Top 5 This Week

Related Posts

Tingkatkan Kesiapan, Dirpolairud Polda Sulut: Latihan Bekal Nyata, Bersih Laut Wujud Kepedulian

Kota Bitung, Kompas :Guna memastikan kesiapan maksimal dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan operasi penyelamatan, Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara menggelar kegiatan latihan Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berlangsung di kawasan Batu Putih, Kota Bitung.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., didampingi Wakil Direktur Polairud Polda Sulut, AKBP Tompunuh, S.I.K, Kasubdit Polairud Polda Sulut Kompol Karel Tangai, S.H., serta sejumlah perwira dan pejabat lainnya.

Sebanyak 194 personel gabungan, yang terdiri dari unsur Ditpolairud Polda Sulut, Polairud Polresta, hingga jajaran Polres se-Sulawesi Utara, turut ambil bagian aktif dalam pemantapan kemampuan ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan fisik sejauh kurang lebih 8 kilometer menuju lokasi pelatihan. Seluruh peserta mengikuti rute perjalanan dengan disiplin tinggi dan semangat menggelora, yang dirancang khusus untuk membangun ketahanan fisik, mental, serta mempererat kekompakan tim sebagai modal utama bekerja di lapangan.

Memasuki sesi materi teknis, para personel dibekali dengan berbagai kemampuan krusial penyelamatan. Among materi utama adalah Bantuan Hidup Dasar (BHD), yang disampaikan langsung oleh unsur kedokteran kepolisian.

Materi ini sangat vital untuk meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat dan cepat kepada korban kecelakaan atau bencana sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selain itu, peserta juga berlatih teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) melalui simulasi langsung. Teknik ini dipraktikkan guna melatih ketepatan dan kecepatan tindakan saat menghadapi korban yang mengalami gangguan pernapasan atau henti jantung, di mana setiap detik sangat menentukan keselamatan nyawa manusia.

Tidak hanya pertolongan medis, latihan ini juga melibatkan penggunaan alat berat dan teknis, seperti alat pemotong baja. Para personel dilatih melakukan simulasi pemecahan runtuhan batu dan pemotongan besi, sebuah keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam operasi evakuasi saat terjadi bencana alam maupun kecelakaan berat di darat maupun perairan.

Dalam keterangannya Kamis (21/05/2026), Dirpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menegaskan bahwa kegiatan latihan rutin seperti ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya berkelanjutan meningkatkan profesionalisme, keahlian teknis, serta kesiapan tempur seluruh personel. Hal ini bertujuan agar Polairud selalu sigap dan mampu melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dengan baik di seluruh wilayah Sulawesi Utara, khususnya di kawasan perairan Kota Bitung.

 

“Kami pastikan setiap personel memiliki kemampuan lengkap, mulai dari ketahanan fisik hingga penguasaan alat dan teknik penyelamatan, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi keberadaan kami,” tegasnya.

 

Lanjut Dirpolairud Menambahkan bahwa, “Latihan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan sebuah kebutuhan mutlak dan bagian dari tanggung jawab besar kami sebagai aparat keamanan yang bertugas menjaga dan melayani masyarakat.

Kegiatan ini kami susun secara lengkap, mulai dari penempaan fisik dan mental melalui perjalanan kaki, penguasaan ilmu medis dasar pertolongan nyawa, hingga keterampilan teknis penggunaan alat berat evakuasi. Semua ini kami tujukan agar setiap personel Polairud memiliki kualifikasi, keahlian, dan kesiapan prima saat bertugas, baik di darat maupun di perairan,” jelas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

Ia melanjutkan, “Besar harapan saya, seluruh materi, pengalaman, dan nilai kebersamaan yang didapatkan dalam latihan ini dapat benar-benar dipahami, dikuasai, dan tertanam kuat di hati setiap personel.

Saya berharap kemampuan yang dimiliki terus terasah dan meningkat, sehingga kapan pun dan di mana pun dibutuhkan dalam situasi darurat, bencana, maupun kecelakaan, kami dapat bertindak cepat, tepat, dan profesional untuk menyelamatkan nyawa sesama. Jadikan latihan ini bekal nyata pengabdian, sehingga keberadaan Polairud benar-benar terasa manfaatnya, menjadi pelindung dan pengayomi andalan masyarakat Sulawesi Utara.”

Dirpolairud juga berharap, sinergitas yang terjalin tidak hanya sesama unsur kepolisian, tetapi juga dengan masyarakat. Hal ini tercermin dari rangkaian kegiatan bakti sosial, penyerahan bantuan alat olahraga, hingga rencana kegiatan bersih-bersih laut yang diagendakan berlanjut besok, Jumat (22/05/2026).

“Harapan kami, kedekatan yang kami bangun dengan pemuda dan warga Batu Putih hari ini semakin mempererat hubungan emosional dan kepercayaan publik. Melalui kegiatan bersih laut besok yang merupakan wujud dukungan program Indonesia Asri.

kami berharap kesadaran menjaga lingkungan perairan semakin tumbuh subur bersama masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini, jaga laut kita, dan bersinergi mewujudkan wilayah yang aman, asri, damai, dan sejahtera. Semoga apa yang kita lakukan ini senantiasa bernilai ibadah dan membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkas Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.

Popular Articles