

“Beliau tidak pernah membalas dengan emosi. Setelah rapat selesai, beliau menghubungi saya secara pribadi untuk berdiskusi. Dari situ saya belajar bahwa kritik harus disampaikan pada ruang, waktu, dan cara yang tepat,” ujarnya.

Paulus menilai kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, dan kebijaksanaan Jonas merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas birokrasi selama bertahun-tahun.

Ia berharap Plh Sekretaris Daerah Daniel Welhelmus Nalle dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Hangri Melinus J. Mooy dapat melanjutkan berbagai program yang telah dirintis serta terus memperkuat profesionalisme birokrasi di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati juga mengajak seluruh aparatur sipil negara memperkuat sinergi, menjaga loyalitas terhadap pemerintah daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Prosesi serah terima jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala perangkat daerah, pejabat administrator dan fungsional, serta tamu undangan lainnya. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara, penyerahan memori jabatan, pemberian ucapan selamat, dan sesi foto bersama.

Popular Articles