Komps.SBS – MEDAN
Aksi teror dan intimidasi kembali menimpa gerakan buruh di Sumatera Utara. Pada Jumat dini hari (8/5/2026), sekitar pukul 02.30 WIB, sekelompok orang tak dikenal (OTK) nekat merusak dan menggeledah kantor Sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (Depeda) Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Kota Medan, yang juga berfungsi sebagai kantor Dewan Pimpinan Wilayah (Depewil) SBNI Sumut. Lokasi kejadian berada di Jalan K.L. Yos Sudarso Km 10,5, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli.

Kondisi kantor tampak porak-poranda usai peristiwa nahas tersebut. Pintu dan jendela terlihat rusak, sementara sejumlah fasilitas serta perlengkapan kantor berantakan akibat ulah tangan-tangan jahil. Mirisnya, ini bukanlah kali pertama markas perjuangan kaum buruh ini menjadi sasaran kejahatan. Sebelumnya, tepat saat masa liburan Hari Raya Idul Fitri, kantor yang sama juga dibobol oleh pelaku yang hingga kini belum tertangkap, mengakibatkan hilangnya aset berharga seperti komputer, laptop, dan peralatan kerja vital lainnya.
Menanggapi rentetan kejadian yang meresahkan ini, Ketua Depewil SBNI Sumatera Utara, Yosafati Waruwu, S.H., menyuarakan dugaan kuat bahwa insiden ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan aksi sabotase terencana. Ia menilai tindakan biadab tersebut merupakan “hadiah” pahit bagi SBNI karena konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
“Sangat besar kemungkinan kejadian ini terjadi karena SBNI selalu tegas, vokal, dan berada di barisan terdepan dalam membela hak-hak buruh yang sering diinjak-injak. Ada pihak-pihak tertentu—mungkin oknum pengusaha atau antek-anteknya—yang merasa tidak senang, terganggu, dan ‘tersinggung’ dengan langkah-langkah kritis kami. Akibatnya, mereka melampiaskan kemarahan melalui aksi sabotase dan pengrusakan seperti ini,” ungkap Yosafati dengan nada tegas dan penuh amarah tertahan.
Ia menegaskan bahwa SBNI Sumut tidak akan tinggal diam menerima intimidasi. “Kami tidak takut. Justru ini membuktikan bahwa perjuangan kami efektif dan menyentuh kepentingan pihak yang selama ini menikmati ketidakadilan,” tambahnya.
Segera setelah menemukan kondisi kantor yang rusak, manajemen SBNI Sumut langsung menghubungi pihak kepolisian. Polsek Medan Labuhan turun tangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP awal. Yosafati telah melaporkan peristiwa ini secara resmi untuk mendesak penyelidikan mendalam.
“Kami ingin tahu pasti, apakah ini murni aksi pencurian opportunistik, atau ada ‘tangan dingin’ pihak tertentu yang sengaja ingin meneror, menjatuhkan nama baik, dan melemahkan mentalitas perjuangan SBNI di wilayah Sumatera Utara. Polisi harus mengusut tuntas motif di balik kekerasaan ini,” desaknya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku maupun dalang di balik pengrusakan tersebut masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti, termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi, untuk menemukan jejak para pelaku. Masyarakat dan kalangan buruh menunggu kejelasan kasus ini, berharap hukum dapat ditegakkan tanpa pandang bulu demi rasa aman bagi setiap organisasi yang berjuang untuk keadilan.
(Warianto)

