Top 5 This Week

Related Posts

BOM DARI PENJARA MUHAMMAD HARUN TUDUH WG SEBAGAI OTAK JAHAT REKAYASA

BOM DARI PENJARA: HARUN TUDUH WG SEBAGAI OTAK JAHAT REKAYASA.

Kompas SBS, Subang – 30 Juli 2026. Dari balik tembok pesakitan, suara kebenaran akhirnya pecah.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum PN Kelas IA Subang, jurnalis Triberita.com Muhamad Harun, membongkar kepingan puzzle yang selama ini disembunyikan. Dengan nada tegas, ia menyatakan dirinya bukan pelaku. Ia korban.

“Inisiasi, desakan, dan permintaan uang sama sekali bukan dari saya. Itu semua datang dari oknum berinisial WG – Wahyu Gilang Karisman,” tulis Harun.

Ia mengaku tidak pernah menerima uang sepeser pun. Yang ada justru dirinya yang dijebak dalam skenario kotor.

Dalam suratnya, Harun merinci dengan jelas. WG-lah yang pertama kali menawarkan nominal Rp15 ribu dengan dalih “mengondisikan” oknum ASN yang diberitakannya. Mirisnya, angka itu secara ajaib membengkak menjadi Rp15 juta dalam dakwaan di pengadilan.
Harun menuntut satu hal: segera tetapkan WG sebagai terdakwa utama.

PWI JABAR: JANGAN KORBAN KAN JURNALIS.
Tangis keadilan itu didengar. Anggota PWI Jawa Barat _Benny Pesirerun_ ikut bersuara lantang.

Benny mendesak dibongkarnya “sutradara” di balik kejahatan _WG_. Menurutnya, ada dugaan kuat jaringan pelindung oknum ASN korup yang ketakutan dengan tulisan-tulisan Harun.

“Ini bukan soal uang. Ini soal membungkam pers. Ini kriminalisasi,” ujar Benny.

Benny meminta _Kejaksaan Negeri Subang_ segera bertindak atas 3 tuntutan rakyat:
1. Alihkan Status Hukum
2. Bongkar Aktor Intelektual
3. Bebaskan Muhamad Harun.
Karena terbukti, tidak ada niat jahat. Tidak ada uang yang diterima.

“Panggung sandiwara ini harus runtuh. WG yang berbuat, maka dia yang wajib memakai rompi tahanan “. tegas Benny dengan suara bergetar.

Hingga hari ini, Harun masih mendekam. Sementara dalang yang sesungguhnya masih bebas berkeliaran.

Reporter Kompas SBS
D.Jekiw.

Popular Articles