Top 5 This Week

Related Posts

 

 

PURWOREJO, KOMPAS.SBS – Suasana Lapangan Desa Karangduwur, Kecamatan Kemiri, cerah pada Minggu (26/7/2026). SMP Negeri 32 Purworejo turut memeriahkan peringatan ulang tahun ke-10 Komunitas PAKUREJO dengan penampilan seni tari yang memukau seluruh tamu undangan dan pengunjung yang hadir.

Antusias Para Pengunjung Perayaan Ulang Tahun PAKUREJO Ke-10 Bertempat Di Lapangan Desa Bedono Karangduwur, Kemiri, Purworejo

Dua tarian istimewa ditampilkan para siswi sekolah tersebut. Pembuka adalah Tari Ndolalak, tarian khas Kabupaten Purworejo yang sarat semangat dan identitas lokal. Penampilan pertama ini langsung menyedot perhatian penonton.

Berikutnya tampil Tari Kreasi Ngurup-Uripi. Tarian ini terinspirasi dari kekayaan budaya lokal di sekitar Goa Silawang, Desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri. Mengambil latar tradisi nyekar yang kerap dilakukan warga di situs tersebut, tarian ini menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan adat istiadat dan budaya luhur hingga saat ini.

Ketua PAKUREJO Eko Priyono SE, Bersama Penari Ngurup-Uripi Dari SMP N 32 Purworejo, Desa Bedono Karangduwur, Kemiri
Situs Cagar Budaya Goa Selawang, Desa Kaliglagah, Kecamatan Kemiri, Purworejo

Kepala Sekolah SMP N 32 Purworejo, Budi Haryono, S.Pd., M.M., dalam wawancara menyampaikan apresiasi positifnya atas terselenggaranya acara besar ini.

Budi Haryono S.Pd MM, Kepala Sekolah SMP 32 Purworejo, Desa Bedono Karangduwur, KEMIRI

“Kami sangat mengapresiasi perayaan Ultah PAKUREJO ke-10. Semoga PAKUREJO selalu eksis dengan dinamikanya dan makin banyak berkiprah yang bermanfaat untuk masyarakat baik di bidang pendidikan, seni budaya, sosial dan bidang lainnya, seemoga ke depannya hubungan dan kolaborasi antara PAKUREJO dengan SMP N 32 Purworejo dapat semakin erat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan, Ketua PAKUREJO Eko Priyono beserta tim menyerahkan Piagam Penghargaan kepada pihak sekolah. Para siswa-siswi yang telah tampil juga menerima penghargaan tersebut dengan penuh kegembiraan dan antusiasme yang tinggi.

Momen ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan dukungan terhadap kegiatan masyarakat dapat berjalan beriringan, melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama warisan budaya.

Popular Articles