Sabtu, April 11, 2026
HARGA IKLAN

Top 5 This Week

Related Posts

Peluncuran VCO di Kupang, Gubernur NTT Tekankan Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim

Kompas.sbs-Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong petani untuk tidak hanya berfokus pada proses tanam dan panen, tetapi juga mengolah dan mengemas produk guna meningkatkan nilai ekonomi. Hal itu disampaikan saat membuka Workshop Konsolidasi dan Kolaborasi Aksi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Iklim dan Ketahanan Petani Kecil di Timor Barat, Jumat (10/4/2026), di Kupang.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (Cirma) menggelar workshop sekaligus meluncurkan produk minyak Virgin Coconut Oil (VCO) hasil kolaborasi dengan petani lokal.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur NTT, Direktur Cirma John Mangu Ladjar, jajaran organisasi Cirma, mitra kerja, serta perwakilan pemerintah daerah.

Acara berlangsung pada Jumat, 10 April 2026, di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Melki menilai perubahan iklim, termasuk fenomena El Niño, menjadi tantangan serius bagi petani. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Perubahan iklim adalah realitas yang kita hadapi bersama. Petani berada di garis depan menghadapi dampaknya, sehingga perlu langkah mitigasi yang terencana,” ujarnya.

Pemerintah mendorong pola pertanian berbasis hilirisasi, dari “tanam–panen–jual” menjadi “tanam–panen–olah–kemas–jual”. Produk VCO yang diluncurkan disebut sebagai contoh konkret peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Selain itu, Pemprov NTT membuka akses pemasaran melalui NTT Mart yang telah tersedia di 22 kabupaten/kota serta memperkuat dukungan pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disertai pendampingan dan literasi keuangan.

Di sisi lain, Cirma mengembangkan pertanian cerdas iklim dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia serta memperluas pasar hingga ke Jakarta sejak Desember 2025. Organisasi ini juga menanam sekitar 30 ribu anakan pinang di wilayah Malaka dan Belu sebagai investasi jangka panjang.

Sebagai bentuk apresiasi, tujuh petani menerima penghargaan Local Champion atas upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, masing-masing disertai tabungan senilai Rp1 juta.

Menutup kegiatan, Gubernur Melki meninjau stan pameran dan memberikan pesan motivasi kepada petani. “Teruslah bertani dengan spirit untuk diri sendiri dan sesama,” katanya.YH

Popular Articles