Rabu, April 15, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Akibat Pernyataan Yusuf Kala, (JK) ‘Mati Sahit” Menjadi Polemik

KOMPAS.SBS.JAKARTA 15 APRIL 2026,– Menanggapi dinamika yang berkembang di masyarakat terkait pernyataan Jusuf Kalla (JK) mengenai istilah “Mati Sahid”, Kusnadi Ts—atau yang akrab disapa Daeng—Ketua Divisi Humas & Kerjasama Laskar Hukum Indonesia (LHI)mengimbau semua pihak untuk menyikapi perbedaan pandangan dengan kepala dingin dan kebijaksanaan.

​Dalam keterangannya kepada awak media, Daeng menekankan bahwa munculnya gelombang pelaporan dari berbagai organisasi merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai agama. Namun, ia mengingatkan agar sensitivitas tersebut tidak lantas menutup ruang klarifikasi.

​”Pernyataan yang dipotong atau dikutip sebagian seringkali memicu kesalahpahaman di era media sosial ini. Kita harus melihat rekam jejak panjang Bapak Jusuf Kalla dalam meredam berbagai konflik di Indonesia, seperti Perundingan Malino I dan II, sebagai bukti nyata komitmen beliau terhadap keutuhan bangsa,” ujar Daeng di Jakarta ,Rabu (15/04).

​Lebih lanjut, Daeng menjelaskan bahwa Laskar Hukum Indonesia melihat dialog sebagai jalan tengah yang paling efektif dalam menghadapi isu-isu sensitif. Menurutnya, perbedaan tafsir adalah hal yang wajar dalam masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.Daeng’menanggapi,
​Pahami Konteks: Mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi sebelum memahami secara utuh maksud dari sebuah pernyataan.

​Kedepankan Empati: Memperluas sudut pandang dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperuncing perbedaan.
​Dialog sebagai Solusi: Mendorong adanya klarifikasi dan diskusi terbuka guna menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

​Menutup pernyataannya, Daeng menegaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia justru terletak pada kemampuannya untuk tetap bersatu di tengah keberagaman.

​”Perdamaian bukan hanya tentang tidak adanya konflik, tetapi tentang kemampuan kita untuk tetap bergandengan tangan meski memiliki pandangan yang berbeda. Mari kita jaga suasana tetap kondusif demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Sarah

Popular Articles