Kota Bitung, Kompas :Kota Bitung kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan yang penuh makna dan semangat persaudaraan. Pada Jumat, 15 Mei 2026, pukul 08.00 WIB, digelar acara besar Tabligh Akbar Safari Dakwah dengan tema utama “Shadaqah Al-Qur’an untuk Indonesia”, bertempat di Masjid Agung Nurul Huda, Kecamatan Bitung Timur, Kota Bitung.
Kegiatan terbuka untuk umum ini disiapkan sebagai wadah penguatan iman, penyebaran nilai kebaikan, serta pengokohan persatuan umat Islam di wilayah Sulawesi Utara.
Acara strategis ini merupakan hasil kolaborasi besar berbagai elemen masyarakat, diprakarsai oleh SHAQU-IN (Shadaqah Al-Qur’an Untuk Indonesia), didukung penuh oleh BTM (Bitung Taman Muslim), dan BIFI (Badan Intelektual dan Profesional Indonesia) Manado.
Hadir memeriahkan sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan ini sejumlah tokoh agama, ulama, dan da’i nasional, antara lain Ustadz Solmed Soeleh Mahmoed Nasution Harahap, Ustadz Agus Idwar, M.Sos, Ustadz Supriadi, Ustadz Erfin Reddu, M.Pd, serta tenaga pendakwah dan pemuka agama lainnya. Tak kalah istimewa, tokoh publik April Jasmine juga hadir turut memberikan dukungan dan semangat bagi terselenggaranya kegiatan mulia ini.

Kegiatan ini dipimpin dan diselenggarakan atas komando langsung Ketua BTM sekaligus Ketua Umum BIFI, H. Rinto Pakaya, didampingi Imam Saleh Balango.
Dalam pernyataannya usai kegiatan, H. Rinto Pakaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan, mendukung, dan berpartisipasi dalam acara besar ini. “Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim panitia, seluruh elemen SHAQU-IN, BTM, BIFI, para ulama dan da’i nasional, tokoh masyarakat, serta seluruh jamaah yang telah hadir berbondong-bondong.
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini adalah bukti nyata kekuatan kebersamaan dan kepedulian kita terhadap ajaran Allah SWT.

Antusiasme dan semangat berbagi yang ditunjukkan masyarakat, khususnya dalam mendukung program Shadaqah Al-Qur’an, merupakan hal yang sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa cinta umat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat dan hidup di hati kita semua. Saya juga sangat mengapresiasi kehadiran para pembicara dan tokoh publik yang bersedia meluangkan waktu, berbagi ilmu, dan memberikan semangat kebaikan demi kemajuan umat dan daerah ini,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa kolaborasi yang terbangun antarorganisasi dan elemen masyarakat ini menjadi modal berharga yang menunjukkan kedewasaan umat dalam bersinergi demi tujuan mulia.
Lebih lanjut, H. Rinto Pakaya juga menyampaikan sejumlah harapan mendalam terkait tujuan dan dampak jangka panjang dari kegiatan ini. Pertama, ia berharap seluruh pesan, ilmu, dan nilai-nilai luhur yang disampaikan selama kegiatan dapat benar-benar diserap, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat. “Kami berharap semangat Shadaqah Al-Qur’an untuk Indonesia tidak hanya berhenti sebagai tema acara, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang terus tumbuh.

Semoga kebaikan, infak, dan dukungan yang telah disampaikan oleh masyarakat menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan pernah terputus, serta menjadi sarana melestarikan, menyebarluaskan, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bangsa,” tegasnya.
Kegiatan ini semakin memperkokoh ukhuwah islamiyah, menyatukan visi dan langkah, serta mempererat tali persaudaraan antarumat beragama dan antar elemen masyarakat di Sulawesi Utara. Diharapkan ke depannya terus tercipta kerukunan, kedamaian, dan persatuan yang semakin kuat, sehingga masyarakat hidup berdampingan dengan aman, damai, dan saling mendukung dalam keberagaman.
kolaborasi dan sinergi yang indah yang terjalin saat ini dapat terus dipelihara, diperkuat, dan diperluas dalam berbagai kegiatan positif lainnya. Diharapkan lahir semakin banyak program yang bermanfaat, yang mampu membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Terakhir, kami berharap apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemajuan agama, daerah, dan negara. Semoga Kota Bitung senantiasa menjadi wilayah yang diridhoi Allah, menjadi pusat kebaikan, serta melahirkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. Mari kita terus bersatu, berinfak, dan berbuat kebaikan demi mewujudkan Indonesia yang semakin damai dan berkah,” tutupnya

