Top 5 This Week

Related Posts

Diduga Berdiri DiLahan Sempadan Sungai Tanpa Ijin warung didusun mojoroto Tegalsari jadi sorotan

Bangunan permanen di Lahan Kanal Diduga Belum Berizin, Sopir Damtruk dan Warga Keluhkan Akses Jalan

 

BANYUWANGI–TEGALSARI KOMPAS. SBS Senin, 27 Juli 2026 – Keberadaan sebuah bangunan baru yang berdiri di atas lahan perairan kanal di Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, menjadi sorotan warga dan para sopir damtruk. Bangunan tersebut diduga belum mengantongi izin dari KORSDA Bangorejo.

Menurut keterangan sejumlah sopir damtruk, bangunan itu dinilai mengganggu akses keluar-masuk kendaraan yang digunakan untuk aktivitas pengangkutan tanah urug. Jalan yang sebelumnya cukup lebar kini menjadi lebih sempit sehingga menyulitkan kendaraan bertonase besar saat melintas.

 

Para sopir mengaku khawatir kondisi tersebut akan semakin berbahaya saat musim hujan. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju lokasi dikhawatirkan tidak lagi aman dilalui kendaraan besar.

“Aksesnya hanya satu, yaitu jalan ini. Dengan kondisi sekarang dan memasuki musim hujan, kami khawatir saat melintas karena ruang gerak kendaraan semakin sempit,” ujar salah seorang sopir damtruk.

 

Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial YT. Ia mengaku sebelumnya telah berjualan di lokasi tersebut menggunakan tenda terpal yang bersifat bongkar-pasang. Namun, setelah bangunan permanen berdiri, dirinya diminta berpindah ke sisi lain lokasi.

 

YT mengaku sempat meminta penjelasan kepada petugas juru pengairan berinisial EI mengenai keberadaan bangunan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, hingga kini ia belum memperoleh jawaban maupun penjelasan terkait status bangunan tersebut.

 

“Setelah bangunan itu berdiri, saya kembali mempertanyakan legalitasnya kepada juru pengairan, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan,” ungkap YT.

 

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak KORSDA Bangorejo mengenai status perizinan bangunan yang berdiri di atas lahan perairan kanal tersebut.

Sejumlah awak media mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi kepada salah satu pihak di KORSDA Bangorejo yang berinisial ED. Awalnya, awak media diarahkan untuk datang langsung ke kantor KORSDA Bangorejo guna memperoleh penjelasan.

Namun, setibanya di kantor, pihak yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon yang dilakukan beberapa kali juga disebut belum mendapatkan respons.

Awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak KORSDA Bangorejo agar informasi mengenai status perizinan bangunan tersebut dapat disampaikan secara berimbang kepada masyarakat. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait. ( digo)

 

Popular Articles